<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buaya Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/buaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buaya/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 May 2025 16:56:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Buaya Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/buaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Konflik Buaya dan Manusia Meningkat, BKSDA Kaltim dan BPSPL Perkuat Sinergi Penanganan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/konflik-buaya-dan-manusia-meningkat-bksda-kaltim-dan-bpspl-perkuat-sinergi-penanganan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2025 16:56:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Manuasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=47582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maraknya konflik antara buaya dan manusia di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kaltim, memicu kekhawatiran publik. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan buaya dilaporkan terjadi di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kalimantan Selatan, hingga Jawa. Menanggapi hal ini, Ari Wibawanto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/konflik-buaya-dan-manusia-meningkat-bksda-kaltim-dan-bpspl-perkuat-sinergi-penanganan/">Konflik Buaya dan Manusia Meningkat, BKSDA Kaltim dan BPSPL Perkuat Sinergi Penanganan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Maraknya konflik antara buaya dan manusia di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kaltim, memicu kekhawatiran publik. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan buaya dilaporkan terjadi di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kalimantan Selatan, hingga Jawa.</p>



<p>Menanggapi hal ini, Ari Wibawanto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) untuk memperkuat penanganan berbasis regulasi terbaru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regulasi Baru dan Alih Kewenangan</h2>



<p>Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 terkait Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kewenangan penanganan satwa perairan seperti buaya, lumba-lumba, dan pesut kini dialihkan ke BPSPL di bawah KKP.  </p>



<p>Ari Wibawanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan BPSPL Regional Kalimantan di Pontianak untuk memastikan transisi kewenangan berjalan lancar.</p>



<p>“Kami siap mendukung BPSPL, baik dari segi sumber daya manusia, sarana, maupun operasional di lapangan,” tegasnya, Kamis 1 Mei 2025.</p>



<p>Meski demikian, BPSPL disebut masih dalam tahap persiapan menyambut mandat baru ini. “Aturan teknis dari KKP masih menunggu pengesahan, namun kami tidak mempermasalahkan. Yang penting masyarakat tetap terlindungi,” tambah Ari. Hingga saat ini, kedua lembaga bergerak bersama dalam evakuasi buaya, seperti di Samboja, Mentawir, dan Balikpapan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan di Lapangan: Habitat yang Tergerus dan Overpopulasi</h2>



<p>Konflik buaya dan manusia dinilai tak lepas dari tumpang tindih habitat buaya dengan aktivitas masyarakat. “Sungai-sungai di Kaltim, terutama daerah muara, adalah habitat alami buaya. Saat air pasang, mereka bisa menyebar ke pemukiman,” jelasnya.</p>



<p>Ia menekankan, upaya sosialisasi terus dilakukan untuk mengingatkan warga agar lebih waspada beraktivitas di wilayah rawan. Pemasangan papan peringatan di pinggir sungai menjadi salah satu langkah preventif.</p>



<p>Meski jumlah buaya di penangkaran BKSDA mencapai ribuan ekor, Kepala Balai BKSDA Kaltim ini menyatakan belum dapat menyimpulkan adanya overpopulasi. “Ini lebih ke persoalan ruang hidup buaya yang tergerus, sehingga mereka terkonsentrasi di area tertentu,” ujarnya. </p>



<p>Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga 2023 juga masih menetapkan buaya sebagai satwa dilindungi, sehingga pemanfaatan komersial, seperti kulit, hanya boleh dilakukan pada hasil penangkaran generasi F2 atau keturunan ketiga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Solusi Jangka Panjang: Adaptasi dan Sinergi Lintas Sektor</h2>



<p>Ari mengakui bahwa evakuasi buaya bukan solusi tuntas. “Kami tidak mungkin terus memindahkan buaya ke penangkaran yang sudah penuh. Masyarakat perlu beradaptasi, memahami bahwa mereka hidup berdampingan dengan satwa liar,” tegasnya. </p>



<p>Ia juga menyoroti perlunya regulasi khusus dari KKP untuk mengoptimalkan peran BPSPL ke depan. Sementara itu, upaya kolaboratif terus dijalankan. </p>



<p>“Jika ada laporan, tim gabungan BKSDA dan BPSPL langsung turun. Pemerintah tidak boleh diam saat warganya terancam,” pungkasnya <strong>(Chanz/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/konflik-buaya-dan-manusia-meningkat-bksda-kaltim-dan-bpspl-perkuat-sinergi-penanganan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/konflik-buaya-dan-manusia-meningkat-bksda-kaltim-dan-bpspl-perkuat-sinergi-penanganan/">Konflik Buaya dan Manusia Meningkat, BKSDA Kaltim dan BPSPL Perkuat Sinergi Penanganan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 12:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KUTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPRD KALTIM 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Kutai Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Kutim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=43200</guid>

