KUKAR
Kota Bangun Perkuat Potensi Pangan dan Perikanan, Produk Ikan Asin Kukar Disebut Tembus Ekspor


Pengembangan sektor pangan dan perikanan menjadi salah satu peluang yang didorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Kawasan Kota Bangun menjadi salah satu wilayah yang disorot, terutama melalui aktivitas pengolahan hasil perikanan yang telah berkembang di masyarakat.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengatakan pengembangan kawasan utara Kukar diarahkan untuk menopang sektor pangan dan pariwisata. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada karakteristik wilayah.
“Kalau di zona utara, salah satunya di Kota Bangun, saat ini sudah ada industri pengolahan ikan asin. Produk ini juga sudah diekspor,” ujar Antoni, Jumat (23/10/2026)
Menurutnya, keberadaan usaha pengolahan ikan asin menunjukkan bahwa potensi perikanan daerah dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki jangkauan pasar lebih luas. Pengolahan hasil perikanan juga membuka peluang peningkatan nilai tambah dibandingkan apabila komoditas hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Antoni menyebut, Kondisi itu menjadi salah satu peluang yang dapat diperkuat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah. Dengan dukungan yang sesuai, sektor pengolahan hasil perikanan berpeluang memperluas kegiatan usaha sekaligus mempertahankan peran masyarakat dalam rantai produksi.
Lebih lanjut, Ia Menjelaskan, selain sektor pangan dan perikanan, kawasan utara Kukar turut memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah. Area Tabang dan Kota Bangun dinilai juga mumpuni dalam pengembangan sektor ini.
“Tabang memiliki peluang pengembangan wisata budaya, sementara kawasan Kota Bangun dapat diarahkan untuk mendukung ekowisata sungai,” Papar Antoni.
Ia menerangkan, pengembangan kedua sektor tersebut membuka kesempatan untuk menghubungkan kegiatan ekonomi masyarakat dengan potensi alam dan budaya setempat. Namun, pengembangannya tetap memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan kesiapan kawasan serta keberlanjutan potensi yang dimiliki.
Antoni menjelaskan, pemetaan zona dilakukan untuk memberikan arah pengembangan yang lebih jelas bagi masing-masing wilayah. Dengan demikian, potensi pangan, perikanan, dan pariwisata dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik kawasan.
“Kita melihat ada peluang-peluang yang bisa dikembangkan dari potensi daerah. Ini juga dapat menjadi alternatif bagi provinsi untuk disinergikan dalam transformasi ekonomi,” jelasnya.
Melalui pengembangan sektor-sektor tersebut, Kukar berupaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi perikanan dan pariwisata di kawasan utara diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

SEPUTAR KALTIM23 jam agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
SAMARINDA4 hari agoWarga Samarinda Turun ke Jalan, Desak Karhutla Kaltim Jadi Bencana Nasional
POLITIK23 jam agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
OLAHRAGA2 hari agoTujuh Tahun Vakum, CustoMAXI Kembali ke Bali dengan Modifikasi XMAX Berteknologi Canggih
KUKAR4 hari agoPersiapan MTQH XLVI Kaltim Capai 80 Persen, Kukar Siapkan Tahap Pembangunan
NUSANTARA2 hari agoMahasiswa dan Rakyat Kaltim Demo di Kantor Gubernur, Karhutla hingga Dua Tahun Prabowo-Gibran Disorot
PARIWARA1 hari agoYamaha GEAR ULTIMA Taklukkan 60 Tanjakan Ekstrem, dari Tanjakan Naga hingga Monteng
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPetugas Berjibaku Padamkan Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak APD dan Logistik Dipenuhi





