EKONOMI DAN PARIWISATA
Listrik Kaltim Padam Bergilir Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya

Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur. Kondisi ini ternyata dipicu gangguan pada sejumlah pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).
Gangguan tersebut membuat kapasitas pasokan listrik dalam sistem Kalimantan berkurang sekitar 100 megawatt (MW). Akibatnya, sistem kelistrikan harus melakukan penyesuaian distribusi beban agar pasokan yang tersedia tetap seimbang dengan kebutuhan.
Informasi mengenai penyebab gangguan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud setelah bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membahas kondisi kelistrikan di Kalimantan.
“Pertama yang disampaikan adalah berkaitan dengan beberapa IPP (Independent Power Plant) yang ada di Kalimantan ini yang menyuplai Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, terjadi kerusakan,” kata Rudy Mas’ud di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026).
Menurut Rudy, gangguan pada pembangkit tersebut bukan disebabkan oleh persoalan ketersediaan batu bara. Masalah justru berada pada mesin pembangkit yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pemeliharaan besar atau maintenance overhaul.
“Yang bermasalah bukan batu baranya, tapi mesinnya. Mereka melakukan maintenance overhaul dan kebetulan terjadi bersamaan,” ujarnya.
Sejumlah Pembangkit Bermasalah Bersamaan
Pemeliharaan sejumlah pembangkit dalam waktu yang berdekatan membuat kapasitas pembangkitan yang tersedia untuk sistem kelistrikan Kalimantan ikut berkurang.
Dalam kondisi normal, kapasitas pembangkit harus disesuaikan dengan kebutuhan beban listrik. Ketika beberapa unit mengalami gangguan, operator perlu mengatur kembali distribusi listrik untuk menjaga keseimbangan sistem.
Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan pemadaman bergilir di wilayah tertentu.
Rudy menyebut kapasitas pembangkit yang terdampak berada di kisaran 100 MW. Besaran tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan sistem memenuhi kebutuhan listrik ketika beberapa pembangkit mengalami gangguan secara bersamaan.
“Beberapa IPP yang ada di Kalimantan ini yang men-support Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, terjadi kerusakan,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar pembangkit.
“Masalahnya bukan batubaranya, tapi yang bermasalah adalah engine-nya,” ujar Rudy.
Pemadaman bergilir pun menjadi perhatian karena listrik merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat. Gangguan pasokan dapat berdampak pada rumah tangga, perdagangan, perkantoran, pelayanan publik hingga kegiatan industri yang membutuhkan listrik secara kontinu.
Di Kalimantan Timur, kebutuhan listrik juga terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan ekonomi. Kehadiran berbagai proyek infrastruktur, kegiatan industri serta perkembangan kawasan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membutuhkan dukungan pasokan listrik yang stabil.
Perbaikan Ditargetkan Kurang Dari 10 HariPemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini menunggu pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan. Rudy mengatakan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses perbaikan mesin.
Menurut Rudy, Kementerian ESDM telah memberikan perkiraan waktu penanganan gangguan tersebut. Pemerintah daerah berharap perbaikan dapat dilakukan sesuai target sehingga kapasitas pembangkit yang hilang segera kembali masuk ke sistem.
“Yang jelas disampaikan kemarin tidak lebih daripada 10 hari. Itu sudah pemadamannya mudah-mudahan sudah bisa berkurang atau sudah tidak terjadi lagi di Kalimantan,” katanya.
Selama sejumlah pembangkit masih menjalani perbaikan, sistem kelistrikan harus mengatur pasokan berdasarkan kapasitas pembangkitan yang tersedia.
Pemulihan melalui maintenance overhaul diharapkan dapat mengembalikan kemampuan pembangkit yang sebelumnya tidak dapat digunakan. Ketika unit kembali beroperasi, kapasitas listrik yang masuk ke sistem akan bertambah sehingga tekanan terhadap pasokan diharapkan berkurang.
Rudy mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan perbaikan tersebut bersama pemerintah pusat dan pihak terkait.
“Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah segera terselesaikan,” ujarnya.
Gangguan tersebut juga menunjukkan bahwa keandalan sistem kelistrikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Kondisi mesin pembangkit dan kesiapan unit untuk beroperasi sesuai kapasitas turut menentukan kemampuan sistem memenuhi kebutuhan listrik.
Pemeliharaan pembangkit merupakan bagian dari operasi pembangkit listrik. Namun, ketika beberapa unit harus menjalani pemeliharaan besar dalam waktu yang hampir bersamaan, kapasitas yang tersedia bagi sistem ikut berkurang.
Bagi Kalimantan Timur, pemulihan pembangkit menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk mengurangi pemadaman bergilir. Terlebih, kebutuhan listrik terus meningkat seiring aktivitas masyarakat, investasi, industri dan pembangunan kawasan strategis.
Rudy menyebut target penanganan yang disampaikan Kementerian ESDM berada dalam rentang kurang dari 10 hari. Pemerintah daerah berharap proses perbaikan tidak mengalami kendala sehingga kapasitas yang hilang dapat segera kembali masuk ke sistem kelistrikan Kalimantan.
Selama proses pemulihan berlangsung, masyarakat masih berpotensi merasakan penyesuaian pasokan listrik. Pemerintah Provinsi Kaltim menyatakan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan perbaikan pembangkit. (Gi/am)

BERAU3 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
SEPUTAR KALTIM4 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
BALIKPAPAN3 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
SEPUTAR KALTIM4 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
PARIWARA11 jam agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
EKONOMI DAN PARIWISATA6 jam agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg
KUKAR1 hari agoErau Adat Kutai 2026 Masuk KEN, Budaya Kutai Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
SEPUTAR KALTIM1 jam agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU


