FEATURE
Menyongsong 8 Dekade Pengabdian: Tema, Logo, dan Makna Hari Amal Bhakti Kemenag ke-80 Tahun 2026
Memasuki tahun baru 2026, Kementerian Agama RI telah memasuki umur yang ke-80 tahun alias 8 dekade. Berikut ini tema, logo, dan makna Hari Amal Bhakti Kemenag.
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) tengah menyambut tonggak sejarah baru pada 3 Januari 2026. Peringatan hari lahir kementerian yang dikenal dengan sebutan Hari Amal Bhakti (HAB) ini akan memasuki usianya yang ke-80 atau fase oktagintennial.
Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial semata, melainkan menjadi titik refleksi strategis bagi institusi yang menaungi kehidupan beragama di Indonesia. Berikut adalah rangkuman lengkap mengenai tema, filosofi logo, agenda, serta sejarah panjang di balik peringatan ini.
Tema HAB ke-80: Harmoni untuk Kemajuan Bangsa Berdasarkan Surat Edaran Nomor 39 Tahun 2025, peringatan HAB ke-80 mengusung tema besar: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.
Tema ini terpilih bukan tanpa alasan, melainkan mengandung pesan strategis yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini:
- Umat Rukun: Kerukunan ditempatkan sebagai fondasi utama stabilitas nasional. Ini bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan adanya harmoni aktif antarumat beragama.
- Sinergi: Menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
- Indonesia Damai dan Maju: Menjadi tujuan akhir (ultimate goal) di mana kedamaian menjadi prasyarat mutlak bagi kemajuan ekonomi dan peradaban menuju Indonesia Emas 2045.
Filosofi Logo dan Nuansa “Green Theology”
Visualisasi HAB ke-80 tahun ini memiliki dominasi warna hijau dan kuning cerah, yang juga mencerminkan semangat transformasi birokrasi berwawasan lingkungan atau Green Theology di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Makna Warna:
- Hijau: Merupakan warna identitas Kemenag yang melambangkan kedamaian, kesuburan, kesejukan, serta nilai moderasi beragama (adil, seimbang, dan toleran).
- Kuning Cerah: Simbol optimisme, energi positif, dan semangat perubahan untuk menyongsong masa depan. Makna Elemen Visual:
- Angka 80: Menjadi desain simetris dan melingkar utuh, merepresentasikan kesatuan, kesinambungan, dan keharmonisan.
- Tiga Daun: Muncul dari angka 8 dan 0, elemen ini menyimbolkan kesinambungan hubungan antara nilai agama, alam, dan manusia. Ini juga selaras dengan komitmen “Kemenag ASRI” (Asri, Sehat, Ramah, Indah).
- Lingkaran Kuning pada Angka “0”: Menggambarkan matahari atau cahaya sebagai sumber harapan dan masa depan yang cerah.
Kilas Balik Sejarah: Dari Departemen Agama hingga Hari Amal Bhakti
Kelahiran Kementerian Agama tidak lepas dari perjuangan panjang para tokoh bangsa. Usulan pembentukan kementerian khusus agama pertama kali terlontar oleh Muhammad Yamin dalam sidang BPUPKI pada 11 Juli 1945, namun sempat tertunda.
Usulan tersebut kembali menguat pada sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tanggal 25-27 November 1945, yang disuarakan oleh utusan KNI Banyumas (K.H. Abu Dardiri dan rekan-rekan).
Akhirnya, pemerintah secara resmi membentuk Kementerian Agama pada 3 Januari 1946 melalui Penetapan Pemerintah No. 1/S.D. H. Mohammad Rasjidi kemudian ditunjuk sebagai Menteri Agama pertama.
Mengapa Disebut “Hari Amal Bhakti”? Pada awalnya, peringatan ini disebut sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Departemen Agama. Perubahan nama terjadi pada peringatan ke-34, tepatnya 3 Januari 1980.
Menteri Agama saat itu, Alamsyah Ratu Perwiranegara, mengusulkan nama “Hari Amal Bhakti”. Tujuannya sangat filosofis: agar peringatan ini tidak hanya menjadi makna sebagai perayaan usia, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan pengabdian (“Amal”) dan kesetiaan (“Bhakti”) kepada bangsa dan negara. Semangat ini terangkum dalam moto “Ikhlas Beramal”.
Agenda Peringatan HAB ke-80
Rangkaian kegiatan HAB ke-80 memiliki proyeksi untuk memberikan dampak sosial nyata dan memperkuat integritas aparatur negara. Beberapa agenda utamanya meliputi:
- Upacara Peringatan (3 Januari 2026): Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang kerap menggunakan pakaian adat, upacara tahun ini menginstruksikan penggunaan Pakaian Dinas Harian (PDH) kemeja putih dan bawahan gelap. Hal ini menyiratkan pesan kesederhanaan dan kesiapan kerja birokrasi dalam melayani umat.
- Kompetisi Edukatif & Ekologis: Termasuk lomba film pendek tentang integritas dan lomba “Kantor Ideal” yang berbasis Eco-Theology.
- Aksi Sosial: ASN Kemenag harus bergerak untuk melakukan kegiatan bermanfaat seperti santunan anak yatim, donor darah, dan gerakan bersih-bersih rumah ibadah lintas agama.
- Malam Tasyakuran (7 Januari 2026): Sebagai penutup rangkaian acara, akan ada malam refleksi dan doa bersama sebagai wujud syukur atas kinerja satu tahun terakhir.
Peringatan ke-80 ini harapannya menjadi momentum bagi Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi birokrasi yang melayani, bersih, dan responsif, sekaligus menjadi “tenda bangsa” yang mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia. (ens)
-
PARIWARA3 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA2 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA2 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
-
NUSANTARA2 hari agoAnti Worry! Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha
-
SEPUTAR KALTIM13 jam agoWaspada Banjir Rob, BMKG Peringatkan Pasang Laut Kaltim Capai 2,8 Meter Sepekan ke Depan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoSiapkan Rp2,18 Triliun, BI Kaltim Buka Layanan SERAMBI 2026 Tukar Uang Baru untuk Lebaran
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTak Cuma Tur Keagamaan, Gubernur Kaltim Bakal Sidak Proyek di Safari Ramadan 2026
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAngka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’

