Connect with us

KUTIM

Akhiri Penantian 13 Tahun, Jembatan Sungai Nibung Rp176 Miliar Resmi Beroperasi di Kutai Timur

Published

on

Akhiri penantian 13 tahun, Gubernur Kaltim resmikan Jembatan Sungai Nibung senilai Rp176 miliar. Jalur strategis ini pangkas waktu tempuh dan logistik hingga Kaltara, siap pacu ekonomi pesisir Kutai Timur.

Penantian panjang selama lebih dari satu dekade akhirnya tuntas. Jembatan Sungai Nibung yang menjadi urat nadi penghubung antara Desa Kadungan Jaya di Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya resmi beroperasi.

Megaproyek infrastruktur yang menelan anggaran hingga Rp176 miliar ini membentang sepanjang 390 meter di atas aliran sungai. Fasilitas ini juga ditopang oleh jalan pendekat sepanjang 135 meter dan 500 meter di kedua sisinya untuk menjamin kelancaran arus kendaraan logistik maupun penumpang.

Keberadaan jembatan ini amat strategis. Posisinya membuka titik isolasi di pesisir utara Kalimantan Timur. Sekaligus menjadi jalur perlintasan krusial yang menghubungkan arus lalu lintas dari arah Kabupaten Berau hingga Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud turun langsung meresmikan fasilitas tersebut pada Selasa 24 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa jembatan ini harus dilihat lebih dari sekadar tumpukan beton dan aspal.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi jembatan harapan. Ia membuka akses pertumbuhan ekonomi, memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sempat Molor dan Diwarnai Tantangan Teknis

Di balik kemegahannya hari ini, pembangunan Jembatan Sungai Nibung memiliki rekam jejak yang cukup berliku. Masyarakat setempat tercatat harus bersabar hingga 13 tahun sejak wacana ini digulirkan, hingga akhirnya benar-benar terwujud.

Selama proses pengerjaannya, proyek ini tak lepas dari berbagai sandungan. Pemerintah daerah harus berhadapan dengan kerumitan administrasi, hambatan pembiayaan, masalah teknis di lapangan, hingga faktor cuaca yang kerap tidak bersahabat.

Rentetan kendala tersebut bahkan sempat membuat target penyelesaian awal pada akhir 2024 terpaksa meleset, sebelum akhirnya berhasil dirampungkan.

Rampungnya proyek belasan tahun ini menjadi pembuktian dari pemerintah daerah bahwa proyek infrastruktur publik pantang dibiarkan mangkrak tanpa kepastian.

Kini, dengan tersambungnya kedua wilayah, ongkos distribusi barang dan jasa diyakini bakal terpangkas drastis seiring dengan efisiensi waktu tempuh.

Jembatan Sungai Nibung tidak hanya mengakhiri keterisolasian warga. Tetapi juga disiapkan menjadi motor penggerak baru untuk pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa pesisir utara Kaltim. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.