GAYA HIDUP
6 Kekagetan yang Sering Dirasakan Pemilik Mobil Pemula
Buat kamu yang berencana akan beli mobil pertama dalam waktu dekat, please banget pelajari dan pertimbangkan banyak hal dulu. Supaya tidak menyesal di belakang. Soalnya akan ada banyak kejutan buat para pemilik mobil pemula.
Memiliki mobil adalah impian kebanyakan orang. Selain gengsi, berkendara dengan mobil tuh emang enak banget. Karena kalau hujan enggak kebasahan, panas enggak kepanasan.
Belum lagi, di dalam mobil kita bisa ngobrol haha-hihi tanpa gangguan suara angin grudukgruduk plepekplepek. Juga bisa mendengar musik atau podcast kesukaan. Dan kalau perjalanan jauh, enggak bikin panas pantat.
Tapi … punya mobil pun ada tapinya. Banyak tapinya malah. Kalau enggak siap, berakhir menyesal seumur hidup. Karena punya mobil tuh banyak kejutannya. Di antaranya 6 hal berikut:
Biaya BBM Bengkak

Biasa naik motor beli bensin Rp50 ribu bisa buat seminggu. Atau Rp100 ribu bisa buat sebulan kalau cuma untuk rute pendek harian. Tapi saat punya mobil, pengeluaran tiba-tiba membengkak drastis.
Untuk pemakaian rutin ataupun agak sering, paling enggak harus keluar duit di atas Rp1 juta. Kalau sering ke luar kota, lebih bengkak lagi. Mana beli BBM-nya mesti antre panjang lagi.
Terdengar sepele, tapi banyak pemula yang mengeluhkan pengeluaran untuk BBM ini, lho.
Biaya Perawatan dan Pajak Mahal

Kalau pakai motor, ganti oli dan service rutin cuma Rp100-300 ribu, tergantung kerusakan. Sedangkan mobil, bisa sampai 2-3 juta. Itu untuk kondisi normal dan mode merawat ya. Kalau ada kerusakan, lebih bengkak lagi. Mana sparepart mobil mahalnya engak ngotak lagi.
Biaya pajak tahunannya pun begitu. Biasa keluarin ratusan ribu untuk motor, tiba-tiba berubah jadi jutaan rupiah. Coba bayangin, dalam 1 bulan, si pemilik mobil kudu bayar kreditan, service 6 bulanan, dan bayar pajak dalam 1 bulan yang sama. Jebol gak tuh dompet?
Susah Parkir

Enaknya pakai motor, kita bisa ke mana saja, lewat mana saja, dan parkir di mana saja juga. Ngantar sepupu ke gang sempit, beli makan, mau jajan, ke mana pun lebih luwes pakai motor. Sementara dengan mobil, destinasi yang bisa dikunjungi makin dikit. Karena bener-bener harus punya area parkir yang memadai. Pokoknya repot banget deh kalau mau beli sesuatu.
Perjalanan Lambat

Di pejalanan memang menyenangkan, dan kayak gak terasa. Tapi sebenarnya, perjalanan memakan waktu jauh lebih lama. Apalagi di perkotaan, beuh. Sudah macet, banyak lampu merah, enggak bisa sat set pula. Lari 40 Km/jam di tengah kota saja, rasanya sudah seperti jadi pembalap F1.
Perawatannya Susah

Nah, ini yang juga sering dikeluhkan pemula. Sekadar jaga body mobil tetap mulus saja sulit banget. Lecet dikit perlu dipoles dan makan biaya lagi. Belum lagi kalau ban bocor, mesin mogok gegara banjir, dan lainnya.
Mana bagian dari mobil itu banyak banget lagi. Dari ekterior, interior, mesin, ban, kaki-kaki, dkk. Saking banyaknya, banyak pemula yang malah jadi malas belajar. Memilih menyerahkan ke bengkel kalau ada apa-apa, atau mengandalkan tutorial di YouTube saat kena apes saja.
Salah Pilih Tipe

Jangan salah, setelah punya mobil pertama, ternyata banyak yang menyesal loh. Misal, beli mobil yang 5 kursi. Eh sekalinya butuh ngangkut keluarga plus barang bawaannya yang banyak. Nyesel kenapa gak beli yang 7 kursi.
Banyak juga yang awalnya milih karena model dan mobil impian. Pas punya, nyesal karena bahan bakarnya boros banget. Pengin beli yang irit bensin.
Sampai, ada juga yang awalnya beli untuk angkutan orang. Eh pas punya, ternyata lebih butuh mobil bak terbuka untuk usaha. (dra)
-
GAYA HIDUP4 hari agoBuka Awal Tahun 2026, YAMAHA Luncurkan Varian Warna Baru Untuk Skutik Premium XMAX Connected
-
PARIWARA3 hari agoSetingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano
-
BERITA5 hari agoHari Desa Nasional 2026: Meneguhkan Posisi Desa sebagai Jantung Pembangunan Indonesia
-
GAYA HIDUP1 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
BALIKPAPAN2 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAwas ‘Teknostress’ Mengintai Birokrasi, BPSDM Kaltim Minta ASN Jangan Cuma Kejar Target
-
NUSANTARA4 hari agoPastikan Pembangunan IKN Lanjut, Prabowo Koreksi Desain hingga Kejar Target 2028
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKaltim Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026, Dua Wilayah Sabet Peringkat 1

