SEPUTAR KALTIM
Semai Garam di Langit IKN untuk Kelancaran Aktivitas Jelang HUT ke-79 RI
BMKG menyemai garam di langit IKN untuk menghalau hujan. Tujuannya agar aktivitas di IKN seperti konstruksi hingga kegiatan menjelang HUT ke-79 RI berjalan lancar dan tidak ada hambatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setiap hari menyemai garam di langit Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menghalau hujan.
Tujuan dari menyemai garam ini demi kelancaran konstruksi hingga aktivitas peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
“Hingga hari ini masih berlangsung proses penyemaian zat NaCl (garam) dalam rangkaian operasi modifikasi cuaca (OMC) agar tidak hujan, karena dapat menghambat kegiatan di IKN,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan Kukuh Ribudiyanto di Balikpapan, Kamis 15 Agustus 2024.
Kegiatan ini dilakukan dengan pihak terkait. Seperti pesawat yang diterbangkan dari bandara di Samarinda maupun yang diterbangkan dari bandara di Balikpapan.
Untuk penyebaran garam menggunakan pesawat dari Samarinda dilakukan kerja sama antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Smart Aviation, sedangkan dari Balikpapan dilakukan kerja sama BMKG dan TNI AU.
Pesawat dari Samarinda bisa melakukan operasi antara 4-6 kali per hari, tergantung pada cuaca atau mendung yang berpotensi menyebabkan hujan, sementara OMC dari Balikpapan dilakukan 2-3 kali per hari.
“Pesawat untuk OMC dari Samarinda tergolong kecil dengan beban muat garam sekitar 1 ton per operasi, sedangkan pesawat dari Balikpapan lebih besar dengan berat garam yang diangkut antara 1,5-2 ton per operasi. Garam tersebut disemai di langit IKN,” katanya.
Kegiatan ini berlangsung sejak Juni lalu dan terus berlanjut sampai sekarang, apalagi saat ini mendekati peringatan upacara Kemerdekaan RI dan banyaknya aktivitas di IKN, ketika cuaca mendung, tentu OMC segera dilakukan.
Hari ini, lanjutnya, pesawat dari Samarinda sudah tiga kali menyemai garam di langit IKN.
Semai garam pertama dilakukan subuh tadi, kemudian jam 08.00 WIB dan dilanjutkan siang hari, bahkan bisa sampai malam karena adanya awan tebal dari arah laut.
“Sedangkan untuk pesawat dari Balikpapan hingga siang ini belum melakukan OMC, karena menyesuaikan adanya latihan tempur, termasuk masih adanya hujan di Balikpapan,” katanya. (rw)
-
PARIWARA5 hari agoSiap Bangkit Lagi, Aldi Satya Mahendra Fokus Pemulihan dan Kembali Stay di Eropa
-
BALIKPAPAN2 hari agoEfisiensi Anggaran Tekan Kinerja dan Produksi Perda di Balikpapan
-
PARIWARA2 hari agoSudah Sampai ke Tangan Konsumen, Ini Fitur yang Jadi Daya Tarik TMAX Si-Raja Skutik Premium MAXI Yamaha
-
BALIKPAPAN1 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA18 jam agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM14 jam agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti

