SAMARINDA
Bukan Pasar Musiman Biasa, Dispar Kaltim Apresiasi Kampung Ramadan Temindung yang Jadi Magnet Ngabuburit Baru Samarinda
Digagas mandiri oleh warga dan komunitas, Kampung Ramadan Temindung disambut positif oleh Dispar Kaltim. Kini jadi primadona baru tempat ngabuburit di Samarinda.
Ada pemandangan berbeda di kawasan Temindung, Samarinda, pada Sabtu 21 Februari 2026 malam. Hiruk-pikuk warga dan deretan takjil berpadu menghidupkan suasana kawasan ini. Berbalut nama Kampung Ramadan Temindung, perhelatan ini hadir menjawab dahaga warga Kota Tepian akan ruang publik yang hanngat. Untuk merajut tradisi kebersamaan di bulan puasa.
Lebih dari sekadar pasar tumpah musiman, kawasan ini sukses mencuri perhatian dan diproyeksikan menjadi magnet baru. Utamanya ntuk mencari takjil dan menunggu waktu berbuka.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, yang turun langsung di malam pembukaan, merespons positif antusiasme warga yang membeludak.
“Salah satunya memang kita dorong sebagai tempat ngabuburit di Samarinda. Antusias masyarakat terlihat cukup bagus,” ujar Ririn usai acara pembukaan, Sabtu 21 Februari 2026 malam.
Daya pikat Kampung Ramadan Temindung tak cuma berhenti pada deretan lapak kuliner. Penyelenggara menyuntikkan berbagai agenda hiburan dan kompetisi, mulai dari lomba beduk hingga pertunjukan seni lokal yang siap meramaikan suasana selama sebulan penuh.
“Partisipasi lomba-lomba juga tinggi. Ini menunjukkan masyarakat rindu kegiatan Ramadan yang menghadirkan suasana kebersamaan,” tambahnya.
Dikelola Masyarakat dan Komunitas
Menariknya, nyawa utama dari perhelatan ini justru datang dari jalur mandiri. Berbeda dengan pasar Ramadan yang biasa dikelola penuh oleh instansi pemerintah, Kampung Ramadan Temindung digerakkan langsung oleh kelompok masyarakat akar rumput, mulai dari tahap perencanaan hingga urusan pendanaan.
“Ini hasil kolaborasi. Mayoritas pembiayaan dari komunitas. Pemerintah hadir untuk mendukung sistem dan memfasilitasi,” jelas Ririn memuji inisiatif kolektif warga tersebut.
Dari kacamata ekonomi kreatif, Ririn juga menyoroti kesiapan para pelaku UMKM lokal yang menggelar lapak di sana. Banyak dari mereka tak sekadar berjualan musiman, tetapi sudah mulai sadar untuk membangun identitas merek usahanya.
“Sebagian sudah punya brand (merek). Ini strategi ekonomi kreatif ke depan, bagaimana UMKM terus berkembang dan punya pasar yang lebih luas,” paparnya saat meninjau area bazar.
Melihat ekosistem mandiri yang sukses terbangun ini, Pemerintah Provinsi Kaltim menaruh harapan agar geliat Kampung Ramadan Temindung tak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan agenda sosial ekonomi yang mapan.
“Kalau melihat komitmen dan antusias komunitas, kegiatan seperti ini sangat mungkin berkelanjutan. Pemerintah provinsi akan terus membersamai dan memberikan dukungan,” pungkas Ririn. (ens)
-
KUKAR5 hari agoKredit Kukar Idaman Terbaik Sasar Empat Sektor Usaha
-
KUKAR3 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
-
OLAHRAGA2 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
KUKAR3 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
BONTANG3 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUKAR5 hari agoKukar-Samarinda Temukan Titik Temu Sodetan Loa Janan

