EKONOMI DAN PARIWISATA
KalaFest 2026 Dorong Ekonomi Syariah Kaltim, Transaksi Gerakan Pangan Murah Capai Rp670 Juta
Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 menghadirkan berbagai program strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia itu sukses menarik puluhan ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, mengatakan KalaFest 2026 tidak hanya menghadirkan edukasi ekonomi syariah, tetapi juga mendorong stabilitas ekonomi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Program tersebut berlangsung di Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Bontang, Berau, hingga Mahakam Ulu dengan total nilai penjualan mencapai Rp670.034.600 dan melibatkan puluhan pelaku UMKM.
KalaFest 2026 sendiri digelar di dua lokasi, yakni di kawasan Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.
KalaFest 2026 Dikunjungi Lebih dari 24 Ribu Orang
Bayuadi mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan KalaFest tahun ini cukup tinggi. Selama tiga hari kegiatan, total pengunjung tercatat mencapai lebih dari 24.815 orang.
Selain itu, gaung kegiatan juga meluas melalui platform digital dengan total jangkauan audiens mencapai lebih dari 702.483 orang.
“Total pengunjung KalaFest 2026 mencapai lebih dari 24.815 orang dan menjangkau lebih dari 702.483 audiens melalui platform digital,” ujarnya saat Closing Ceremony KalaFest 2026 di pelataran Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Minggu (10/5/2026).
KalaFest 2026 mengangkat tiga tema utama, yakni pembiayaan dan keuangan sosial syariah, halal lifestyle, serta digitalisasi, literasi, dan edukasi ekonomi syariah.
Ketiga tema tersebut dihadirkan sebagai langkah untuk memberdayakan dan mempercepat pengembangan ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur.
Pembiayaan UMKM Syariah Tembus Rp3,29 Miliar
Dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi syariah, KalaFest 2026 juga menghadirkan kegiatan Business Matching dan Edukasi serta Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM).
Program yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim-Kaltara itu mempertemukan pelaku UMKM syariah dengan tujuh lembaga keuangan syariah.
Hasilnya, selama tiga hari penyelenggaraan tercatat realisasi pembiayaan mencapai Rp3,29 miliar yang disalurkan kepada 20 pelaku usaha syariah.
Menurut Bayuadi, program tersebut menjadi langkah konkret dalam membuka akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus memperkuat fondasi usaha melalui edukasi literasi keuangan dan digitalisasi pencatatan keuangan.
Melalui kegiatan itu, para pelaku UMKM juga didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar usaha mereka. (red)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari ago17 Ribu Pengaduan Masuk ke OJK, Pinjol Ilegal Masih Jadi Kasus Terbanyak
-
PARIWARA4 hari agoPariwisata Kaltim Tak Cukup Andalkan Destinasi, Kolaborasi Jadi Penentu Keberhasilan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKorban Penipuan Jangan Menunggu, Segera Lapor ke Indonesia Anti-Scam Centre
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoRudy Mas’ud Lantik 110 ASN, Sejumlah Kepala OPD Pemprov Kaltim Berganti
-
SAMARINDA3 hari agoClassy Ride & Chill Wadah Pecinta Yamaha Fazzio & Filano Ramaikan Samarinda dan Bontang, Hadirkan Gaya Berkendara Berkelas
-
PARIWARA2 hari agoGrand Filano Racing Look Jadi Tren Baru, Modifikasi Classy Yamaha Makin Digandrungi Gen Z

