GAYA HIDUP
5 Bahaya Minuman Kemasan untuk Anak dan Balita, Bunda Wajib Baca Ya
Ayah Bunda, mulai sekarang please jangan terlalu sering memberi buah hati minuman kemasan instan ya. Karena di balik praktisnya, banyak bahaya yang mengintai.
Anak-anak dan minuman kemasan memang tidak bisa dipisahkan ya, Bund. Apalagi sekarang ragam minuman kemasan sangat banyak. Di toko swalayan hingga toko kelontongan, terjejer kulkas etalase yang memajang aneka jenis minuman yang menggoda si kecil.
Berdasarkan studi pada tahun 2022, sebanyak 42,6 persen balita di Indonesia sudah terpapar minuman berpemanis dalam kemasan. Dan lebih dari 61,3 persen penduduk Indonesia di atas usia 3 tahun mengonsumsi paling tidak satu botol minuman berpemanis dalam kemasan setiap harinya.
Alasan orang tua memberikannya bermacam-macam. Yang paling umum, agar si anak tidak rewel. Tapi awas, sesuatu yang instan selalu mengundang bahaya kalau dikonsumsi berlebihan. Apalagi minuman ini mengandung gula buatan. Duh.
Karena itu, yuk kenali sedini mungkin bahayanya mengonsumsi minuman kemasan instan.
Memicu Obesitas

Semua minuman kemasan mengandung gula yang berlebihan. Minuman manis memberikan energi yang tinggi, tapi sayang sedikit nutrisinya untuk tubuh. Kalau terlalu sering mengonsumsi, bisa memicu berat badan berlebihan. Kalau tidak terkena saat kecil, imbasnya bisa saat remaja atau dewasa kelak.
Kerusakan Gigi

Umumnya anak-anak tidak langsung sikat gigi usai meminum minuman kemasan. Nah, kandungan gula yang tertinggal di mulut dapat memicu kerusakan gigi.
Belum lagi, anak atau balita yang kebanyakan minum manis jadi kurang minum susu. Sehingga menyebabkan kurangnya kalsium dalam tubuh yang mempercepat kerusakan gigi.
Maka selain membatasi minuman manis, Bunda harus pastikan anak-anak rajin sikat gigi ya.
Sulit Makan

Buat Bunda yang sering mengeluh anaknya sulit makan. Coba deh, kurangi pemberian minuman manis, meski mereka jadi tantrum. Karena minuman manis dapat memberi energi pada tubuh dan dapat memberi rasa kenyang.
Ini yang membuat buah hati kehilangan nafsu makan. Karena dengan minum minuman kemasan, mereka sudah bertenaga lagi.
Khusus untuk balita, masalah seperti anemia defisiensi besi dan pertumbuhan buruk mungkin saja dapat terjadi jika mengganti ASI, susu formula, atau makanan padat dengan minuman kemasan.
Masalah Pencernaan

Kebanyakan minuman kemasan dibuat dengan bahan kimia. Seperti perasa buatan dan pemanis buatan.
Tidak banyak terjadi memang, tapi beberapa balita memiliki alergi terhadap bahan tertentu, sehingga membuatnya diare.
Sering mengonsumsi minuman kemasan soda juga dapat menganggu keseimbangan asam basa lambung, yang mana menciptakan asam berkelanjutan. Ketidakseimbangan asam ini dapat menyebabkan radang lambung dan lapisannya, yang mana dapat menyakitkan.
Mengundang Penyakit Jantung hingga Kanker

Dokter spesialis anak Kurniawan Satria Denta, berdasar laporan Republika, mengungkapkan semakin dini seseorang terpapar minuman berpemanis dalam kemasan maka semakin tinggi mengalami risiko berbagai kondisi, termasuk diabetes mellitus. Gula bisa bekerja dalam tubuh dan mempengaruhi secara sistemik.
“Semakin dini seseorang terpapar minuman berpemanis dalam kemasan maka semakin tinggi mengalami risiko kondisi obesitas, diabetes mellitus, penyakit jantung, ginjal, pembuluh darah, kanker, stroke, gangguan cemas, gangguan perilaku, hingga pikun,” ungkapnya.
Ngeri gak sih, Bund. Dah, yuk, kurangin memberi minuman kemasan. Bunda bisa menggantinya dengan bahan makanan atau minuman manis berbahan alami olahan Bunda sendiri. Atau secara tegas membatasi konsumsi minuman manis. (dra)
-
NUSANTARA4 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
SAMARINDA3 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN4 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA1 hari agoCetak Sejarah di Mandalika, Wahyu Nugroho Antar Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan Perdana SS600 ARRC

