Connect with us

KUKAR

Bankeu Kukar Paling Sedikit, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji Sebut Bupati Kurang Komunikasi

Published

on

Bankeu Kukar
Aji Seno Wakil Ketua DPRD Kaltim dapil Kukar setelah rapat paripurna ke-12 (Hafif Nikolas/Kaltim Faktual)

Tahun ini, Kabupaten Kukar mendapatkan Bankeu paling sedikit dari kabupaten kota Lainnya. Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji menilai karena Bupati Kukar Edi Damansyah kurang komunikasi.

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat paling sedikit mendapatkan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Hal ini mendapat reaksi dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. Yang memang wakil rakyat provinsi dari dapil Kukar.

Seno menyebut, Kukar tahun ini hanya mendapatkan Bankeu Rp38,1 miliar. Angka tersebut turun drastis dari Bankeu tahun sebelumnya yang mencapai Rp120 miliar.

Turunnya bantuan provinsi ini jelas berdampak pada penurunan pembangunan yang akan terjadi di Kukar tahun ini. Khususnya masyarakat Kukar.  

Baca juga:   Kadispora Kaltim yang Baru Minta 2 Hal Ini pada Stafnya

Padahal menurut Seno, seyogyanya Kukar mendapat porsi yang lebih ideal dan wajar. Karena Kukar adalah kabupaten paling luas di provinsi Kaltim.

“Bankeu segitu pasti tidak cukup. Dengan wilayah yang sangat luas,” katanya, Senin 10 April 2023.

Seno pun berpendapat, bahwa penurunan Bankeu tahun ini karena Pemkab Kukar, dalam hal ini Bupati Kukar Edi Damansyah, kurang komunikasi. Kepala para legislator di Karang Paci.

“Perlu adanya diskusi antara bupati dan DPRD Provinsi agar tidak salah arah dalam menyalurkan bantuan yang sangat kecil tersebut,” terangnya.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar ke depan Pemkab Kukar dapat lebih intens membangun komunikasi dengan DPRD Kaltim. Khususnya para wakil rakyat provinsi dari dapil Kukar. Agar bisa mendapat potensi-potensi bantuan keuangan yang lebih besar.

Baca juga:   Isran Singgung Pilpres dan Pilkada 2024: Silahkan Maju, tapi...

Lebih lanjut, Seno menjelaskan. Karena kurangnya komunikasi, Legislator Kaltim dapil Kukar akhirnya menyalurkan dana aspirasinya melalui belanja langsung. Atau kepada OPD provinsi. Tidak melalui Bankeu kabupaten/kota.

Melihat ini, Seno pun bersama 10 wakil rakyat provinsi dapil Kukar akan membuka ruang dialog bersama Pemkab Kukar dalam waktu dekat. Agar Bankeu tahun depan dapat jauh lebih ideal untuk kabupaten Kukar.

“Kita akan undang Bupati dan Wakil Bupati dengan 11 anggota dewan dapil Kukar. Terkait arah apa yang di prioritaskan untuk pembangunan Kukar ke depan.”

“Kalau arahnya pertanian, maka kita akan dorong sebagian bantuan keuangan ke arah itu,” tutup politisi Gerindra ini. (*mhn/am)

Baca juga:   Jalan 4 Kampung Tertinggal di Kubar Jadi Prioritas Pembangunan

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DISKOMINFO KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.