Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Angka Kebugaran Warga Benua Etam Mengkhawatirkan, KORMI Kaltim Turun Tangan Gagas ‘Kaltim Aktif’

Published

on

Data tunjukkan 58 persen warga Kaltim berstatus kurang bugar. KORMI Kaltim gagas gerakan Kaltim Aktif untuk perangi gaya hidup minim gerak dan cegah penyakit.

Gaya hidup modern yang minim gerak rupanya membawa dampak serius bagi kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Merujuk pada data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka kebugaran warga Kaltim saat ini berada di level yang mengkhawatirkan: 58 persen masuk kategori buruk, dan hanya 8 persen yang tergolong baik.

Merespons rapor merah kesehatan tersebut, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim bergerak cepat dengan mengampanyekan program ‘Kaltim Aktif’. Gerakan ini merupakan manifestasi lokal dari Gerakan Indonesia Aktif yang dicanangkan secara nasional untuk membudayakan kembali kebiasaan berolahraga di semua kalangan usia.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman, Prof. Iwan M. Ramdan, menyoroti fenomena ini sebagai alarm bagi daerah. Menurutnya, Kaltim tengah menghadapi transisi epidemiologi di mana tren penyakit tidak menular terus merangkak naik akibat rendahnya aktivitas fisik.

“Perubahan pola hidup membuat masyarakat kurang bergerak. Padahal aktivitas fisik sangat penting, bukan hanya untuk kebugaran fisik, tapi juga kesehatan psikologis,” jelas Prof. Iwan.

Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memperbanyak jalan kaki, sembari mendorong perbaikan sarana dan prasarana publik.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I KORMI Kaltim, Adnan Faridhan, menegaskan posisi organisasinya sebagai motor penggerak kesadaran masyarakat. Ia menilai, intervensi gaya hidup sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah ledakan penyakit di masa depan.

“Sehat belum tentu bugar, tapi bugar pasti sehat dan gembira. Olahraga itu membuat kita sehat, bugar, sekaligus bahagia,” ungkap Adnan dalam Dialog Publika TVRI Kalimantan Timur bertajuk Transformasi dan Strategi Peningkatan Partisipasi Olahraga Masyarakat, Kamis 19 Februari 2026.

Adnan mengajak masyarakat untuk segera meninggalkan gaya hidup kurang gerak. “Kita ingin masyarakat sadar, ayo gerak, ayo aktif. Jangan negatif thinking, bangun diri kita dengan pikiran dan tubuh yang sehat,” tegasnya.

Ambisi Besar di Kancah Nasional

Di samping fokus pada pembudayaan olahraga rekreasi di tengah masyarakat, KORMI Kaltim yang kini menaungi sekitar 60 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) juga tengah mematangkan prestasi di level nasional.

Catatan KORMI Kaltim di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB terbilang impresif. Dengan memberangkatkan 43 Inorga, kontingen Kaltim sukses bertengger di peringkat keempat nasional.

Kini, target yang dipatok jauh lebih tinggi. Menatap FORNAS 2027 di Sulawesi Tengah, KORMI Kaltim mendapat mandat langsung dari Gubernur untuk merebut posisi juara umum.

Saat ini, pemetaan kekuatan Inorga unggulan dan konsolidasi dukungan teknis tengah digenjot demi memastikan target ambisius tersebut bukan sekadar wacana.

Lewat manuver di dua garis depan—kesehatan masyarakat dan prestasi nasional—KORMI Kaltim berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas bisa segera mewujudkan ekosistem masyarakat Kaltim yang tidak hanya sehat dan bugar, tetapi juga produktif. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.