<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kajian Geologi Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/kajian-geologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/kajian-geologi/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Nov 2023 02:48:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Kajian Geologi Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/kajian-geologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Arsip Kajian Geologi untuk Keberlangsungan Pembangunan Daerah</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/pentingnya-arsip-kajian-geologi-untuk-keberlangsungan-pembangunan-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 14:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Keledang Mas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=24801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kajian geologi menjadi penting sebagai pertimbangan sebelum pembangunan. Untuk melihat potensi dan dampak dari suatu wilayah. Untuk itu arsip kajian geologi diperlukan. Masih banyak yang menganggap remeh keberadaan bidang kearsipan. Karena dianggap sebagai kumpulan informasi tentang masa lampau. Padahal arsip memiliki pengaruh yang sangat besar pada beberapa bidang tertentu. Misalnya saja dalam dalam pembangunan tata [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pentingnya-arsip-kajian-geologi-untuk-keberlangsungan-pembangunan-daerah/">Pentingnya Arsip Kajian Geologi untuk Keberlangsungan Pembangunan Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Kajian geologi menjadi penting sebagai pertimbangan sebelum pembangunan. Untuk melihat potensi dan dampak dari suatu wilayah. Untuk itu arsip kajian geologi diperlukan.</p>



<p>Masih banyak yang menganggap remeh keberadaan bidang kearsipan. Karena dianggap sebagai kumpulan informasi tentang masa lampau. Padahal arsip memiliki pengaruh yang sangat besar pada beberapa bidang tertentu.</p>



<p>Misalnya saja dalam dalam pembangunan tata kota pada suatu wilayah. Perlu arsip data soal kajian terhadap suatu wilayah itu untuk melihat potensi dan risiko yang akan terjadi di masa mendatang.</p>



<p>Seperti peristiwa lima bulan lalu di Samarinda. Terjadi longsor pada tanah bukit di sekitar permukiman warga. Di Perumahan Keledang Mas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Samarinda">Samarinda</a> Seberang. Padahal sudah terbangun rumah-rumah dari tahun 90-an.</p>



<p>Dari sana, arsip kajian lingkungan atau kajian ilmu geologi menjadi penting. Agar penanganan lahan pascabencana tidak keliru. Dan dapat menambah informasi sebagai pertimbangan pembangunan apapun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jangan Remehkan Arsip Kajian Geologi</strong></h2>



<p>Pakar Geologi Kaltim, Fajar Alam menekankan pentingnya arsip kajian itu untuk mendukung perencanaan tata kota. Sehingga tidak bisa dianggap remeh.</p>



<p>&#8220;Penting dong. Karena memang apapun. Informasi yang dihimpun dari suatu wilayah. Mau daerah geologi maupun data keragaman hayati misalnya. Pasti pentinglah untuk tata wilayah perkembangan kota,&#8221; jelas Fajar belum lama ini.</p>



<p>Yang tak kalah penting adalah kajian yang dilakukan terhadap kondisi bawah permukaan tanah. Yang secara pandangan awam memang tidak terlihatm tetapi kalau tidak diperhatikan bisa berbahaya.</p>



<p>&#8220;Yang sifatnya data di bawah permukaan ya, pengeboran seismik, Geolostrik misalnya yang sering dilakukan, di pupr biasanya di situ kan,&#8221; catatnya.</p>



<p>&#8220;Sondir. Geolistrik kalau ada pembangunan jalan dan jembatan,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Penelitian bawah permukaan tanah menjadi penting sebab penelitian dasar tidak mampu menjangkau hingga aspek itu. Sebab diperlukan dana dan usaha yang besar untuk melakukannya.</p>



<p>&#8220;Kalau penelitian dasar biasanya hanya bisa di permukaan aja. Butuh effort lebih, biaya lebih kalau nggak sedang ada kegiatan oleh perusahaan nggak bakal dapat informasi seperti itu.&#8221;</p>



