KUBAR
Peran Perempuan Kubar dalam Pembangunan Diharapkan Makin Meningkat
Perkembangan zaman menuntut peran perempuan dalam pembangunan makin tinggi. Sebagaimana dikatakan Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kutai Barat (Kubar) Ritawati Sinaga.
“Telah banyak perempuan berhasil membuktikan keberadaan mereka layak untuk diperhitungkan,” ujar Ritawati pada Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bappeda Kubar, Kamis (7/10/2021).
Kata Rita, masyarakat terutama calon dan anggota legislatif perempuan diharapkan mampu menyuarakan aspirasi perempuan dalam menjalankan pembangunan dalam tugas perspektif gender.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan jumlah perempuan di Kaltim tidak terlalu jauh selisihnya yaitu 48,12 persen. Sedangkan laki-laki 51,88 persen.
“Sementara di Kabupaten Kutai Barat terdapat laki-laki 88.242 jiwa dan perempuan 80.106 jiwa. Namun, aktivitas politik perempuan belum optimal, sekitar 12 persen,” ujar Soraya.
Padahal, mandat UU nomor 2 tahun 2011 perubahan atas UU nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik, terkait rekrutmen 30 persen anggota partai bagi perempuan, ternyata belum menjadi daya tarik perempuan Kubar untuk berpartisipasi lebih optimal. Partisipasi perempuan perlu ditingkatkan untuk menghasilkan keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak.
Selain itu, menguatkan demokrasi untuk memberikan gagasan terkait perundang-undangan yang pro perempuan dan anak di ruang publik. “Juga dapat mempengaruhi isu kebijakan terkait kesetaraan gender, sehingga memperkecil kesenjangan dalam politik,” imbuh Soraya. (Redaksi KF)
-
NUSANTARA3 hari agoRatusan Anak Muda Bali Hangout Bareng Grand Filano Hybrid dan Baskara Mahendra
-
FEATURE3 hari agoDari Lahan Bekas Tambang ke Energi Hijau: Jejak Arang Halaban dalam Mimpi Pemulihan Kalimantan Timur
-
SAMARINDA2 hari agoBudi Djiwandono Pilih Samarinda sebagai Titik Awal Menyerap Aspirasi Masyarakat Kaltim
