KUKAR
Belasan Alumni Santriwati di Kukar Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Korban Mengaku Terjadi Bertahun-Tahun
Sebanyak 11 alumni santriwati dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, melaporkan dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pimpinan lembaga pendidikan tersebut.
Para korban yang kini telah dewasa mengaku peristiwa itu berlangsung dalam rentang waktu yang panjang dan baru berani diungkap setelah mengetahui dugaan korban lain masih terus bertambah.
Kasus ini kini mendapat pendampingan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur. Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan, para korban menyampaikan keterangan dengan pola yang serupa terkait dugaan peristiwa yang mereka alami selama berada di lingkungan pondok pesantren.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan dan pengumpulan keterangan dari para korban sebelum laporan resmi disampaikan kepada aparat penegak hukum.
“Dari hasil asesmen yang kami lakukan, ada 11 korban yang menyampaikan keterangan dengan pola yang sama. Diduga peristiwa itu berlangsung bertahun-tahun selama mereka berada di lingkungan pondok pesantren,” kata Rina.
Diduga Memanfaatkan Relasi Kuasa di Lingkungan Pendidikan
Menurut Rina, seluruh korban mengenal sosok terlapor sejak masih berusia remaja dan menjalani pendidikan di pondok tersebut. Posisi terlapor sebagai pimpinan pondok sekaligus guru dinilai menciptakan relasi kuasa yang membuat para korban sulit menolak ataupun melawan.
Dalam lingkungan pendidikan berbasis pesantren, para santri umumnya diajarkan untuk menghormati guru dan pemimpin lembaga. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang membuat para korban memilih diam dalam waktu lama.
“Korban memandang terlapor sebagai guru sekaligus pimpinan pondok yang harus dihormati dan ditaati,” ujarnya.
TRC PPA juga menemukan adanya dugaan penggunaan narasi keagamaan untuk meyakinkan korban. Sejumlah korban mengaku sempat mempercayai penjelasan yang diberikan karena menganggapnya sebagai bagian dari ajaran yang harus dipatuhi.
Menurut Rina, kondisi tersebut menunjukkan adanya indikasi penyalahgunaan relasi kuasa yang diduga dimanfaatkan terhadap para korban.
Korban Baru Berani Melapor Setelah Dugaan Korban Bertambah
Keputusan para alumni untuk melapor disebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebagian korban mengaku baru berani berbicara setelah mengetahui dugaan perlakuan serupa masih dialami santriwati dari angkatan yang lebih muda.
Mereka khawatir jumlah korban akan terus bertambah apabila tidak ada langkah hukum yang ditempuh.
“Mereka khawatir jumlah korban akan terus bertambah apabila tidak ada langkah hukum,” kata Rina.
Selain dampak yang diduga dialami saat peristiwa berlangsung, sejumlah korban juga mengalami trauma psikologis berkepanjangan.
Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami gangguan kecemasan dan masih menjalani pendampingan hingga saat ini.
TRC PPA Kaltim saat ini masih melengkapi dokumen pendampingan dan asesmen sebagai bagian dari proses sebelum laporan resmi disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, pihak pondok pesantren yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan para korban. (Gi/am)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA4 hari agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal
-
OLAHRAGA4 hari agoSeno Aji Targetkan Kaltim Masuk Lima Besar PON 2028, Minta KONI Baru Fokus Prestasi dan Efisiensi
-
SAMARINDA4 hari agoWarga Korpri Loa Bakung Pertanyakan Ketimpangan dengan Karpotek, Desak Kepastian SHM Setelah Menunggu Puluhan Tahun
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPemprov Kaltim Salurkan Rp288,5 Miliar Lewat Gratispol, Unmul Jadi Penerima Terbanyak
-
PARIWARA5 hari agoNight Race Perdana Warnai Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 di Kalimantan Barat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoGratispol Kaltim Dievaluasi, Fokus Perbaikan Data dan Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

