Connect with us

BERAU

Tinggalkan Status Perintis, Wings Air Kini Terbang Komersial ke Maratua: Rudy Mas’ud Jajal Pendaratan Perdana

Published

on

Wings Air resmi layani rute komersial Berau-Maratua 3 kali seminggu, gantikan penerbangan perintis. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud jajal pendaratan perdana dan minta perbanyak event wisata.

Akses menuju surga wisata bahari Kalimantan Timur, Pulau Maratua, kini memasuki babak baru. Tak lagi sekadar mengandalkan penerbangan perintis, rute Berau–Maratua kini resmi dilayani secara komersial oleh Wings Air.

Pendaratan perdana pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang itu berlangsung mulus di Bandara Maratua pada Jumat (16/1/2026). Di dalam kabin, turut serta Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud bersama anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah, Bupati Berau Sri Juniarsih, serta jajaran manajemen Lion Air Group.

Penerbangan yang memakan waktu tempuh sekitar 45 menit ini menjadi penanda dimulainya kunjungan kerja Gubernur ke wilayah terluar Kaltim tersebut. Dengan jadwal terbang tiga kali seminggu—setiap Rabu, Jumat, dan Minggu—konektivitas menuju Maratua yang juga terhubung dari Balikpapan kini makin terbuka lebar.

Gubernur Rudy Mas’ud menyambut antusias transformasi status penerbangan ini. Bagi orang omor satu di Kaltim, ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan strategi ekonomi.

“Kita tidak hanya membuka akses, tapi membuka gerbang dunia bagi Maratua sebagai destinasi wisata kelas dunia,” tegas Rudy usai mendarat.

Maskapai Butuh Jaminan Keramaian

Meski keran penerbangan komersial sudah terbuka, tantangan keberlanjutan rute tetap menjadi sorotan. Pihak maskapai memberikan sinyal agar pemerintah daerah tak lepas tangan setelah seremonial usai.

Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Wings Air, Capt. Iyus Susianto, berharap ada kolaborasi aktif dari pemerintah daerah untuk menjaga tingkat keterisian penumpang (seat load factor).

Capt. Iyus menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan agenda atau event rutin guna menjaga keberlanjutan rute dan meningkatkan minat penumpang. Tanpa atraksi rutin yang menarik wisatawan, rute komersial di wilayah kepulauan kerap menghadapi risiko sepi peminat.

Cek Jalan hingga Sekolah

Usai seremoni di bandara, Gubernur langsung tancap gas melaksanakan Safari Jumat di Masjid Babussalam bersama warga setempat. Agenda berlanjut dengan meninjau kondisi pendidikan di SMA Negeri 9 Maratua.

Tak hanya sektor udara dan pendidikan, infrastruktur darat di pulau ini juga masuk dalam radar evaluasi. Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut pemprov ingin memastikan kenyamanan wisatawan dan warga tidak terganggu oleh jalan rusak.

“Selain sekolah, perhatian juga difokuskan pada kondisi infrastruktur jalan di Maratua,” ujar Faisal.

Agenda kunjungan kerja ini terjadwal berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu (17/1/2026), rombongan bakal menyisir objek wisata utama seperti Kakaban dan Derawan.

Menariknya, untuk perjalanan pulang ke Tanjung Redeb, Gubernur memilih tidak menggunakan pesawat. Ia terjadwal akan menaiki speedboat guna merasakan langsung sensasi dan kendala transportasi laut yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat pesisir.

“Kami ingin melihat langsung layanan jalur laut yang selama ini digunakan masyarakat,” tutup Faisal. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.