GAYA HIDUP
Jangan Asal Kering, ini Ritual Wajib Setelah Kehujanan Demi Kesehatan
Kehujanan bukan sekadar masalah pakaian basah. Simak ritual wajib dilakukan segera untuk mencegah hipotermia dan penyakit setelah terpapar hujan. Jangan asal kering aja!
Rasa menggigil sering muncul beberapa jam setelah sampai di rumah usai menerobos hujan. Sementara itu, momen pasca-kehujanan kerap disepelekan. Dan penanganannya biasanya sekadar mengeringkan badan dengan handuk, itu dianggap sudah cukup.
Padahal, saat tubuh terpapar air hujan dan angin kencang secara bersamaan, terjadi penurunan suhu tubuh drastis yang memaksa sistem imun bekerja ekstra keras. Jika tidak mendapat penanganan yang benar, penggantian pakaian saja tidak cukup menyelamatkan tubuh dari risiko flu atau demam esok harinya.
Berikut langkah krusial yang harus kamu lakukan untuk memulihkan kondisi tubuh:
Segera Melepas Atribut Basah
Menunggu sampai rumah saat masih berada di kantor atau tempat umum sangat berisiko. Pakaian basah yang menempel di kulit menyedot panas tubuh dengan cepat. Hal ini menjadi pintu masuk hipotermia ringan dan kram otot. Selain itu, kondisi lembap memicu pertumbuhan jamur kulit.
Mandi Air Hangat
Langkah ini membantu menaikkan suhu inti tubuh dan melancarkan peredaran darah yang mungkin menyempit karena kedinginan. Selain itu, mandi air hangat membilas kotoran dan polutan yang terbawa air hujan secara efektif.
Mengeringkan Rambut Sampai Tuntas
Rambut basah dan dingin yang kamu biarkan terlalu lama dapat memicu sakit kepala tegang atau migrain. Suhu dingin di kepala membuat pembuluh darah menyempit, menyebabkan rasa nyeri berdenyut.
Regulasi Suhu dari Dalam
Setelah kering di luar, tubuh perlu mendapatkan kehangayan dari dalam. Konsumsi minuman dingin sebaiknya dihindari. Teh hangat atau air jahe menjadi pilihan tepat untuk membantu sistem imun kembali siaga.
Tubuh memiliki batas toleransi terhadap perubahan suhu ekstrem. Memaksa diri untuk tetap beraktivitas dengan pakaian lembap bukanlah keputusan bijak.
Waktu 15 menit untuk membersihkan dan menghangatkan diri merupakan investasi penting agar produktivitas esok hari tidak terganggu oleh demam. (ens)
-
PARIWARA4 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA3 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA3 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA2 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA22 jam agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA3 hari agoCetak Rekor di Kalimantan, Korem 091/ASN Raih Kartika Award sebagai Wilayah Bebas Korupsi

