KUTIM
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Anggota DPRD Kutim Ingatkan Soal Integrasi Program dan Kolaborasi

Percepatan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur sangat diperlukan demi kemajuan daerah. Namun ternyata ada berbagai kendala yang dihadapi. Utamanya soal integrasi pembangunan dan kolaborasi.
Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan. Menurutnya, pentingnya perencanaan yang terintegrasi dalam pembangunan daerah. Ia menilai saat ini belum optimal.
Padahal, sudah ada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sebagai acuan program pembangunan jangka menengah yang beraku tiap lima tahun.
“RPJMD ini kan menjadi landasan utama untuk menentukan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Kita ikuti saja itu mestinya,” ujar Agusriansyah saat di temui awak media di DPRD Kutim, Jumat 2 Agutus 2024.
Dari RPJMD tersebut, dimasukkan dalam rencana aksi pemda. Yang dinamakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ini merupakan rencana program tahunan.
Selain itu, terdapat pula rencana kerja (Renja) dan rencana strategis (Restra) yang menjadi acuan lebih detail dalam pencapaian target tahunan.
Nah menurut Agusriansyah, masalah muncul dari semua dokumen tersebut belum integrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Belum rapi disusun itu adalah terintegrasi yang sebenarnya antara OPD satu dan OPD lainnya. Kita berkeinginan untuk membangun suatu rapat terintegrasi perencanaan yang memang harus bergabung,” tegasnya.
Kolaborasi
Kendala lain yang dihadapi terkiat pembanguna infrastruktur yaitu soal kolaborasi. Misalnya, penyelesaian infrastruktur listrik di seluruh wilayah Kutai Timur yang ditargetkan pada tahun 2025.
Saat ini, masih terdapat sekitar 20 desa dari total 142 desa yang belum menikmati fasilitas listrik.
Menurutnya, sangat penting dilakukan kolaborasi antara Pemkab dengan PLN. Karena soal ini, pemda tidak bisa kerja sendiri. Butuh dukungan dari pihak PLN
“Pemda sangat serius dalam penanganan ini. Apakah dayanya menggunakan sharing dengan daya yang dimiliki dengan perusahaan, konektivitas Blok Mahakam termasuk penggunaan diesel-diesel yang juga menjadi bagian yang didiskusikan dalam pemenuhan,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar setiap OPD telah memiliki target rencana kerja dan rencana strategis masing-masing. Agar dapat segera dieksekusi. “Itu pasti ada target rencana kerja dan rencana strateginya dari setiap SKPD,” katanya.
Dengan adanya perencanaan yang matang dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, PLN, dan pihak swasta, diharapkan pembangunan infrastruktur di Kutai Timur dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Semangat kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap infrastruktur dasar,” pungkasnya. (han/am)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEkspor Perikanan Kaltim Melesat, 56 Ton Produk Laut Segar Terbang ke China Setiap Bulan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Buka Seleksi Komisaris dan Direksi BUMD 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Kaltim Luncurkan Warna Baru GEAR ULTIMA Hybrid di Karnaval Gear Ultima 2026, Usung Desain Dual Tone Lebih Modern
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoYamaha Luncurkan MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair 2026, Hadirkan Sensasi MotoGP untuk Pecinta Balap
-
SAMARINDA3 hari agoAnggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi Dorong Partisipasi Masyarakat di Era Demokrasi Digital
-
EKONOMI DAN PARIWISATA1 hari agoKaltim Siapkan 15 Ribu Hektare Sawah Baru untuk Dukung Swasembada Beras
-
PARIWARA2 hari agoAuto Lebih Percaya Diri! Kolaborasi Yamaha x Kahf Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Ala Classy Modern Explorer
-
SAMARINDA14 jam agoJelang Tahun Ajaran Baru, Pemprov Kaltim Percepat Pembenahan SMAN 10 Samarinda

