OLAHRAGA
Guam; Negeri Sejuta Ular yang Dibantai 14-0 oleh Timnas U-17
Percaya atau tidak? Negara yang dibantai Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia U-17, Guam. Adalah negara yang populasi ularnya lebih tinggi ketimbang jumlah manusia di sana.
Timnas U-17 asuhan Bima Sakti mengamuk kala bertemu Guam. Pada laga perdana timnas di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Senin malam di Stadion Pakansari Bogor. Tak tanggung-tanggung, Garuda Muda melesakkan masing-masing 7 gol setiap babaknya.
Ke-14 gol tersebut dibuat oleh Arkhan Kaka, tepat di menit ke-9, 11, 25, dan 34. M. Narendra Tegar (27′), M. Riski Afrisal (32′), dan Sulthan Zaky Pramana (45′) membuat Garuda Muda unggul 7-0 atas Guam di babak pertama.
Tujuh gol lain tercipta pada babak kedua melalui gol bunuh diri Donovan John Moss (46′), gol Jehan Pahlevi (48′) dan Muhammad Gaoshirowi (59′). Dua puluh menit berselang, Habil Abdillah (79′), Figo Dennis (84′), M. Nabil Asyura (87′), dan Ji Da Bin (90′) menggenapkan skor 14 gol tanpa balas.
Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua Grup B. UAE sementara menempati posisi pucuk dengan torehan 6 poin dari 2 pertandingan. Indonesia masih berpeluang lolos sebagai pemuncak Grup B jika berhasil mengungguli UEA, Malaysia, dan Palestina. Yang akan mereka lawan pada laga berikutnya.
Setelah dibantai dengan skor mencolok. Publik lalu penasaran dengan Guam. Negara apa yang sampai begitu lemah di hadapan Timnas Indonesia itu. Berikut adalah beberapa fakta tentang Guam.
Negeri Sejuta Ular
Ini bukan sekadar julukan. Sejuta ular, adalah perkiraan jumlah ular yang ada di seluruh Guam. Bermula saat Perang Dunia II ketika Guam masih menjadi pangkalan militer AS. Saat itu, tentara AS kembali dari Filipina menggunakan kapal. Tanpa disadari, seekor ular pohon yang beracun tapi tidak berbahaya masuk ke dalam kapal.
Sampai di Guam, ular itu berkembang biak dan membunuh habis habitat burung yang ada di pulau itu. Hingga kini, kepadatan populasi ular di Guam adalah yang tertinggi di dunia. Dengan tingkat kepadatan mencapai 2.000 ular/km2.
Dengan luas wilayah 541,3 km2 atau ¾ luas Singapura. Maka jumlah ular di negara itu mencapai 1.082.000 ekor. Padahal jumlah manusia di sana hanya 168.783 hingga tahun 2020. Ini semacam manusia numpang tinggal di pulau ular, enggak sih?
Tersika Kolonial Jepang
Sama seperti Indonesia, di masa PD II, Guam juga pernah dijajah oleh Jepang. Kekaisaran Jepang menyerang dan menyerbu Guam pada tanggal 8 Desember 1941, bersamaan dengan serangan di Pearl Harbor.
Orang Jepang mengganti nama Guam ÅŒmiya-jima (Pulau Kuil Agung). Pendudukan Jepang di Guam berlangsung sekitar 31 bulan. Selama periode ini, penduduk asli Guam menjadi sasaran kerja paksa, pemisahan keluarga, penahanan, eksekusi, kamp konsentrasi, dan pelacuran paksa.
Sekitar 1.000 orang tewas selama pendudukan, menurut kesaksian komite Kongres AS pada tahun 2004. Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa kekerasan perang menewaskan 10% dari 20.000 penduduk Guam saat itu.[6] Amerika Serikat kembali dan bertempur di Pertempuran Guam 1994 dari 21 Juli hingga 10 Agustus, untuk merebut kembali pulau itu. 21 Juli sekarang adalah hari libur teritorial, Hari Pembebasan.
Banyak Warga Keturunan Indonesia
Indonesia dan sebagian penduduk Guam memiliki nenek moyang yang sama. Pasalnya suku Indonesia Melayu pernah melakukan ekspedisi ke wilayah Pasifik dan mendiami Pulau Guam. Beranak pinak, dan kini menjadi populasi terbesar kedua di Guam, bersama keturunan perantau asal Filipina. Penduduk asli beretnis Chamoru masih mendominasi dengan 37% dari total penduduk Guam. (DRA)
-
BALIKPAPAN4 hari agoSambut HUT ke-129, Balikpapan Rilis Logo “Harmoni Menuju Kota Global”
-
GAYA HIDUP3 hari agoAngka Pernikahan 2025 Naik Tipis, Tren ‘Enggan Nikah’ Mulai Melandai?
-
SAMARINDA2 hari agoSamarinda Menuju Usia 358 Tahun: Menelusuri Jejak Enam Kampung Purba dan Akar Sejarah Kota Mahakam
-
BERAU4 hari agoDi Balik Pesona Pantai Payung-Payung, Rudy Mas’ud Soroti Abrasi yang Ancam Jalan Bandara
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBibit Siklon Tropis 97S Kepung Indonesia Bagian Selatan, Begini Prediksi Cuaca Kaltim Sepekan ke Depan
-
FEATURE3 hari agoFenomena AI di 2026: Jadi “Asisten Hidup” yang Memanjakan, atau Perangkap Ketergantungan?
-
BERAU5 hari agoTinggalkan Status Perintis, Wings Air Kini Terbang Komersial ke Maratua: Rudy Mas’ud Jajal Pendaratan Perdana
-
SAMARINDA4 hari agoSambut HUT ke-358 Samarinda, Wawali Saefuddin Buka Turnamen Biliar Berhadiah Rp 100 Juta

