<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Suku Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/suku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/suku/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 06:38:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Suku Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/suku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-475-persen-dorong-pertumbuhan-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Setya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 06:37:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[ADV PEMPROV KALTIM 2025]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Suku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=51294</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen pada September 2025, sebagai langkah memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada September 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi moneter pro-growth sekaligus pro-stability. Sepanjang tahun berjalan, BI telah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-475-persen-dorong-pertumbuhan-ekonomi/">BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://portal.kaltimprov.go.id/"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="117" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp" alt="" class="wp-image-47368" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-1200x117.webp 1200w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-300x29.webp 300w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-768x75.webp 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media-18x2.webp 18w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2025/04/media.webp 1493w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></a></figure>



<p class="has-drop-cap">Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen pada September 2025, sebagai langkah memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.</p>



<p>Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada September 2025. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi moneter pro-growth sekaligus pro-stability.</p>



<p>Sepanjang tahun berjalan, BI telah memangkas suku bunga acuan total 150 basis poin untuk memperkuat likuiditas moneter.</p>



<p>Kepala Perwakilan BI Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menjelaskan langkah ini diambil agar sektor perbankan mampu lebih leluasa menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif.</p>



<p>“Dengan total penurunan 150 basis poin sejak awal tahun, kami terus mendorong pelonggaran moneter agar likuiditas meningkat dan sektor perbankan mampu menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif,” ujar Budi usai kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan, Diseminasi Kebijakan BI, serta Capacity Building bagi wartawan Kaltim di Hotel Marriott, Jumat, 26 September 2025.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dorongan untuk Sektor Prioritas</h2>



<p>Budi menambahkan, kebijakan moneter ini juga ditopang penyesuaian makroprudensial yang bersifat pro-growth, termasuk fleksibilitas penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 5 persen.</p>



<p>“Langkah ini akan memberikan dorongan tambahan ke sektor-sektor prioritas yang menjadi fokus pemerintah, seperti penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi syariah, serta percepatan ekonomi digital,” imbuhnya.</p>



<p>Menurutnya, penurunan suku bunga dilakukan secara bertahap dan akomodatif, menyesuaikan kondisi inflasi yang masih rendah serta stabilitas nilai tukar rupiah.</p>



<p>Selain mendorong pertumbuhan, BI tetap memastikan inflasi berada dalam kisaran target 2,5 persen serta menjaga nilai tukar pada level fundamental.</p>



<p>Dengan bauran kebijakan pro-growth dan pro-stability ini, BI optimistis inflasi dapat terjaga di kisaran 2,5 ±1 persen, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tetap kuat seiring meningkatnya permintaan kredit. <strong>(Prb/ty/portalkaltim/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-475-persen-dorong-pertumbuhan-ekonomi/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-475-persen-dorong-pertumbuhan-ekonomi/">BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suara Masyarakat Adat Terdampak IKN, Sibukdin: Hak Kami Masih Terabaikan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/suara-masyarakat-adat-terdampak-ikn-sibukdin-hak-kami-masih-terabaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 16:05:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NUSANTARA]]></category>
		<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kota]]></category>
		<category><![CDATA[IKN]]></category>
		<category><![CDATA[KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Sibukdin]]></category>
		<category><![CDATA[Suku]]></category>
		<category><![CDATA[UNMUL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=45839</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) digadang-gadang menjadi solusi pemerataan pembangunan di Indonesia. Namun, di balik ambisi besar ini, masyarakat adat justru menghadapi berbagai tantangan. Kepala Adat Suku Balik, Sibukdin, mengungkapkan bahwa hak-hak masyarakat lokal masih terabaikan, terutama dalam kepemilikan tanah. Selain itu, proyek-proyek pendukung IKN, seperti pembangunan intake Sungai Sepaku, turut membawa dampak negatif bagi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/suara-masyarakat-adat-terdampak-ikn-sibukdin-hak-kami-masih-terabaikan/">Suara Masyarakat Adat Terdampak IKN, Sibukdin: Hak Kami Masih Terabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) digadang-gadang menjadi solusi pemerataan pembangunan di Indonesia. Namun, di balik ambisi besar ini, masyarakat adat justru menghadapi berbagai tantangan.</p>



<p>Kepala Adat Suku Balik, Sibukdin, mengungkapkan bahwa hak-hak masyarakat lokal masih terabaikan, terutama dalam kepemilikan tanah. Selain itu, proyek-proyek pendukung IKN, seperti pembangunan intake Sungai Sepaku, turut membawa dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan warga sekitar.</p>



<p>&#8220;Hingga kini, kami belum mendapatkan sertifikat atau legalitas tanah. Seakan-akan tanah kami hanya dipinjamkan oleh pemerintah, padahal kami sudah bermukim di sana jauh sebelum IKN direncanakan,&#8221; ujarnya dalam diskusi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (Unmul), Jumat, 14 Februari 2025.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ruwetnya Pengurusan Surat Tanah</h2>



<p>Sibukdin menyoroti betapa sulitnya masyarakat adat mengurus legalitas tanah mereka. Proses administratif yang berbelit-belit dan penuh istilah hukum yang rumit semakin menyulitkan warga mendapatkan kepastian hukum atas lahan mereka.</p>



<p>Banyak warga yang telah lama tinggal di tanah mereka sendiri, tetapi belum diakui secara hukum sebagai pemilik sah. Akibatnya, mereka menghadapi ketidakpastian terkait status tanah yang telah ditempati turun-temurun.</p>



<p>Selain persoalan tanah, proyek intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu infrastruktur pendukung IKN membawa dampak besar bagi lingkungan sekitar.</p>



<p>Sibukdin menyebut, ratusan pohon mati akibat genangan air yang ditimbulkan proyek tersebut. Kondisi ini memperburuk ekosistem yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat adat.</p>



<p>&#8220;Bukan cuma satu pohon, mungkin ratusan yang mati karena tergenang,&#8221; katanya.</p>



<p>Kondisi lingkungan sekitar proyek juga semakin membahayakan aktivitas warga. Saat musim hujan, jalanan menjadi licin dan sulit dilalui, sementara saat musim kemarau, debu tebal beterbangan, mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.</p>



<p>&#8220;Kalau musim panas, sampai tidak kelihatan jalan karena debunya,&#8221; ujar Sibukdin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tuntut Perhatian Serius dari Pemerintah</h2>



<p>Masyarakat adat Suku Balik berharap pemerintah lebih serius menangani dampak pembangunan IKN. Sibukdin menegaskan, aspirasi mereka harus didengar dan ditindaklanjuti, bukan sekadar dijanjikan tanpa realisasi.</p>



<p>&#8220;Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah. Jangan hanya bicara soal kesejahteraan masyarakat, tapi akhirnya kami justru dikhianati. Bukannya dibina, malah dibinasakan,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan dosen yang melakukan penelitian di wilayah tersebut, serta dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim yang terus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. <strong>(tha/sty)</strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/suara-masyarakat-adat-terdampak-ikn-sibukdin-hak-kami-masih-terabaikan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/suara-masyarakat-adat-terdampak-ikn-sibukdin-hak-kami-masih-terabaikan/">Suara Masyarakat Adat Terdampak IKN, Sibukdin: Hak Kami Masih Terabaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