					<description><![CDATA[<p>Habitat buaya di Kabupaten Kutai Timur masih sering memakan korban jiwa. Anggota DPRD Kaltim Sulasih mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi area yang rawan. Terutama juga anak-anak agar dapat mematuhi rambu larangan. Kabupaten Kutai Timur tak hanya terkenal dengan kekayaan berupa perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Namun juga memiliki banyak binatang buas yang hidup di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/">Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="172" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1200x172.webp" alt="" class="wp-image-41883" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1200x172.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-300x43.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-768x110.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-1536x220.webp 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-scaled.webp 2048w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/10/DPRD-KALTIM-18x3.webp 18w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="has-drop-cap">Habitat buaya di Kabupaten Kutai Timur masih sering memakan korban jiwa. Anggota DPRD <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kaltim</a> Sulasih mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi area yang rawan. Terutama juga anak-anak agar dapat mematuhi rambu larangan.</p>



<p>Kabupaten Kutai Timur tak hanya terkenal dengan kekayaan berupa perkebunan kelapa sawit dan tambang batubara. Namun juga memiliki banyak binatang buas yang hidup di alam liar, seperti buaya.</p>



<p>Akhir-akhir ini, pemberitaan mengenai buaya yang memakan korban jiwa di Kabupaten Kutai Timur masih terus terdengar. Jumlah korban berjatuhan pun terus bertambah. Masalah ini pun jadi kekhawatiran masyarakat dan jadi perhatian pemerintah daerah.</p>



<p>Mengingat Kutai Timur juga memiliki sungai-sungai yang tak jauh dari permukiman. Sehingga ketika habitat buaya terganggu, hewan liar ini juga kerap naik ke kawasan warga. Sehingga pemerintah harus memberikan perhatian lebih.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jauhi Buaya</strong></h2>



<p>Anggota DPRD Kaltim Sulasih meminta kepada pemerintah daerah baik itu kabupaten maupun Provinsi Kaltim, untuk melihat kembali rambu-rambu larangan yang sudah banyak dipasang. Jika masih kurang perlu ditambah atau diperketat.</p>



<p>Selain itu, Sulasih juga mengimbau kepada&nbsp; masyarakat setempat untuk dapat mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang dan menjauhi kawasan yang memang rawan. Agar insiden buaya memakan manusia tidak semakin bertambah.</p>



<p>“Pencegahan dari masyarakat, daerah rawan jangan ke situ. Cuma masyarakat kadang teledor ada yang main di situ,” kata Sulasih kepada media belum lama ini.</p>



<p>Tambahnya, para orang tua juga harus mengawasi secara ketat area bermain untuk anak-anak. Agar tidak bermain di sungai atau bahkan mendekati rumah buaya.</p>



<p>“Antisipasi mencegah anak-anak jangan main di lingkungan situ dulu,” pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/tag/adv-dprd-kaltim-2024/">(adv/ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-di-kutim-masih-sering-makan-korban-sulasih-imbau-masyarakat-jauhi-area-rawan-dan-patuhi-rambu-larangan/">Buaya di Kutim Masih Sering Makan Korban, Sulasih Imbau Masyarakat Jauhi Area Rawan dan Patuhi Rambu Larangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buaya Sering Muncul di Belakang Pasar Segiri Samarinda, Pengamat: Itu Pertanda Bagus!</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/buaya-sering-muncul-di-belakang-pasar-segiri-samarinda-pengamat-itu-pertanda-bagus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 15:40:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya SKM]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Segiri]]></category>
		<category><![CDATA[sungai karang mumus]]></category>
		<category><![CDATA[Yustinus Sapto Hardjanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=36440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari ini, seekor buaya sering terlihat di Sungai Karang Mumus (SKM) persisnya di area Pasar Segiri Samarinda. Kemunculannya bikin warga waswas. Namun menurut pemerhati sungai, itu adalah hal yang bagus. Kehadiran hewan buas di tengah permukiman manusia kerap jadi masalah. Seperti halnya kehadiran buaya berukuran tanggung di kawasan Pasar Segiri baru-baru ini. Masyarakat sekitar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-sering-muncul-di-belakang-pasar-segiri-samarinda-pengamat-itu-pertanda-bagus/">Buaya Sering Muncul di Belakang Pasar Segiri Samarinda, Pengamat: Itu Pertanda Bagus!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Beberapa hari ini, seekor buaya sering terlihat di Sungai Karang Mumus (SKM) persisnya di area Pasar Segiri <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a>. Kemunculannya bikin warga waswas. Namun menurut pemerhati sungai, itu adalah hal yang bagus.</p>



