EKONOMI DAN PARIWISATA
Cuma Disokong Rp5 Juta, Kampung Ramadan Temindung Sukses Gerakkan Ekonomi Samarinda
Meski hanya disokong dana Rp5 juta, Kampung Ramadan Temindung di Samarinda sukses dihelat. Kolaborasi warga dengan komunitas ini berhasil gerakkan 60 UMKM dan hidupkan ekonomi kreatif Ibu Kota Kaltim.
Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah rupanya tidak menyurutkan geliat ekonomi kreatif di Kota Samarinda. Lewat kolaborasi antara Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), masyarakat, dan komunitas lokal, ajang Kampung Ramadan Temindung sukses digelar.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, bahkan mendorong kegiatan ini sebagai percontohan. Kampung Ramadan Temindung dinilai berhasil membuktikan bahwa sebuah acara yang menggerakkan ekonomi warga bisa tetap berjalan lewat inisiatif komunitas, meski di tengah keterbatasan dana pemerintah.
“Ini kerja sama dengan teman-teman komunitas yang dipimpin Pak Agung. Di tengah efisiensi anggaran, kita harus tetap berinovasi. Event tetap berjalan dan pergerakan ekonomi kreatif tetap kita dukung,” kata Ririn usai pembukaan acara, Sabtu 21 Februari 2026 malam.
Dalam pelaksanaannya, dukungan Pemprov Kaltim lebih difokuskan pada penyediaan fasilitas dan ekosistem. Ririn menyebutkan, pihaknya memfasilitasi lokasi di Kreatif Hub Temindung, peminjaman tenda, serta sejumlah sarana prasarana pendukung.
Minim Kucuran Dana Pemerintah
Sementara untuk operasional, pembiayaan acara ini nyaris sepenuhnya bersumber dari swadaya komunitas dan suntikan sponsor.
“Dukungan anggaran dari pemerintah provinsi sangat terbatas, sekitar Rp5 juta. Selebihnya murni dari komunitas dan sponsor,” ungkap Ririn.
Meski minim kucuran dana APBD, Kampung Ramadan Temindung mampu menghadirkan 60 tenda bazar UMKM yang mayoritas menjajakan produk kuliner. Gelaran ini menjadi ruang strategis bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk lokal langsung ke konsumen.
“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memutar roda ekonomi kreatif. Brand-brand lokal juga mulai tumbuh dan semakin dikenal,” jelasnya.
Respons Masyarakat Bagus
Tingginya antusiasme masyarakat Samarinda terhadap acara ini juga menjadi catatan positif. Menurut Ririn, ramainya pengunjung menunjukkan bahwa ruang publik dan hiburan semacam ini sangat dirindukan warga.
“Respons masyarakat cukup baik. Sudah lama tidak ada event besar, sehingga partisipasi warga juga tinggi,” tambahnya.
Ke depan, Dispar Kaltim berharap Kampung Ramadan Temindung dapat menjadi agenda rutin yang dimotori langsung oleh komunitas. Pemerintah, kata Ririn, akan mengambil peran sebagai pendamping dan penyedia fasilitas, sehingga ekosistem event berbasis komunitas di Samarinda bisa tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. (ens)
-
BALIKPAPAN2 hari agoEfisiensi Anggaran Tekan Kinerja dan Produksi Perda di Balikpapan
-
PARIWARA3 hari agoSudah Sampai ke Tangan Konsumen, Ini Fitur yang Jadi Daya Tarik TMAX Si-Raja Skutik Premium MAXI Yamaha
-
BALIKPAPAN2 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA1 hari agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN17 jam agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut

