NUSANTARA
Komentar Nasaruddin Umar saat Tinjau Masjid IKN: Kaltim Punya Indeks Kerukunan Tinggi, Cocok Sebagai Kiblat Toleransi
Tinjau Masjid Negara IKN, Menag Nasaruddin Umar puji indeks kerukunan Kaltim yang tinggi. Ia menyebut Kaltim cocok untuk menjadi kiblat toleransi Indonesia.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melontarkan pujian khusus terhadap atmosfer sosial keberagamanaan di Kalimantan Timur (Kaltim). Di sela-sela kunjungan kerjanya meninjau progres pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu 11 Desember 2026, ia menyebut Benua Etam memiliki modal sosial yang sangat mahal: kerukunan.
Nasaruddin menyoroti data bahwa Kaltim memiliki indeks kerukunan umat beragama yang tinggi, bahkan melampaui rata-rata nasional. Menurutnya, hal ini membuat Kaltim sangat pas memegang peran sebagai “kiblat toleransi” bagi Indonesia, seiring posisinya yang kini menjadi rumah bagi IKN.
“IKN ini dibangun di atas fondasi keadilan. Kami sangat berharap Kalimantan Timur terus merawat nilai-nilai kerukunan yang sudah mengakar kuat di sini, agar bisa menjadi kiblat toleransi bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” ujar Nasaruddin saat memberikan keterangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan, Balikpapan.
Jangan Terlena Pembangunan Fisik
Meski memuji, Imam Besar Masjid Istiqlal ini tetap memberikan “lampu kuning” bagi jajarannya. Ia mewanti-wanti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama di Kaltim agar tidak terlena dengan megahnya pembangunan infrastruktur IKN.
Baginya, gedung tinggi dan jalan mulus akan percuma jika fondasi sosialnya keropos.
“Kita tidak ingin pembangunan fisik IKN melesat cepat, namun fondasi kerukunannya rapuh. ASN Kemenag harus memastikan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan napas kehidupan yang nyata,” tegasnya.
Salat Subuh Bersejarah
Sebelumnya, kunjungan Nasaruddin ke IKN juga diwarnai momen bersejarah. Ia berkesempatan memimpin salat subuh berjamaah perdana di Masjid Negara Nusantara yang kini penyelesaiannya sudah memasuki tahap akhir.
Merasakan langsung ketenangan ibadah di sana, Nasaruddin mengaku sangat terkesan. Ia optimistis IKN sedang bertransformasi menjadi pusat peradaban baru yang seimbang; maju secara teknologi, namun tetap memiliki kemandirian jiwa.
Terakhir, Nasaruddin berpesan agara berharap IKN tidak semata-mata menjadi pusat putaran ekonomi, tetapi juga sentra peradaban yang damai. Jika harmoni ini terus dijaga, Nusantara diyakini bakal menjadi “rumah besar” yang inklusif dan ramah bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali. (ens)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA18 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman
-
OLAHRAGA15 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru

