BERITA
Prakiraan Cuaca Sepekan: Bibit Siklon 97S Muncul, Wilayah Selatan Indonesia Waspada Hujan Ekstrem
Prakiraan cuaca sepekan ke depan, Bibit Siklon 97S picu potensi hujan ekstrem di wilayah selatan Indonesia. BMKG tetapkan status Awas untuk NTT dan Siaga untuk Jawa-Bali.
Kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi belum boleh mengendur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi pembentukan sistem cuaca baru, yakni Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Timor, yang prediksinya membawa dampak signifikan bagi wilayah Indonesia bagian selatan.
Fenomena ini muncul menggantikan Bibit 96S yang sebelumnya terdeteksi di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan kini telah punah. Kehadiran Bibit 97S memicu pola pertemuan angin (konvergensi) memanjang, yang secara otomatis mendongkrak pertumbuhan awan hujan mulai dari Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Situasi atmosfer semakin kompleks dengan aktifnya Monsun Asia. Massa udara basah dari Laut Cina Selatan terdorong melintasi Selat Karimata menuju selatan ekuator. Ditambah lagi, fenomena gelombang atmosfer Madden–Julian Oscillation (MJO) dan kondisi La Niña lemah turut memperkaya pasokan uap air di langit nusantara.
Rekor Curah Hujan Tertinggi
Dampak nyata dari dinamika ini sudah tercatat dalam data BMKG beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem mengguyur sejumlah titik. Rekor tertinggi dipegang DKI Jakarta (213,4 mm/hari), lalu Sulawesi Selatan (101,2 mm/hari), Jawa Barat (86,7 mm/hari), dan Kota Tangerang (85,4 mm/hari).
Ke depan, BMKG juga menyoroti potensi cold surge atau seruakan dingin dari Benua Asia. Fenomena perbedaan tekanan udara ini dapat memperparah cuaca ekstrem, khususnya di Sumatera Bagian Selatan dan Pulau Jawa.
Peta Kerawanan 20–22 Januari 2026
Merespons kondisi tersebut, BMKG merilis peringatan dini untuk periode 20–22 Januari 2026. Wilayah selatan Indonesia menjadi sorotan utama:
- Status AWAS (Hujan Ekstrem): Berlaku khusus untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Status SIAGA (Hujan Lebat – Sangat Lebat): Mencakup wilayah padat penduduk di sisi selatan, yakni Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Bengkulu, Lampung, dan Sulawesi Selatan.
- Angin Kencang: Mengancam pesisir selatan mulai dari Lampung, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sulawesi dan Papua.
Sementara untuk periode lanjutan (23–26 Januari 2026), hujan intensitas sedang hingga lebat prediksinya masih akan mengguyur Sumatera Selatan, Bengkulu, Yogyakarta, Bali, hingga wilayah timur Indonesia.
Imbauan bagi Pelaku Perjalanan
Mengingat luasnya cakupan dampak di wilayah selatan Indonesia, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan. Para pemudik atau wisatawan yang menggunakan jalur darat, laut, dan udara disarankan rutin memantau perkembangan cuaca.
BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) untuk mempermudah pengecekan kondisi cuaca spesifik di sepanjang rute perjalanan. Informasi resmi terbaru dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial @infobmkg. (ens)
-
GAYA HIDUP5 hari agoBuka Awal Tahun 2026, YAMAHA Luncurkan Varian Warna Baru Untuk Skutik Premium XMAX Connected
-
BALIKPAPAN2 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
BERITA5 hari agoHari Desa Nasional 2026: Meneguhkan Posisi Desa sebagai Jantung Pembangunan Indonesia
-
PARIWARA4 hari agoSetingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano
-
GAYA HIDUP1 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAwas ‘Teknostress’ Mengintai Birokrasi, BPSDM Kaltim Minta ASN Jangan Cuma Kejar Target
-
NUSANTARA4 hari agoPastikan Pembangunan IKN Lanjut, Prabowo Koreksi Desain hingga Kejar Target 2028
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKaltim Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026, Dua Wilayah Sabet Peringkat 1

