KUKAR
Edi Damansyah Sebut Orang Tua Miliki Peran Penting dalam Pencegahan Stunting
Stunting bukan hanya tentang faktor kemiskinan. Bisa juga berasal dari pola asuh orang tua. Bahkan, Edi Damansyah selaku Bupati Kukar setuju akan hal ini.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam intervensi stunting baik pencegahan maupun penanganan.
Menurutnya, pola konsumsi dan pola asuh terhadap anak merupakan tanggung jawab orang tua.
“Stunting terjadi bukan hanya karena faktor kemiskinan, tapi pola konsumsi dan pola asuh terkait makanan yang kurang bergizi juga bisa menyebabkan stunting, maka orang tua harus memahami kecukupan gizi baik bagi anak maupun saat ibu hamil,” kata Edi Damansyah.
Ia mengatakan bahwa keluarga atau orang tua memiliki peran penting dalam penekanan stunting.
Menurutnya, dalam upaya menurunkan stunting, pemerintah perlu melibatkan banyak elemen seperti orang tua yang merupakan elemen dasar dalam pendidikan di tingkat keluarga.
“Peran orang tua sangat penting dalam pencegahan stunting, maka orang tua wajib memperhatikan pola makan anak, pola asuh anak, kebersihan, dan hal lainnya, yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak atau menyebabkan anak menjadi stunting,” katanya.
Edi juga melanjutkan bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru. Namun, orang tua juga wajib terlibat dan berperan aktif dalam mendidik anak.
Seperti pendidikan terkait dengan kecerdasan spiritual, kecerdasan umum, pola makan, dan lainnya, karena pendidikan anak merupakan aspek penting dan tak terpisahkan dalam membentuk generasi berkualitas.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh semua elemen ialah konsep 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dalam intervensi stunting, karena di periode itu organ-organ vital seperti otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan, kaki, dan organ tubuh lainnya, terbentuk dan terus berkembang.
Meski saat ini angka prevalensi stunting di Kukar masih terendah di Kaltim, namun intervensi stunting terus dilakukan agar target penurunan stunting tahun ini setidaknya menjadi 14 persen dapat terwujud.
Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada akhir 2023 menyebut, prevalensi stunting di Kukar berada pada angka 17,6 persen, turun 9,5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang 27,1 persen.
“Hal lain yang menjadi perhatian Pemkab Kukar dalam intervensi stunting seperti sosialisasi bagi calon pengantin, yakni remaja yang ingin menikah minimal harus berusia 21 tahun untuk laki laki dan minimal usia 19 tahun untuk perempuan, ibu yang memiliki balita harus rutin ke posyandu, memperhatikan asupan gizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita,” katanya. (rw)
-
PARIWARA5 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
PARIWARA4 hari agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
PARIWARA3 hari ago50 Unit Yamaha TMAX Sold Out dalam Waktu 25 Menit di Program Order Online
-
SAMARINDA5 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis
-
PARIWARA2 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
KUKAR4 hari agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi

