PASER
Angka Stunting Paser Ditargetkan Turun Jadi 11,8 Persen pada 2025
Pemkab Paser memiliki target penurunan stunting pada tahun 2025 menjadi 11,8 persen. Untuk mencapai target itu diperlukan sinergitas lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengelar rembuk stunting yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pengendalian Pemduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Amir Faisol.
Kegiatan ini berlangsung di ruang Comman Center komplek perkantoran kilometer 5, Kamis 30 Mei 2024.
Dalam rapat ini, Amir mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka mempercepat penurunan stunting di daerah.
“Rembuk stunting ini untuk mengintervensi pelaksanaan penurunan stungting di setiap kecamatan,” kata Amir.
Amir mengemukakan, upaya pencegahan dan penurunan stunting melalui kegiatan intervensi secara srentak akan dilaksanakan se-Indonesia pada bulan Juli 2024.
Oleh karena itu, kata Amir, diperlukan sinergitas lintas sektor terkait agar rencana penurunan stunting secara perlahan bisa terwujud.
“Kita bersama-bersama dengan pihak kecamatan se-Kabupaten Paser dan pihak swasta, perusahaan, organisasi, profesi dan unsur lain yang terkait, dengan kegiatan yang akan direncanakan oleh pemerintah pusat,” terangnya.
Amir menambahkan, intervensi terhadap pelaksanaan penurunan stunting di daerah perlu dilakukan.
Setelah kegiatan rembuk stunting ini, Amir berharap setiap kecamatan dapat menindaklanjutinya dengan menggelar rapat yang melibatkan pihak-pihak terkait.
“Diharapkan juga setiap kecamatan segera melakukan rapat di tingkat kecamatan masing-masing dalam rangka untuk mengkoordinasikan dengan berbagai pihak yang ada di masing-masing kecamatan dalam rangka untuk kegiatan intervensi serentak,” kata Amir.
Lebih lanjut dia menuturkan, nantinya akan diperoleh hasil yang diharapkan yaitu peningkatan kunjunga balita ke Posyandu. Tujuannya, dalam rangkan pencegahan stunting di masing-masing wilayah.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 data stunting Kabupaten Paser adalah 24,9 persen. Sementara secara nasional pemerintah pusat menargetkan penurunan menjadi 14 persen.
Pada tahun 2023 ini pemerintah menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan baru mendapatkan data tingkat Provinsi dimana prevalensi stunting Kalimantan Timur sebesar 22,9 persen.
“Harapan kami angka prevalensi stunting di kabupaten paser bisa menurun menjadi 11,8% di tahun 2025 nanti kedepan,” tutup Amir. (rw)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertamina Sebut Ikuti Harga Minyak Dunia
-
OLAHRAGA4 hari agoSIWO PWI Kaltim Dipastikan Masuk Kepengurusan KONI 2026-2030, Polemik Berakhir
-
BALIKPAPAN4 hari agoSatu Jemaah Wafat di Tanah Suci, 359 Jemaah Kloter Balikpapan Kembali dengan Selamat
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoKADIN Kaltim Siapkan Program Besar, Fokus Cetak SDM Unggul dan Perkuat UMKM
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoMassa Aksi Kecewa, Hak Angket DPRD Kaltim Kembali Tertunda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKejati Kaltim Bongkar Dugaan Praktik Tambang Ilegal Bertahun-Tahun, Satu Tersangka Ditahan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoRibuan PPPK Kaltim Dapat Kepastian, Gubernur Harum Pastikan Tak Ada PHK
-
BONTANG3 hari agoYamaha Goes to School Hadir di Bontang, Siswa Belajar Kreatif Lewat Buket Bunga dan Dekorasi Kue