<p>Kehadiran hewan buas di tengah permukiman manusia kerap jadi masalah. Seperti halnya kehadiran buaya berukuran tanggung di kawasan Pasar Segiri baru-baru ini. Masyarakat sekitar jadi waswas. Khawatir kalau ada yang apes tersambar buaya saat beraktivitas di sekitaran SKM.</p>



<p>Di tengah kekhawatiran itu, pemerhati lingkungan hidup Samarinda, Yustinus Sapto Hardjanto memberi opini tidak populer. Ia justru menyebut kemunculan buaya itu bisa jadi pertanda bagus.</p>



<p>“Bagus saja, artinya Sungai Karang Mumus kembali jadi habitat buaya.”</p>



<p>“Dulu antara kelokan Gang Nibung sampai telukan di sebelah Jembatan Kehewanan memang tempat buaya,” ujarnya pada <em>Kaltim Faktual, </em>Kamis.</p>



<p>Dalam beberapa tahun terakhir, SKM memang diterpa isu kualitas dan kuantias air. Pada musim kemarau, kondisi sungai surut, air berwarna hitam, dan menimbulkan bau. Tapi saat musim penghujan, airnya meluber ke mana-mana.</p>



<p>Rusaknya fungsi anak Sungai Mahakam ini beragam. Seperti sempadan sungai yang berubah jadi rumah ataupun beton, bukannya pepohonan. Hingga menjadi bak sampah raksasa bagi masyarakat sekitar sungai.</p>



<p>Nah, rusaknya ekosistem sungai ini tak hanya membuat airnya kotor dan berbau. Tapi hewan-hewan seperti ikan, udang, hingga buaya yang dulu banyak berada di SKM, keberadaannya semakin sedikit. Hewan-hewan penghuni SKM ini secara alamiah pergi ke tempat yang kualitas airnya lebih baik. Maka kembalinya buaya itu memunculkan 2 kemungkinan.</p>



<p>“Bisa jadi kualitas air SKM lebih baik, walau buaya tahan saja hidup di air buruk. Atau karena jumlah ikannya bertambah, karena buaya suka hidup di tempat yang banyak makanannya,” tambah Yustinus.</p>



<p>“Tapi bisa juga buaya itu datang karena makan limbah seperti bangkai ayamyang sering dibuang warga ke sungai,” timpalnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>SKM Harus Diperiksa Rutin</strong></h2>



<p>Yustinus berharap kemunculan buaya ini menjadi trigger buat pemkot untuk melakukan pemeriksaan kualitas air SKM.</p>



<p>“Kalau asumsi kita ada perbaikan kualitas lingkungan dan air SKM, memang mestinya ada penelitian. Apa ada peningkatan populasi dan jenis ikan di sungai tersebut.”</p>



<p>“Pemeriksaan kualitas air juga mestinya dilakukan setiap tahun, karena airnya merupakan sumber air baku,” terangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jangan Ganggu Buayanya</strong></h2>



<p>Meski kualitas air SKM buruk, masih banyak warga yang menggunakannya sebagai air mandi, cuci, dan kakus. Bahkan masih kerap dijumpai anak-anak berenang di sungai itu.</p>



<p>Kemunculan buaya jelas memunculkan potensi hal buruk. Semisal, manusia yang beraktivitas di sungai tiba-tiba diterkam hewan tersebut. Sampai sini, muncul dilematis. Di satu sisi, sungai adalah rumahnya buaya. Di sisi lain, ada banyak manusia yang beraktivitas langsung di SKM. Lantas, apakah buayanya perlu ditangkap saja?</p>



<p>“Nah ini repot. Rasanya biarkan saja. Toh Karang Mumus secara kasat mata tidak layak untuk anak-anak mandi atau bermain di dalam badan air.”</p>



