BERAU
Akhiri Kendala Jarak, Dua SMA Negeri Baru Segera Dibangun di Berau
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VI Berau memastikan rencana pembangunan dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri baru di Kabupaten Berau.
Dua sekolah tersebut yakni SMAN 16 Berau di Kecamatan Segah dan SMAN 17 Berau di Kecamatan Tabalar.
Pembangunan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab kebutuhan mendesak lulusan SMP di wilayah tersebut yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Fokus Awal Dua Ruang Kelas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Berau, Ahmadong, menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada penyediaan dua ruang kelas dengan kapasitas total 72 siswa. Selain itu, juga akan dibangun ruang kepala sekolah serta tata usaha untuk mendukung operasional awal.
“Kami melihat potensi lulusan di sekitar. Untuk tahap awal, kami maksimalkan dulu sambil melihat perkembangan ke depan,” ujar Ahmadong.
Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan jumlah peserta didik dan kebutuhan fasilitas pendukung lainnya.
Tunggu Finalisasi Lahan dan Anggaran
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap verifikasi dan validasi lapangan oleh tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu faktor kunci percepatan pembangunan adalah penyelesaian legalitas lahan.
Jika seluruh persyaratan lahan telah rampung, pembangunan ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini atau paling lambat menggunakan alokasi anggaran tahun 2027.
Untuk kebutuhan tenaga pendidik, Disdikbud Berau akan memberdayakan guru dari SMA terdekat yang masih kekurangan jam mengajar. Sementara itu, posisi kepala sekolah akan diisi oleh pejabat Pelaksana Tugas (Plt) hingga operasional sekolah berjalan stabil.
Pembangunan dua SMA Negeri ini diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan di wilayah pelosok Berau. Dengan hadirnya sekolah yang lebih dekat, diharapkan tidak ada lagi siswa yang terhambat melanjutkan pendidikan akibat kendala jarak. (am)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDokter RSUD IA Moeis Samarinda Dinonaktifkan Sementara usai Komentar soal Pasien BPJS Viral
-
BERITA5 hari agoViral Dokter RSUD Inche Abdoel Moeis Diduga Komentari Pasien di Media Sosial, Nama dr. Renanda Jadi Sorotan
-
NUSANTARA3 hari agoMuhammad Faisal Resmi Serahkan Tongkat Estafet Ketua ASKOMPSI kepada Rudy Rinaldi
-
NUSANTARA5 hari ago11 Tahun Vakum, Yamaha Cup Race Padang Kembali Pecahkan Antusiasme, Lebih dari 5.000 Penonton Padati Arena
-
SAMARINDA2 hari agoRS PrimeCare Samarinda Resmi Beroperasi, Andalkan Teknologi Minimal Invasif hingga Laboratorium Genomik
-
BALIKPAPAN3 hari agoNgopi di Lokale Bisa Bawa Pulang Yamaha Grand Filano, Program Berlangsung hingga September 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoPemprov Kaltim Ambil Alih Mall Lembuswana Setelah 30 Tahun, Siap Masuki Era Baru Revitalisasi
-
OLAHRAGA4 hari agoHome Race di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Kemenangan Perdana Seri 4 ARRC 2026

