Connect with us

SAMARINDA

Budi Djiwandono Pilih Samarinda sebagai Titik Awal Menyerap Aspirasi Masyarakat Kaltim

Published

on

Bagi masyarakat Kalimantan Timur, terutama Samarinda, kehadiran Budi Djiwandono bukan sekadar agenda kunjungan seorang anggota DPR RI. Ada pola yang terus berulang setiap kali politikus Partai Gerindra itu datang ke daerah pemilihannya. Sebelum menyambangi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur, Budi hampir selalu lebih dulu “parkir” di Samarinda. Dari kota inilah rangkaian kegiatannya dimulai, aspirasi masyarakat dihimpun, hingga agenda-agenda lapangan disusun.

Kebiasaan tersebut bukan tanpa alasan. Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda sekaligus Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyebut Samarinda menjadi titik koordinasi utama setiap kali Budi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur.

“Beliau mengambil dapil di sini. Jadi kalau ke Kaltim pasti parkirnya ke Samarinda dulu. Karena saya Ketua DPC Samarinda, kami selalu berkomunikasi,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, komunikasi itu tidak hanya berkaitan dengan agenda partai, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memetakan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi masyarakat sebelum Budi turun langsung ke lapangan.

Samarinda Jadi Titik Awal Menyerap Aspirasi

Helmi menuturkan, setiap kali Budi berada di Samarinda, pembicaraan yang paling sering dilakukan bukan soal politik internal, melainkan isu-isu yang sedang berkembang di tengah masyarakat.Dari hasil komunikasi itu, agenda kunjungan kemudian disusun sesuai kebutuhan di lapangan.

Berbeda dengan kunjungan yang identik dengan seremoni atau pertemuan formal, Budi disebut lebih memilih bertemu langsung dengan masyarakat.”Kalau dengan Pak Budi, beliau sukanya kalau sudah di Samarinda itu blusukan. Langsung saja datang menemui masyarakat,” kata Helmi.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat berbagai persoalan warga muncul secara lebih alami tanpa harus menunggu forum resmi.

“Jadi kalau dengan Pak Budi itu dia sukanya kalau sudah di Samarinda ini blusukan. Datangi-datangi langsung, spontanitas saja,” ujarnya.

Di tengah pesatnya pembangunan Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), cara seperti itu dinilai penting agar berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui secara langsung sebelum dibawa ke tingkat nasional.

Menjadi Jembatan Aspirasi dari Kaltim ke Jakarta

Tak hanya menjadi lokasi awal setiap kunjungan, Samarinda juga berfungsi sebagai simpul komunikasi antara masyarakat Kalimantan Timur dengan Budi Djiwandono saat menjalankan tugasnya di DPR RI.

Helmi mengatakan, dirinya kerap menjadi penghubung bagi kader maupun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Timur tersebut.

“Kalau teman-teman dari Kaltim ke sana, kita bisa akses langsung dengan beliau. Kadang kalau beliau ada di kantor DPR RI, kami langsung datang menyampaikan aspirasi,” katanya.

Menurut Helmi, akses komunikasi yang terbuka menjadi salah satu cara agar persoalan-persoalan daerah tidak berhenti di tingkat kota atau provinsi, melainkan dapat dibawa hingga ke tingkat nasional.

“Jadi ada jembatan untuk menyampaikan aspirasi itu secara langsung,” ucapnya.

Ia menambahkan, agenda Budi di Samarinda juga selalu menyesuaikan isu yang sedang berkembang. Salah satunya adalah pertemuan dengan kelompok buruh, selain pembahasan mengenai ketahanan pangan dan ketersediaan bahan pokok.

“Terakhir waktu Rakercab di Balikpapan, kami sempat mencarikan titik kegiatan di Samarinda. Beliau bertemu dengan buruh. Apalagi kalau bicara soal pangan dan stok kebutuhan pokok, beliau memang suka membahas itu,” tutur Helmi.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Budi juga disebut rutin mengingatkan kader Gerindra di Kalimantan Timur agar mampu melihat dan mengembangkan potensi daerah, terutama di tengah pembangunan IKN.

“Pak Budi sering menyampaikan Kaltim ini punya banyak potensi. Jadi nanti coba cari yang memang berkualitas,” ujar Helmi.

Bagi Helmi, kebiasaan Budi Djiwandono memulai setiap kunjungannya dari Samarinda bukan sekadar persoalan lokasi yang strategis. Kota ini menjadi ruang awal untuk mendengar suara masyarakat, menyusun agenda berdasarkan kebutuhan warga, sekaligus memastikan aspirasi dari Kalimantan Timur memiliki jalur untuk diperjuangkan hingga ke Senayan. (Gi/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER