EKONOMI DAN PARIWISATA
346 Gerai Koperasi Merah Putih di Kaltim Terbangun, 197 Sudah Diverifikasi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari total 1.037 koperasi yang telah terbentuk di Kaltim, sebanyak 346 gerai sudah dibangun. Dari jumlah tersebut, 197 gerai telah menjalani verifikasi dan validasi untuk memastikan kesiapan operasionalnya.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan UKM DPPKUKM Kaltim, Ronny Suhendra, dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertema “Menakar Kesiapan Infrastruktur dan Perluasan Fungsi KDKMP di Kaltim”, Selasa (20/10/2026).
Ronny menjelaskan, KDKMP dibentuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Melalui koperasi ini, pemerintah berharap aktivitas usaha masyarakat semakin berkembang dan perekonomian daerah semakin kuat.
Pembangunan gerai KDKMP dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama dengan TNI. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan gerai di berbagai wilayah Kaltim.
346 Gerai Sudah Dibangun, Fasilitas dan Pengelola Disiapkan

Meski ratusan gerai telah berdiri, masih ada sejumlah hal yang perlu disiapkan sebelum koperasi mulai beroperasi. Selain melengkapi sarana dan prasarana, pemerintah juga mendorong kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi.
Ronny mengatakan, tenaga pengelola mulai disiapkan untuk membantu koperasi menjalankan kegiatan usahanya.
“Manajer-manajer pun sudah hadir dan sudah siap untuk membantu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk beroperasional secepatnya,” ujar Ronny.
Menurutnya, keberadaan gerai saja belum cukup untuk memastikan koperasi bisa langsung berjalan. Fasilitas pendukung dan pengelolaan yang baik juga dibutuhkan agar kegiatan usaha dapat berlangsung secara optimal.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pemenuhan berbagai kebutuhan operasional agar gerai yang telah dibangun bisa segera dimanfaatkan.
Hasil Verifikasi Jadi Penentu Tahapan Selanjutnya
Untuk memastikan kesiapan setiap gerai, pemerintah melakukan verifikasi dan validasi. Hasil penilaian tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni layak beroperasi, layak beroperasi dengan catatan, dan tidak layak beroperasi.
Hasil verifikasi selanjutnya akan ditinjau oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah proses peninjauan selesai, tahapan berikutnya adalah serah terima gerai kepada masing-masing KDKMP melalui pemerintah daerah setempat.
Ronny berharap seluruh proses tersebut berjalan lancar sehingga gerai yang telah memenuhi persyaratan dapat segera beroperasi.
Ia menegaskan, percepatan KDKMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Kesiapan fasilitas, tenaga pengelola, dan sistem operasional juga perlu diperhatikan agar koperasi benar-benar mampu menjalankan kegiatan usaha.
Dengan persiapan yang matang, KDKMP diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang usaha di desa dan kelurahan di Kalimantan Timur. (*rey/am)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoKaltim Masuk 5 Besar Nasional Pembangunan Pariwisata 2026, Unggul di Lingkungan Pendukung
-
SAMARINDA3 hari agoWarga Samarinda Turun ke Jalan, Desak Karhutla Kaltim Jadi Bencana Nasional
-
KUKAR5 hari agoJadi Rp50 Juta per RT, Anggaran RT-Ku Terbaik Disalurkan Mulai Bulan Ini
-
KUKAR3 hari agoPersiapan MTQH XLVI Kaltim Capai 80 Persen, Kukar Siapkan Tahap Pembangunan
-
KUKAR5 hari agoMadu Kelulut dan Minuman Herbal Jadi Produk Lokal Andalan Tani Harapan
-
KUKAR5 hari agoDPMD Kukar Pacu Pengembangan Produk Unggulan di 237 Desa dan Kelurahan
-
OLAHRAGA1 hari agoTujuh Tahun Vakum, CustoMAXI Kembali ke Bali dengan Modifikasi XMAX Berteknologi Canggih
-
KUKAR4 hari agoKunjungi Lokasi Kebakaran, Bupati Kukar Sebut Pembangunan Kembali Jadi Tahap Lanjutan

