SEPUTAR KALTIM
Sekda Kaltim Sebut Peserta BPJS Aktif Sebanyak 85,61 Persen
Sekda Sri menyebutkan data peserta BPJS yang aktif di wilayah Kaltim sampai 29 Februari 2024 ini sebesar 85,61 persen atau ada 15 persen data peserta yang tercatat tetapi tidak aktif.
“Ini menjadi perhatian kita bersama sebagaimana amanat Presiden bahwa kepala daerah harus memastikan setiap penduduk di wilayahnya terdaftar sebagai peserta aktif,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni membuka Forum Komunikasi Implementasi Strategi Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Lily Swiss Belhotel Borneo Samarinda, Kamis 21 Maret 2024.
Sekda Sri Wahyuni mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, sehingga Kaltim mencapai Universal Health Coverage (UHC).
“Alhamdulillah, beberapa waktu lalu sudah dapat penghargaan dari Wakil Presiden atas capaian ini,” ungkapnya.
Saat evaluasi pada triwulan pertama, terdapat pertanyaan dari tim evaluator terkait angka capaian cakupan angka statistika lebih dari 100 persen.
“Ketika kita sampaikan ini ada potensi dari Ibu Kota Nusantara (IKN), ternyata kabupaten/kota yang jauh dari IKN lebih dari 100 persen,” bebernya.
Kembali Sekda mengingatkan 1 April, Pemerintah Provinsi Kaltim akan bertemu tim evaluator untuk evaluasi Triwulan kedua masa tugas Penjabat Gubernur.
“Kita akan melakukan konsolidasi bahwa ada potensi capaian di atas 100 persen,” tegasnya.
Terkait updateing data, menurut Sekda, apakah ada double data atau secara teknis yang belum dihapus datanya dengan penambahan, sehingga cakupan lebih dari 100 persen atau melampaui dari jumlah penduduk Kaltim.
Sekda berharap melalui forum ini bisa memberikan catatan-catatan dan memperbaiki data yang sesungguhnya.
“Secara nasional, cakupan kita sudah 98 persen. Kalau 100 persen masih wajar, tapi kalau diatas itu, tentu ini terkait kendala teknis,” terangnya.
Sekda Sri menyebutkan data peserta BPJS yang aktif sampai 29 Februari 2024 ini sebesar 85,61 persen atau ada 15 persen data peserta yang tercatat tetapi tidak aktif.
“Ini menjadi perhatian kita bersama sebagaimana amanat Presiden bahwa kepala daerah harus memastikan setiap penduduk di wilayahnya terdaftar sebagai peserta aktif,” jelasnya.
Untuk menjadi peserta aktif, ada beberapa kendala dari masyarakat, terutama mereka secara mandiri.
Sekda berharap forum ini mampu mengenali kendala atau masalah yang dihadapi menjadi perhatian bersama, khususnya konsolidasi/sinergi data dan kegiatan. (rw)
-
PARIWARA4 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA4 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA3 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoCuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’
-
SAMARINDA2 hari agoBukan Pasar Musiman Biasa, Dispar Kaltim Apresiasi Kampung Ramadan Temindung yang Jadi Magnet Ngabuburit Baru Samarinda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSetahun Rudy-Seno Memimpin Kaltim, Mengupas Realita Birokrasi di Balik Ambisi ‘Gratispol’

