Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Dampak Siklon Tropis Jenna, BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Kaltim Sepekan ke Depan

Published

on

BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan akibat Siklon Tropis Jenna. Wilayah Kaltim harap waspada hujan lebat dan angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem tampaknya masih akan menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim), hingga sepekan ke depan.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul dinamika atmosfer yang cukup gejolak pada awal tahun 2026. Faktor pemicu utamanya adalah fenomena La Niña lemah yang berkolaborasi dengan Monsun Asia yang lebih kuat dari biasanya.

Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Jenna (sebelumnya Bibit Siklon 91S) di Samudra Hindia turut memperparah kondisi cuaca di wilayah kepulauan.

Kaltim Waspada Angin Kencang

Berdasarkan analisis BMKG untuk periode 6–8 Januari 2026, Kalimantan Timur masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Namun, yang perlu menjadi perhatian khusus adalah potensi angin kencang. BMKG secara spesifik memasukkan Kaltim ke dalam kategori wilayah yang berpotensi diterjang angin kencang bersama dengan Lampung, Bengkulu, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan pada periode tersebut.

“Perpaduan faktor-faktor atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin 5 Januari 2026.

Siklon Tropis Jenna Menguat

BMKG memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S yang kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna (Kategori 1). Posisi terakhir pada 5 Januari terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung dan bergerak ke arah Selatan menjauhi Indonesia.

Meski menjauh, ekor dari siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa gelombang tinggi dan potensi cuaca buruk di wilayah sekitarnya. Intensitas siklon ini bahkan, prediksinya, akan meningkat menjadi Kategori 2 dalam beberapa hari ke depan.

Imbauan Keselamatan

Berkaca pada kejadian sepekan terakhir, di mana hujan ekstrem sempat mengguyur DI Yogyakarta (165 mm/hari) dan Sumatera Barat, BMKG berharap masyarakat tidak meremehkan prakiraan cuaca ini.

BMKG menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan aktivitas luar ruang, terutama perjalanan darat, laut, maupun udara.

Bagi warga yang hendak bepergian, BMKG kini menyediakan fitur Digital Weather for Traffic (DWT) yang aksesnya mudah melalui aplikasi InfoBMKG. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau kondisi cuaca secara real-time di sepanjang rute perjalanan yang akan dilalui. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.