BALIKPAPAN
Bacitra Segera Meluas ke Manggar dan Km 23, Angkot Diminta Tak Tersisih

Pengembangan Balikpapan City Trans (Bacitra) mulai memasuki babak baru. Rencana perluasan layanan hingga kawasan Manggar di Balikpapan Timur dan Kilometer 23 Balikpapan Utara diharapkan tidak membuat angkutan kota (angkot) kehilangan ruang untuk melayani masyarakat.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Yusdiana, meminta Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan pola transportasi yang bisa membuat Bacitra dan angkot berjalan berdampingan.
Menurutnya, keberadaan Bacitra sebagai transportasi massal modern tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap angkot. Sebab, cakupan layanan keduanya tidak sepenuhnya sama.
“Karena ruang pelayanan angkot dan Bacitra berbeda,” kata Yusdiana, Senin (28/9/2026).
Ia mendorong Dinas Perhubungan Kota Balikpapan menyusun rekayasa transportasi yang mempertimbangkan keberlangsungan angkot, termasuk nasib para pengemudinya.
“Agar sopir angkot tidak kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya.
Angkot Masih Dibutuhkan Di Ruas Jalan Kota
Yusdiana menilai angkot masih memiliki fungsi penting dalam sistem transportasi Balikpapan. Tidak semua ruas jalan yang menjadi akses mobilitas warga dapat dijangkau oleh bus Bacitra.
Karena itu, kebijakan pengembangan transportasi publik dinilai perlu memperhatikan konektivitas antarmoda. Angkot dapat tetap berperan sebagai moda pengumpan maupun melayani kawasan yang belum tersentuh jalur Bacitra.
“Di sini angkot memiliki peran penting,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menambah jalur Bacitra. Penataan rute dan pola pelayanan juga perlu dirancang agar kehadiran transportasi massal baru tidak menimbulkan persaingan yang semakin berat bagi angkot dalam mendapatkan penumpang.
Terlebih, rencana perluasan Bacitra ke Manggar dan Km 23 akan membuka cakupan pelayanan ke wilayah yang lebih jauh dari pusat kota.
Yusdiana berharap kebijakan tersebut dibarengi skema yang memberikan nilai tambah bagi pengemudi angkot. Dengan begitu, pengembangan transportasi publik tetap dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian pengemudi.
“Supaya berjalan seimbang,” ucapnya.
Ia juga mendorong adanya konektivitas antara Bacitra dan angkot. Masyarakat, menurutnya, tetap perlu memiliki pilihan moda transportasi sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.
“Agar Bacitra dan angkot tetap bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Perluasan Bacitra Butuh Simpul Transportasi Baru
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadi Pathurrahman sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah memang menyiapkan perluasan layanan Bacitra menuju Manggar dan Km 23.
“Layanan akan kami perluas ke Manggar dan Km 23,” katanya.
Perluasan tersebut berkaitan dengan rencana serah terima pengelolaan Bacitra dari Kementerian Perhubungan kepada pemerintah daerah pada 2027 mendatang.
Dishub Balikpapan juga menyiapkan simpul transportasi baru untuk mendukung perluasan rute tersebut. Namun, pembangunan simpul saja dinilai belum cukup karena diperlukan rekayasa lalu lintas agar konektivitas layanan dapat berjalan dengan baik.
“Nanti kami siapkan simpul transportasi baru,” ujar Fadi.
Setidaknya, menurut dia, dibutuhkan dua simpul transportasi baru untuk menunjang pengembangan layanan Bacitra di kedua wilayah tersebut.
“Setidaknya butuh dua simpul transportasi baru,” tambahnya.
Simpul transportasi itu nantinya tidak hanya digunakan Bacitra, tetapi juga dapat mendukung moda transportasi publik lainnya. Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap perpindahan masyarakat dari satu moda ke moda lainnya dapat berlangsung lebih mudah.
“Supaya mendukung kelancaran operasional armada,” jelas Fadi.
Pengembangan Bacitra sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan transportasi publik di Balikpapan. Di sisi lain, keberadaan angkot tetap menjadi perhatian karena moda tersebut selama ini telah melayani sejumlah ruas dan kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau Bacitra.
Karena itu, penataan rute, simpul transportasi dan pola konektivitas menjadi bagian penting agar pengembangan transportasi massal di Balikpapan tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga tetap mempertahankan pilihan transportasi bagi masyarakat. (Bp/am)

SEPUTAR KALTIM4 hari agoCadangan Air Menipis, Kaltim Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Air
KUKAR5 hari agoMaskot MTQ Kaltim di Kukar Masih Rahasia, Disebut Kental Nuansa Kutai
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDua Polemik Mobil Mewah di Kaltim Berakhir dengan Pengembalian Uang ke Kas Daerah
OLAHRAGA3 hari agoShell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge Serbu Sidoarjo, Sensasi Adventure Makin Memanas
KUKAR5 hari agoKukar Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Kaltim
KUKAR4 hari agoBeseprah Jadi Ruang Kesetaraan, Aulia Rahman Basri: Semua Membaur dengan Warga
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoBesok Dimulai, Pariwisata Fest 2026 Hadir di Lembuswana Mall Samarinda
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoDari Pantai Manggar hingga Beras Basah, 11 Destinasi Kaltim Dibersihkan





