OLAHRAGA
Brak! Pelatih PSM Gebrak Meja gegara Emosi sama Penalti Borneo FC
Pelatih PSM Bernardo Tavares menerima kekalahan timnya. Tapi tidak dengan caranya. Ia mengklaim wasit adalah MOTM di laga kontra Borneo FC. Saking emosinya, Tavares sampai menggebrak meja ketika konferensi pers!
PSM tertahan di papan tengah, usai gagal meraih poin di kandang Borneo FC pada pekan ke-13 Liga 1. Laga yang berlangsung di Stadion Segiri pada Senin malam itu berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.
Usai laga, Bernardo Tavares memasuki ruang konferensi pers sambil membawa laptop. Sebelum duduk, ia sempat mengutak-atik komputer jinjingnya. Lalu menaruhnya di depan, menghadap ke awak media.
Dalam laptop itu, terlihat tangkapan layar momen pelanggaran di menit ke-80. Yang berujung sepakan penalti untuk Borneo FC Samarinda.
Ia bicara cukup panjang dengan nada berapi-api di sesi konferensi pers pasca-laga. Yang kebanyakan mengeluhkan kinerja wasit Ginanjar Rahman Latief.
Reaksi Keras Pelatih PSM
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat untuk Borneo FC. Dan atmosfer stadion yang bagus di laga ini,” bukanya.
“Terakhir kali kami main di sini, di Piala Presiden, tidak ada masalah dengan wasit.”
“Dan sekarang, kami memiliki (masalah) –sambil menunjuk layar monitor laptopnya-.”
“Wasit menjadi Man of the Match hari ini. Ini (kembali menujuk monitor) karena, jika tidak penalti kami bisa mendapat hasil imbang. Mungkin juga kalah, tapi setidaknya kami tidak terluka dengan kinerja wasit.”
“Wasit tidak menghormati pemain kami, staf kami, suporter kami,” lanjutnya.
Tavares lalu mengulas pertandingan antara PSM melawan PSS. Yang di laga itu, ia mengklaim timnya juga dirugikan wasit. Gol Sleman menurutnya lahir setelah ada pelanggaran lebih dulu. Dan laga itu berakhir dengan skor imbang 1-1. Kebetulan, wasit saat itu juga Ginanjar.
Gebrak Meja
“Dan hari ini, lihat! Tiga kartu kuning di babak pertama. Amazing. Mudah sekali dia memberi kartu kuning.”
“Saya respek pada Borneo FC, tapi wasit tidak respek pada kami.”
“Man of the Match-nya adalah wasit! –Tavares lalu memukul meja sekali- Respek PSM Makassar!”
Tidak hanya sekali, Tavares melakukan aksi gebrak meja sebanyak 2 kali di 2 momen pembicaraannya.
Reaksi keras juga ditunjukkan pendukung Juku Eja di media sosial. Mereka menuding wasit telah memberi hadiah yang tak semestinya untuk Borneo FC.
Jika melihat tayangan ulang, sentuhan terakhir pemain PSM yang membuat Sihran jatuh, memang berada di dalam kotak penalti. Meski duel fisik terjadi sejak di luar kotak. (dra)
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 2027, Anak Masuk SD di Balikpapan Wajib Punya Ijazah PAUD
-
NUSANTARA4 hari agoBabak Akhir Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda, Bandar dan Oknum Polisi Berhasil Diciduk
-
PARIWARA4 hari agoEra Baru Skutik Premium, MAXi Race Ramaikan Kejurnas Motoprix 2026
-
NUSANTARA3 hari agoMAXi Tour Boemi Nusantara Lampung Ungkap Surga Wisata dan Jalur Touring Menantang di Sumatera
-
SAMARINDA2 hari agoPenyalahgunaan Obat Tertentu Jadi Pintu Masuk Narkoba, BNN Samarinda Ingatkan Ancaman Serius
-
BALIKPAPAN1 hari agoSambut Wajib Belajar 13 Tahun, Balikpapan Perbanyak PAUD Negeri di Kawasan Strategis
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoIKG Kaltim 2025 Turun, Ketimpangan Gender Membaik Berkat Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan
-
HIBURAN1 hari agoMAXi Yamaha Day 2026 Pecah di Bone, Ribuan Riders Sulawesi Rayakan Spirit “More Than Ride”

