NUSANTARA
Dua Hari Safari di IKN, Menag Nasaruddin Umar Bicara Toleransi hingga Kota yang Dirindukan
Menag Nasaruddin Umar gelar safari dua hari di IKN. Ia meninjau sejumlah fasilitas lintas agama dan berpesan soal toleransi di ibu kota baru.
Kunjungan kerja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada akhir pekan lalu membawa pesan khusus mengenai masa depan ibu kota baru. Selama dua hari beruntun, Jumat 20 Februari 2026 hingga Sabtu 21 Februari 2026, Menag menyoroti pentingnya peran rumah ibadah di tengah pesatnya deru pembangunan fisik IKN.
Mengawali agendanya pada Jumat, Nasaruddin melaksanakan Salat Jumat bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi, dan warga sekitar di Masjid Negara IKN. Dalam khutbahnya, ia meminta agar keberadaan masjid di IKN tidak eksklusif hanya untuk ritual ibadah. Melainkan harus hidup sebagai pusat interaksi sosial.
“Masjid ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” tegas Nasaruddin di hadapan jamaah.
Pesan tersebut langsung terbukti di lapangan. Usai Jumatan, Nasaruddin berkeliling mengecek kesiapan fasilitas rumah ibadah lintas agama, salah satunya proyek pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius. Ia juga memantau progres infrastruktur pendukung lainnya, seperti Rumah Sakit Hermina, Rumah Susun (Rusun) ASN 1, dan kawasan Kantor Bersama.
Pimpin Salat Subuh
Safari Menag berlanjut keesokan harinya. Pada Sabtu 21 Februari 2026 pagi, ia kembali memimpin Salat Subuh berjamaah di Masjid Negara IKN. Dalam kajian singkatnya, Nasaruddin mengingatkan para jamaah yang mayoritas merupakan penggerak proyek IKN. Untuk selalu mengawali aktivitas dengan membaca bismillahirrahmanirrahim sebagai fondasi niat.
Melihat langsung perubahan kawasan tersebut, Nasaruddin mengaku takjub dengan kecepatan pembangunan yang digenjot pemerintah. Ia berharap kelak Nusantara tidak sekadar menjadi pusat administratif yang kaku, melainkan kota yang dicintai warganya.
“Saya sangat bersyukur menyaksikan perkembangan IKN yang dahsyat itu ya. Tidak sampai setahun saya tinggalkan, tapi balik lagi, itu dahsyat. Saya berharap insyaallah ke depan nanti itu IKN akan menjadi kota yang dirindukan, jadi mahbuub (yang dicintai) ya,” ungkap Nasaruddin.
Rangkaian kunjungan kerja Menteri Agama di IKN pada akhir pekan itu kemudian berakhir dengan peninjauan ke area Istana Garuda serta kawasan Glamping IKN. (ens)
-
NUSANTARA2 hari agoAdik Presiden Prabowo Sebut Hutan Rusak Jadi Sumber Karhutla, 12,7 Juta Hektare Disiapkan untuk B50-B100
-
FEATURE2 hari agoPameran Di Balik Situs Angkat Kisah Sejarah Kaltim dan Kaltara Lewat Seni Rupa
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPemprov Kaltim Siapkan Surat Edaran Pembatasan Peredaran Vape
-
POLITIK2 hari agoRudy Mas’ud ke Singapura untuk Medical Check Up, Pemprov Jelaskan Izin Perjalanan
-
KUKAR2 hari agoDesa Penghubung IKN Jadi Lokasi TMMD ke-130 di Kukar
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoEl Nino Kuat Berlanjut hingga 2027, Kaltim Diminta Waspadai Kemarau Panjang dan Bencana Hidrometeorologi
-
NUSANTARA3 hari agoKarhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Meluas dan Ribuan Hektare Lahan Terbakar
-
BALIKPAPAN3 hari agoYamaha Gelar Pengundian Bombastis, Empat Pelanggan dari Balikpapan hingga Banjarbaru Bawa Pulang Motor