<p>Karena sulit didapatkan. Sehingga setiap inisiator sebuah proyek. Hasil kajian pra pembangunan perlu sekali untuk diarsipkan. Sebagai landasan pertimbangan pembangunan kedepannya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/line-up-pemain-pelapis-borneo-fc-mewah-juga/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/pentingnya-arsip-kajian-geologi-untuk-keberlangsungan-pembangunan-daerah/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pentingnya-arsip-kajian-geologi-untuk-keberlangsungan-pembangunan-daerah/">Pentingnya Arsip Kajian Geologi untuk Keberlangsungan Pembangunan Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[ADV DPK KALTIM 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Geologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=24879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arsip kajian geologi lanjutan, masih banyak tersebar. Sebab menjadi milik inisiator proyek. Belum ada regulasi khusus yang mengumpulkannya menjadi satu dan dikelola. Kajian geologi lanjutan meliputi kegiatan kajian pada suatu wilayah. Terhadap kondisi di bawah permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum memulai proyek besar atau adanya suatu pembangunan. Misalnya pengeboran. Sebuah upaya untuk mendapatkan informasi tentang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/">Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap"><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Arsip">Arsip</a> kajian geologi lanjutan, masih banyak tersebar. Sebab menjadi milik inisiator proyek. Belum ada regulasi khusus yang mengumpulkannya menjadi satu dan dikelola.</p>



<p>Kajian geologi lanjutan meliputi kegiatan kajian pada suatu wilayah. Terhadap kondisi di bawah permukaan tanah. Biasanya dilakukan sebelum memulai proyek besar atau adanya suatu pembangunan.</p>



<p>Misalnya pengeboran. Sebuah upaya untuk mendapatkan informasi tentang susunan, ketebalan, hingga kandungan dari batuan. Ataupun mengukur kedalaman untuk sampai ke sumber migas.</p>



<p>Bisa juga berupa geolistrik. Merupakan teknik geofisika yang digunakan untuk mengukur karakteristik material di bawah permukaan tanah. Untuk penentuan potensi sumber air tanah di bawah permukaan. Atau rencana pembangunan jalan dan jembatan.</p>



<p>Namun, menurut Pakar Geologi Kaltim, Fajar Alam. Aktifitas kajian lingkungan biasanya dilakukan oleh pihak ke-3 yang dipercaya oleh inisiator atau pemilik proyek. Biasa sebagai pra-proyek. Alias masuk perencanaan sebelum proyek berjalan.</p>



<p>Karena tersebar dan menjadi kepemilikan masing-masing perusahaan. Akhirnya data arsip hasil kajian itu tidak terkumpul menjadi satu. Dan data informasinya tidak diakses secara terbuka. Apalagi belum ada regulasi khususnya.</p>



<p>&#8220;Dikumpulkan menjadi satu data, belum. Karena tergantung masing-masing client. Dan itu informasi yang diperoleh dengan pembiayaan yang privat,&#8221; jelas Fajar belum lama ini.</p>



<p>&#8220;Padahal sebenarnya data itu mungkin sudah selesai buat mereka, tapi bisa bermanfaat untuk yang lain kan. Ini jadi perbincangan kawan-kawan geologi sebenarnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Fajar, pemerolehan data itu juga tidak bisa dipaksakan. Sebab masih menjadi hak milik masing-masing pemegang proyek. Ditambah belum adanya regulasi semakin mempersulit.</p>



<p>&#8220;Kita nggak maksa. Regulasinya nggak ada. Pemerintah perlu membuat regulasi soal itu. Sayangnya wawasannnya kurang bagus perihal ini,&#8221; tandasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/line-up-pemain-pelapis-borneo-fc-mewah-juga/">(ens/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>



<p class="has-small-font-size"><strong><a href="https://dpk.kaltimprov.go.id/" data-type="link" data-id="https://dpk.kaltimprov.go.id/">ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN &amp; KEARSIPAN KALTIM</a></strong></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/arsip-aktivitas-geologi-masih-tersebar-belum-ada-regulasi-pengumpul/">Arsip Aktivitas Geologi Masih Tersebar, Belum Ada Regulasi Pengumpul</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Longsor Keledang Mas, Jangan Remehkan Kajian Geologi Sebelum Membuka Lahan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/belajar-dari-longsor-keledang-mas-jangan-remehkan-kajian-geologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 12:17:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Geologi UMKT]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Keledang Mas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=15975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ahli Geologi UMKT mengingatkan, longsor di Perum Keledang Mas harus jadi peringatan. Bahwa kajian lingkungan itu penting sebelum memakai lahan. Bahwa pembangunan, janganlah melawan alam. Perumahan Keledang Mas Samarinda Seberang bukanlah permukiman baru. Sudah ada sejak tahun 90-an. Sebagian perumahan tersebut berada di kaki bukit. Khususnya Blok BS dan BW. Bukit yang cukup tinggi itu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/belajar-dari-longsor-keledang-mas-jangan-remehkan-kajian-geologi/">Belajar dari Longsor Keledang Mas, Jangan Remehkan Kajian Geologi Sebelum Membuka Lahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Ahli Geologi <a href="https://umkt.ac.id/">UMKT</a> mengingatkan, longsor di Perum Keledang Mas harus jadi peringatan. Bahwa kajian lingkungan itu penting sebelum memakai lahan. Bahwa pembangunan, janganlah melawan alam.</p>



