SAMARINDA
Arus Balik Lebaran 2026, Samarinda Dipadati Kendaraan, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026, pergerakan kendaraan di Samarinda meningkat tajam. Dalam dua hari terakhir, sejumlah ruas jalan utama dipadati kendaraan, memicu antrean panjang terutama di jalur keluar-masuk kota.
Meski demikian, kepolisian menegaskan kondisi tersebut belum masuk kategori macet total, melainkan kepadatan akibat lonjakan mobilitas masyarakat usai libur panjang.
Salah satu titik paling padat terpantau di kawasan Jembatan Mahkota II, yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, La Ode Prasetyo Fuad, menyebut pihaknya terus memantau situasi dan siap mengambil langkah cepat.
“Jika terjadi kepadatan, kami akan lakukan rekayasa lalu lintas secara situasional. Prioritas kami adalah jalur dengan volume kendaraan tertinggi, terutama arus keluar kota,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Sistem Buka-Tutup Jalur Diterapkan
Untuk menjaga arus tetap bergerak, polisi menerapkan sistem buka-tutup jalur secara fleksibel. Strategi ini dinilai efektif mengurai antrean meski kendaraan tetap melaju dalam kecepatan terbatas.
Sebanyak 50 personel gabungan dari Satlantas dan Polsek dikerahkan di titik-titik rawan guna memastikan kelancaran lalu lintas.
Lonjakan kendaraan tidak hanya terjadi di jalur antar kota. Sejumlah kawasan publik juga mengalami peningkatan aktivitas, seperti area sekitar Big Mall Samarinda, kawasan sekolah, hingga lokasi rekreasi yang ramai dikunjungi warga selama libur Lebaran.
Di tengah tingginya volume kendaraan, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 terpantau relatif stabil, dengan total empat kejadian—tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Meski begitu, kepolisian tetap mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan.
“Kami mengimbau pengendara agar tetap disiplin, mematuhi aturan, dan segera beristirahat jika lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas La Ode.
Dengan arus balik yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari titik rawan kepadatan guna perjalanan yang lebih aman dan nyaman. (am/lim)
-
PARIWARA4 hari agoRutin Sambangi Sulsel, Yamaha Cup Race Kembali Gebrak Sidrap Gelar MAXi Race dan Endurance GEAR Ultima
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Luncurkan Aplikasi YAMAHA MOTOR ON, Digital Hub untuk Pengalaman Berkendara Lebih Menyenangkan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoSekda Berprestasi Belajar Keamanan Siber di Korea Selatan, Dorong Transformasi Digital Daerah
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPWI Kaltim Gelar Halalbihalal, Angkat Tema Jurnalisme Kenabian Bersama Wali Kota Samarinda
-
OLAHRAGA2 hari agoYamaha Racing Indonesia Konsisten Podium di ARRC Sepang 2026, Optimistis Hadapi Seri Buriram
-
OLAHRAGA1 hari agoAldi Satya Mahendra Inginkan Assen Jadi Arena Comeback Bersinar Lagi
-
SEPUTAR KALTIM24 jam agoIsu Rp25 Miliar Tidak Benar, Ini Penjelasan Lengkap Anggaran Jamuan Pemprov Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM21 jam agoMelihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya

