Connect with us

SAMARINDA

Anggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi Dorong Partisipasi Masyarakat di Era Demokrasi Digital

Published

on

Pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat demokrasi sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-5 yang mengangkat tema “Teknologi Informasi untuk Efektivitas Pengawasan Publik dan Demokrasi Digital”.

Kegiatan yang digelar oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur HM Darlis Pattalongi berlangsung di Perumahan Puspita Bengkuring RT 25, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (21/6/2026).

Dalam paparannya, Darlis Pattalongi menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Melalui berbagai platform digital, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, hingga melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh proses pemilihan umum, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan secara berkelanjutan.

“Teknologi informasi memberikan ruang yang lebih terbuka bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan kebijakan publik berjalan sesuai kepentingan rakyat. Karena itu, literasi digital dan partisipasi publik harus terus diperkuat,” ujarnya.

Darlis juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penggunaan yang bijak. Masyarakat perlu mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun disinformasi yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Literasi Digital Menjadi Fondasi Pengawasan Publik

Narasumber lainnya, Assoc. Prof. Dr. Elviandri, S.H.I., M.Hum., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), menjelaskan bahwa demokrasi digital merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari.

Ia menilai kehadiran media sosial dan berbagai platform digital telah menciptakan ruang publik baru yang memungkinkan masyarakat terlibat secara langsung dalam berbagai isu kebijakan.

Namun demikian, Elviandri menekankan pentingnya peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memahami, mengkritisi, dan memanfaatkan informasi secara bertanggung jawab.

“Teknologi digital harus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dalam demokrasi. Karena itu kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis menjadi kebutuhan utama di era digital saat ini,” katanya.

Sementara itu, motivator dan public speaker Selamat Said, S.Pd.I., menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai kanal digital yang tersedia.

Menurutnya, pengawasan publik tidak lagi terbatas pada forum-forum tatap muka, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai media digital yang memungkinkan komunikasi lebih cepat antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan yang dimoderatori Kamarsam tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta. Masyarakat tampak antusias membahas berbagai tantangan demokrasi digital, mulai dari penyebaran informasi palsu hingga peluang pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi pemerintahan.

Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, DPRD Kalimantan Timur berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi, partisipasi publik, serta pemanfaatan teknologi informasi dapat terus meningkat guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.