<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peternakan sapi Kalimantan Timur Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/peternakan-sapi-kalimantan-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/peternakan-sapi-kalimantan-timur/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 03:21:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>peternakan sapi Kalimantan Timur Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/peternakan-sapi-kalimantan-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/kisah-si-bejo-sapi-1-ton-asal-kaltim-yang-jadi-hewan-kurban-presiden-prabowo-subianto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Hidayat AM]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 03:19:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Mujianto peternak Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan sapi Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sapi Bejo Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sapi jumbo 1 ton]]></category>
		<category><![CDATA[sapi kurban Presiden Prabowo 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=55047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seekor sapi Brahman Cross berbobot lebih dari satu ton milik peternak Kalimantan Timur terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi bernama Bejo itu dipelihara oleh Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia Borneo, Mujianto, selama sekitar satu tahun hingga mencapai bobot 1 ton 70 kilogram. Mujianto mengaku bangga karena sapi dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kisah-si-bejo-sapi-1-ton-asal-kaltim-yang-jadi-hewan-kurban-presiden-prabowo-subianto/">Kisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Seekor sapi Brahman Cross berbobot lebih dari satu ton milik peternak Kalimantan Timur terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi bernama Bejo itu dipelihara oleh Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia Borneo, Mujianto, selama sekitar satu tahun hingga mencapai bobot 1 ton 70 kilogram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mujianto mengaku bangga karena sapi dari kandangnya kembali dipercaya menjadi hewan kurban presiden selama empat tahun berturut-turut. Menurut dia, pencapaian tersebut bukan sekadar soal nilai jual, melainkan bentuk penghargaan terhadap proses panjang perawatan ternak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah di tahun 2026 ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto dan Dinas Peternakan Provinsi yang telah memilih sapi terbaik di kandang kami untuk kurban bapak presiden,” kata Mujianto pada Sabtu, 23 Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bejo sebelumnya memiliki bobot sekitar 900 kilogram saat pertama kali dirawat. Dalam kurun setahun, bobotnya meningkat lebih dari 100 kilogram melalui pola penggemukan khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Mujianto, sapi berukuran jumbo membutuhkan perhatian lebih dibanding sapi biasa. Faktor kebersihan kandang, kesehatan, kenyamanan hewan, dan pola makan menjadi aspek penting dalam proses perawatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang jelas membutuhkan perawatan khusus. Dari kebersihan, kesehatannya, pola makannya, dan kita usahakan supaya sapi itu nyaman,” jelasnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dirawat dengan Pakan Fermentasi dan Konsentrat</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="674" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-1200x674.jpg" alt="" class="wp-image-55049" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-1200x674.jpg 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-300x169.jpg 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-768x431.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-1536x863.jpg 1536w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260525-WA0011-scaled.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption class="wp-element-caption"><em><sup><sub>Sapi Brahman Cross bernama “Si Bejo” bersama dengan Mujianto.</sub></sup></em></figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bejo diberi makan dua kali sehari, pagi dan sore. Namun yang paling menentukan pertumbuhan sapi, kata Mujianto, adalah kualitas pakan yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menerapkan sistem pakan fermentasi dan konsentrat. Untuk konsentrat, bahan yang digunakan meliputi bungkil sawit, gaplek, roti, dedak, premiks, hingga kulit kopi. Semua bahan dicampur lalu diuji laboratorium untuk mengetahui kandungan protein dan nutrisi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara fermentasi menggunakan rumput Pakchong, Gama Umami, dan Samsibar yang dicacah lalu disimpan dalam plastik fermentasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mujianto menyebut metode tersebut membuat pertumbuhan sapi lebih maksimal sekaligus mengurangi bau kandang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Di kandang saya aromanya beda. Itu keunggulan dari fermentasi dan konsentrat,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terpilihnya Bejo sebagai sapi presiden melalui proses seleksi selama sekitar dua bulan. Tim dari Dinas Peternakan meninjau sejumlah sapi dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Samboja, dan Tenggarong sebelum akhirnya memilih Bejo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Mujianto mendapat telepon dari Dinas Peternakan yang menanyakan ketersediaan sapi berbobot lebih dari satu ton. Setelah itu, Bejo masuk proses seleksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah si Bejo ini yang terpilih,” ucapnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Dari Sapi Nakal hingga Jadi Kebanggaan Kaltim</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Nama “Bejo” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Mujianto mengatakan sapi tersebut sempat sangat sulit diatur dan susah makan ketika pertama kali datang dari Sulawesi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sapi ini nakalnya minta ampun. Susah sekali. Tapi alhamdulillah dengan kesabaran dan ketekunan sapi ini jadi jinak,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia bahkan mengaku sempat frustrasi karena Bejo tidak langsung lahap makan seperti sapi lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sampai kadang-kadang saya mau nangis. Kenapa saya rawat baik-baik tapi tidak bisa langsung makan seperti yang lain,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perlahan kondisi Bejo membaik hingga akhirnya menjadi sapi terbesar di kandang milik Mujianto. Sapi berusia sekitar enam tahun itu kini menjadi salah satu hewan kurban bantuan presiden untuk Kalimantan Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski bangga, Mujianto mengaku tetap merasa sedih karena harus melepas sapi yang telah dirawatnya selama setahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sedihnya nanti di saat sapi ini dinaikkan ke mobil. Itu yang membuat sedih,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, hubungan peternak dengan sapi yang dirawat dalam waktu lama bukan sekadar relasi bisnis. Ada keterikatan emosional yang terbentuk selama proses perawatan sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Mujianto, terpilihnya Bejo menjadi bukti bahwa peternak daerah juga mampu menghasilkan sapi berkualitas tinggi. Ia berharap lebih banyak peternak di Kalimantan dapat mengembangkan ternak sapi jumbo untuk program bantuan presiden di masa mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harapan saya teman-teman peternak juga bisa merasakan seperti ini. Memiliki sapi besar dan terpilih jadi sapi presiden,” tandasnya. <strong>(Gi/am)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/kisah-si-bejo-sapi-1-ton-asal-kaltim-yang-jadi-hewan-kurban-presiden-prabowo-subianto/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/kisah-si-bejo-sapi-1-ton-asal-kaltim-yang-jadi-hewan-kurban-presiden-prabowo-subianto/">Kisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua APPSI Borneo Bagikan Rahasia Penggemukan Sapi Jumbo, Belajar hingga Australia</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/ketua-appsi-borneo-bagikan-rahasia-penggemukan-sapi-jumbo-belajar-hingga-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muslim Hidayat AM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Mujianto APPSI Borneo]]></category>
		<category><![CDATA[penggemukan sapi modern]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan sapi Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[sapi jumbo Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[sapi Presiden Prabowo 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=55040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia Borneo, Mujianto, membagikan pengalamannya mengembangkan sapi berbobot jumbo di Kalimantan Timur. Peternak asal Kaltim itu mengaku menerapkan sistem pakan fermentasi dan konsentrat modern yang dipelajarinya langsung dari Australia. Pengalaman tersebut kini membuahkan hasil setelah salah satu sapi miliknya, Bejo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/ketua-appsi-borneo-bagikan-rahasia-penggemukan-sapi-jumbo-belajar-hingga-australia/">Ketua APPSI Borneo Bagikan Rahasia Penggemukan Sapi Jumbo, Belajar hingga Australia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia Borneo, Mujianto, membagikan pengalamannya mengembangkan sapi berbobot jumbo di Kalimantan Timur. Peternak asal Kaltim itu mengaku menerapkan sistem pakan fermentasi dan konsentrat modern yang dipelajarinya langsung dari Australia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengalaman tersebut kini membuahkan hasil setelah salah satu sapi miliknya, Bejo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 2026. Sapi jenis Brahman Cross itu memiliki bobot mencapai 1 ton 70 kilogram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mujianto mengatakan ilmu penggemukan sapi modern mulai ia pelajari saat mengikuti program pembelajaran peternakan di Australia beberapa tahun lalu. Kesempatan tersebut diperoleh melalui bantuan seorang kepala daerah di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu hadiah dari bapak bupati di Jawa Tengah dulu. Saya dibawa ke Australia,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Australia, Mujianto mempelajari sistem peternakan modern berskala besar dengan kapasitas hingga 20 ribu ekor sapi. Dari pengalaman itu, ia memahami pentingnya pengelolaan nutrisi, kebersihan kandang, hingga pola penggemukan yang efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah ilmunya bermanfaat sampai sekarang,” ujarnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terapkan Pakan Fermentasi dan Konsentrat Modern</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ilmu yang diperoleh dari Australia kemudian diterapkan dalam usaha peternakannya di Kalimantan Timur. Salah satu metode utama yang digunakan ialah kombinasi pakan fermentasi dan konsentrat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk pakan konsentrat, Mujianto mencampurkan berbagai bahan seperti bungkil sawit, gaplek, roti, premiks, dedak, hingga kulit kopi. Seluruh bahan diolah dan diuji laboratorium guna mengetahui kandungan nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan sapi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara pakan fermentasi menggunakan rumput Pakchong, Gama Umami, dan Samsibar yang dicacah lalu disimpan dalam plastik fermentasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Mujianto, metode tersebut mampu mempercepat pertumbuhan sapi sekaligus menjaga kebersihan kandang dan meminimalkan bau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu keunggulan dari fermentasi sama konsentrat. Pertumbuhan sapi lebih maksimal,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya fokus pada usaha pribadi, Mujianto juga aktif membagikan pengetahuan kepada sesama peternak sebagai Ketua APPSI Borneo yang membawahi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya tidak pelit soal pengetahuan ternak sapi. Dari pengobatan, perawatan, sampai membuat pakan saya sampaikan ke teman-teman semua,” lanjutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, kemajuan sektor peternakan hanya bisa dicapai jika para peternak saling berbagi ilmu dan berkembang bersama.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sapi Presiden Jadi Bukti Potensi Peternak Daerah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menyediakan sapi kurban untuk Kalimantan Timur, kandang milik Mujianto juga menyiapkan dua sapi lainnya untuk Kalimantan Selatan melalui jaringan APPSI nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia sendiri memiliki anggota di berbagai provinsi seperti Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur. Organisasi tersebut juga mendapat kuota penyediaan sapi kurban bantuan presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mujianto berharap semakin banyak peternak daerah mampu menghasilkan sapi berkualitas jumbo sehingga mampu bersaing dengan peternak dari Pulau Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, keberhasilan peternak lokal menghasilkan sapi pilihan presiden menjadi bukti bahwa Kalimantan memiliki potensi besar di sektor peternakan nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun, pengembangan peternakan modern dinilai menjadi salah satu kunci menjaga pasokan sapi nasional. Dari kandang sederhana di Kalimantan Timur, Mujianto mencoba membuktikan bahwa kualitas ternak daerah mampu bersaing hingga tingkat nasional. <strong>(Gi/am)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background wp-block-paragraph" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/ketua-appsi-borneo-bagikan-rahasia-penggemukan-sapi-jumbo-belajar-hingga-australia/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/ketua-appsi-borneo-bagikan-rahasia-penggemukan-sapi-jumbo-belajar-hingga-australia/">Ketua APPSI Borneo Bagikan Rahasia Penggemukan Sapi Jumbo, Belajar hingga Australia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
