Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Bukan Sekadar IKN, Ini 5 Fakta Menarik Kalimantan Timur Jelang Usia 69 Tahun

Published

on

Jelang HUT ke-69, simak 5 fakta tersembunyi Kalimantan Timur. Dari sejarah diplomasi Banjar-Makassar, transformasi menjadi lumbung pangan 2025, hingga peran vital Sungai Mahakam.

Tanggal 9 Januari nanti, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan meniup lilin yang ke-69. Di usia yang semakin matang ini, Benua Etam tengah menjadi sorotan dunia seiring keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, Kaltim sejatinya bukan cuma soal IKN. Di balik kemegahan proyek ibu kota baru, tersimpan lapisan sejarah panjang dan transformasi penting yang jarang tersorot. Dari wilayah diplomasi kerajaan kuno hingga kini menjadi juara ketahanan pangan, berikut 5 fakta menarik tentang Kaltim yang patut disimak di momen ulang tahun kali ini:

1. Akar Sejarah Multikultur: Jejak Banjar dan Makassar

Pernahkah terlintas mengapa budaya Banjar dan Bugis/Makassar begitu kental di Kaltim? Hal ini rupanya memiliki landasan historis yang kuat. Hikayat Banjar mencatat, wilayah Paser, Kutai, dan Berau dulunya berada di bawah pengaruh Kesultanan Banjar.

Lebih jauh lagi, pada abad ke-17, terjadi perjanjian dagang bersejarah antara Sultan Banjar Mustain Billah dengan Kerajaan Gowa-Tallo (Makassar). Kesepakatan inilah yang membuka pintu migrasi masyarakat Sulawesi Selatan ke pesisir timur Kalimantan. Wajah multikultur Kaltim hari ini adalah warisan diplomasi ratusan tahun lalu.

2. Transformasi Ekonomi: Dari Basis Energi Menuju Kemandirian Pangan

Selama puluhan tahun, perekonomian Kaltim sangat bergantung pada sektor ekstraktif seperti batu bara, minyak, dan gas. Namun, di tahun 2025, narasi tersebut mulai bergeser ke arah yang lebih berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji, Kaltim membuktikan mampu melakukan diversifikasi ekonomi.

Buktinya, provinsi ini sukses meraih Peringkat 2 Nasional Indeks Ketahanan Pangan pada 2025. Ini adalah capaian strategis: daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung energi, kini bertransformasi menjadi benteng pangan nasional di tengah lonjakan penduduk akibat migrasi ke IKN.

3. Sungai Mahakam: Urat Nadi Peradaban Tertua

Ibu kota Kaltim, Samarinda, tidak berada di pantai, melainkan membelah sungai. Sungai Mahakam bukan sekadar jalur air; ia adalah saksi bisu peradaban nusantara.

Di tepi sungai inilah ditemukan Prasasti Yupa (Abad ke-4 M), bukti keberadaan Kerajaan Kutai Martadipura sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Hingga kini, Mahakam tetap menjadi jalur logistik utama yang menghidupi jutaan warga, sekaligus rumah bagi mamalia langka Pesut Mahakam.

4. “Induk” yang Melahirkan Provinsi Baru

Kaltim adalah contoh provinsi yang rela “mengecil” demi pemerataan pembangunan. Pada masa awalnya, wilayah Kaltim sangat luas hingga mencakup wilayah utara. Namun, pada 2012, Kaltim merelakan lima wilayahnya (Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan, Tana Tidung) berpisah membentuk Provinsi Kalimantan Utara.

Uniknya, meski wilayahnya menyusut menjadi 10 Kabupaten/Kota, kinerja pembangunan Kaltim justru semakin efektif. Terbukti dengan raihan Sutami Award (Peringkat 1 Nasional) bidang infrastruktur di tahun 2025, menandakan pembangunan infrastruktur kini lebih fokus dan merata.

5. Wilayah yang Mengubah Peta Geopolitik

Kaltim menjadi provinsi yang berhasil mengubah sentralitas pembangunan di Indonesia.

Dengan ditetapkannya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai lokasi IKN, Kaltim mengubah statusnya secara permanen: dari sekadar daerah penyangga di pinggiran, menjadi “episentrum” atau pusat gravitasi baru bagi Republik Indonesia.

Menatap Usia 69 Tahun Deretan fakta di atas menegaskan bahwa Kalimantan Timur bukan sekadar wilayah yang kaya sumber daya alam, melainkan daerah yang memiliki akar sejarah kuat dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Peringatan HUT ke-69 ini menjadi momentum penting untuk tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga memastikan kesiapan masa depan. Harapan besarnya, transformasi Kaltim menjadi ‘beranda negara’ ini membawa kesejahteraan nyata dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Benua Etam.

Dirgahayu ke-69, Kalimantan Timur! (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.