<p>“Kalau buaya masuk ke permukiman mungkin baru diambil langkah itu (menangkap). Selama hanya berdiam di badan sungai biarkan saja. Kalau perlu pemerintah memasang tanda,” pungkasnya.<a href="https://kaltimfaktual.co/penyerapan-anggaran-pemkot-samarinda-bagus-tapi-proyek-banyak-molor/"> <strong>(dra)</strong></a></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/buaya-sering-muncul-di-belakang-pasar-segiri-samarinda-pengamat-itu-pertanda-bagus/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/buaya-sering-muncul-di-belakang-pasar-segiri-samarinda-pengamat-itu-pertanda-bagus/">Buaya Sering Muncul di Belakang Pasar Segiri Samarinda, Pengamat: Itu Pertanda Bagus!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puji: Buaya Riska Bisa Jadi Magnet Pariwisata</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/puji-buaya-riska-bisa-jadi-magnet-pariwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 10:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BONTANG]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPRD KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[buaya riska]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=23064</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut Puji Setyowati, jika buaya Riska ditangani dengan tepat oleh lembaga yang tepat. Keberadaannya bisa menjadi magnet pariwisata Kota Bontang. Di Kaltim ini, ada banyak sekali buaya. Namun yang paling tersohor, adalah Riska. Predator yang tinggal di Sungai Guntung, Bontang ini. Telah bertemu banyak pesohor dari bangsa manusia. Riska terkenal sebagai seekor buaya yang jinak. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/puji-buaya-riska-bisa-jadi-magnet-pariwisata/">Puji: Buaya Riska Bisa Jadi Magnet Pariwisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1200" height="330" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM-1200x330.webp" alt="BENNAR DPRD KALTIM 2023" class="wp-image-24400" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM-1200x330.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM-300x82.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM-768x211.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM-1536x422.webp 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/11/BENNR-DPRD-KALTIM.webp 1724w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="has-drop-cap">Menurut Puji Setyowati, jika buaya Riska ditangani dengan tepat oleh lembaga yang tepat. Keberadaannya bisa menjadi magnet pariwisata Kota Bontang.</p>



<p>Di <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kaltim</a> ini, ada banyak sekali buaya. Namun yang paling tersohor, adalah Riska. Predator yang tinggal di Sungai Guntung, Bontang ini. Telah bertemu banyak pesohor dari bangsa manusia.</p>



<p>Riska terkenal sebagai seekor buaya yang jinak. Aksinya saat makan bersama ‘pawangnya’ Ambo, selalu mendapat banyak penonton di media sosial. Meski banyak juga yang memperingatkan Ambo agar tidak sedekat itu dengan buaya.</p>



<p>Bersamaan dengan semakin terkenalnya Riska. Gejolak pun mulai berdatangan. Ada rasa takut jika Riska yang sering berseliweran di kawasan penduduk tepi sungai. Bisa menjadi pemangsa.</p>



<p>Pada akhirnya Riska ditangkap dan dievakuasi ke penangkaran buaya di Teritip, Balikpapan. Oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, 3 Oktober 2023 lalu. Teranyar, kawan Riska bernama ompong juga dievakuasi ke tempat yang sama. Karena diduga memangsa masyarakat sekitar.</p>



<p>Proses evakuasi ini menuai pro dan kontra. Yang sepakat menilai dari aspek keamanan. Sementara yang kontra melihat Riska bukan sebagai ancaman.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Riska Bisa Jadi Ikon Wisata</strong></h2>



<p>Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Puji Setyowati ikut berpendapat. Menurutnya buaya tersebut bisa menjadi aset berharga. Asal dikelola dengan benar.</p>



<p>&#8220;Salah satu caranya, dengan memberikan tanggung jawab penanganan buaya Riska kepada lembaga resmi perlindungan hewan,&#8221; ungkapnya, belum lama ini.</p>



<p>Kehadiran predator di antara manusia memang bak pisau bermata dua. Satu sisi bisa menjadi sumber rezeki, karena keberadaannya bisa mendatangkan wisatawan yang akhirnya membelanjakan uangnya di kawasan tersebut. Memutar ekonomi kerakyatan. Di sisi lain, bisa menjadi ancaman.</p>



<p>Karena itu, Puji menekankan jika penanganannya harus menyeimbangkan antara sisi pariwisata dan keamanan. Penanganan buaya seperti Riska, lanjutnya, bukan hanya soal memberi makanan saja. Namun mencakup manajemen yang lebih luas. Bahkan sampai ke pengaturan limbahnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/jelle-goselink-pengganti-bustos-yang-berakhir-boncos/">(dmy/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dprd.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dprd.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DPRD KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/puji-buaya-riska-bisa-jadi-magnet-pariwisata/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/puji-buaya-riska-bisa-jadi-magnet-pariwisata/">Puji: Buaya Riska Bisa Jadi Magnet Pariwisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