<p>Perumahan Keledang Mas Samarinda Seberang bukanlah permukiman baru. Sudah ada sejak tahun 90-an. Sebagian perumahan tersebut berada di kaki bukit. Khususnya Blok BS dan BW.</p>



<p>Bukit yang cukup tinggi itu belakangan bergerak. Membuat perumahan warga di kaki bukit kena dampaknya. Gerakan tanah semacam hentakan dari bawah, membuat permukiman di sana mengalami retak-retak.</p>



<p>Pergerakan ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Berdasarkan penuturan warga setempat. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah beberapa kali pula terjadi. Namun yang kali ini adalah yang terparah.</p>



<p>Sejak kejadian longsor itu, Pemkot Samarinda menggandeng Tim Ahli Geologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Untuk melakukan kajian lingkungan. Agar penanganan lahan pascabencana tidak keliru.</p>



<p>Syamsidar Sutan yang menakhodai tim tersebut menjelaskan. Fenomena geologi yang terjadi berupa gerakan tanah yang disebabkan oleh faktor litologi. Berupa batu pasir berselingan dengan lempung, ditambah dengan kondisi bukit yang curam.</p>



<p>&#8220;Kemiringan lereng yang curam sekitar 70 persen. Disertai curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan pembebanan material. Yang mempengaruhi kekuatan batuan dan padatan tanah.”</p>



<p>&#8220;Besarnya sudut lereng membuat pergerakan melalui bidang luncur dengan mekanisme gerakan tanah rotasi. Dapat terlihat di lokasi ditandai adanya mata air atau aliran air tanah, rekahan tanah dan tanaman condong ke arah longsorannya,&#8221; jelas Syamsidar Sutan ketika dihubungi pada Minggu, 12 Juni 2023.</p>



<p>Banyaknya lempung yang ditemui di lokasi menjadi perkara tersendiri. Karena lempung bersifat elastis dan tidak menyerap air.</p>



<p>Ketika basah akan mengembang. Kemudian ketika hujan reda dan hari mulai memanas, lempung akan menjadi kering dan pecah. Sehingga mampu mengangkat permukaan tanah.</p>



<p>Menurut Syamsidar, beberapa rumah harus direlokasi, melihat intensitas gerakan tanah terus berlanjut meski lambat. Itu termasuk upaya menghindari korban jiwa. Terutama akibat jatuhan benda berat dari dalam rumah warga itu sendiri karena posisi rumah yang tak lagi kokoh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penanganan Pascabencana Keledang Mas</strong></h2>



<p>Syamsidar menilai terdapat dua cara penanganan usai bencana tersebut. Pertama, mengurangi beban material dengan analisa faktor keamanan yang sesuai.</p>



<p>&#8220;Cara lain yaitu melakukan pemasangan bor pile hingga bertemu batuan keras guna menahan gerakan tanah tersebut,&#8221; imbuhnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jangan Remehkan Kajian Geologi</strong></h2>



<p>Dari longsor ini, kajian terhadap lingkungan sebelum pembukaan lahan, menjadi catatan yang harus diperhatikan. Tak hanya pemerintah, pihak pengembang perumahan juga memiliki wawasan dan kesadaran yang sama.</p>



<p>Syamsidar mengimbau pemerintah sebaiknya menyediakan informasi kajian geologi bencana terbaru kepada masyarakat. Agar memudahkan dalam mendesain tempat tinggal atau usaha.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dengan pemahaman geologi yang sesuai maka peraturan untuk pembangunan mengikut bentuk bentang alam atau tidak menantang alam.”</p>



<p>“Selain itu, apabila terjadi bencana kesiapan dari pemerintah untuk tindakan preventif dapat diterapkan sambil mendesain langkah konkret,&#8221; kuncinya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/final-hisac-berlangsung-sengit-tim-akuntansi-sukses-smkn-19-samarinda-sukses-jadi-juara/">(*/ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/belajar-dari-longsor-keledang-mas-jangan-remehkan-kajian-geologi/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/belajar-dari-longsor-keledang-mas-jangan-remehkan-kajian-geologi/">Belajar dari Longsor Keledang Mas, Jangan Remehkan Kajian Geologi Sebelum Membuka Lahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
