SEPUTAR KALTIM
Gubernur Rudy Mas’ud Jawab Kritik DPRD dan Tegaskan Perusda Bukan Pengganti Koperasi
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud buka suara soal sorotan DPRD atas ketidakhadirannya dalam rapat paripurna dan wacana pelibatan Perusda dalam pengelolaan IUP batubara. Ia menegaskan komitmen untuk membangun sinergi dengan legislatif serta meluruskan persepsi soal koperasi dan peran Perusda.
Klarifikasi atas dua isu strategis disampaikan orang nomor satu di Kaltim itu, usai menghadiri penandatanganan kerja sama antara Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD), yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 21 Juli 2025.
Isu pertama menyangkut interupsi DPRD Kaltim terkait ketidakhadiran kepala daerah atau perwakilan dalam rapat paripurna. Gubernur Rudy menegaskan bahwa pihak eksekutif selalu berupaya hadir melalui utusan yang ditugaskan.
“Perwakilan eksekutif selalu hadir. Namun jika DPRD menghendaki kehadiran saya secara langsung, tentu perlu penyesuaian jadwal. Hari ini saja, sejak pukul 08.00 sampai 15.00 WITA, saya memimpin peluncuran program Koperasi Merah Putih se-Indonesia. Agenda penting seperti itu tidak bisa diabaikan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi antara legislatif dan eksekutif. “Kita bisa berkoordinasi kapan pun. Ini bukan masalah,” imbuhnya.
Sementara itu, soal wacana penggunaan Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara sebagai alternatif koperasi, Gubernur Rudy memberikan penegasan.
“Saya tidak menolak koperasi. Di Kaltim ada 1.037 koperasi aktif. Bayangkan jika semuanya mengajukan IUP batubara — bagaimana pembagiannya? Maksud saya, Perusda hadir sebagai payung hukum agar koperasi di daerah terdampak bisa terakomodasi,” ungkapnya.
Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk menggantikan peran koperasi, melainkan sebagai bentuk fasilitasi dan pemerataan.
“Ini bukan menggantikan koperasi, tapi memastikan seluruh 1.037 koperasi mendapat ruang partisipasi,” pungkas Rudy.
Interupsi saat Paripurna DPRD
Sebelumnya, suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memanas usai interupsi keras yang disampaikan Anggota Komisi IV, Syahariah Mas’ud, terkait absennya Gubernur dan sejumlah pejabat tinggi pada agenda penting tersebut.
Syahariah menyampaikan kekecewaannya atas kebiasaan pemerintah provinsi yang kerap tidak menghadiri langsung rapat-rapat penting DPRD. Interupsinya sontak mengejutkan peserta rapat, terutama karena agenda saat itu membahas Perda usulan Panitia Khusus (Pansus) tentang pendidikan, perlindungan anak, dan lingkungan.
“Kenapa saya berinterupsi keras? Karena menurut catatan saya, ini sudah beberapa kali terjadi,” tegas Syahariah saat menyampaikan interupsinya pada Senin, 21 Juli 2025.
Politisi Golkar itu menyampaikan, meski tidak menolak sepenuhnya jika Gubernur diwakilkan, namun ia menekankan bahwa perwakilan harus dilakukan oleh pejabat yang memiliki otoritas tinggi, seperti Wakil Gubernur atau Sekretaris Daerah (Sekda), bukan hanya staf ahli. (chanz/sty)
-
BALIKPAPAN5 hari agoBuruan! September Jadi Kesempatan Terakhir Dapat Yamaha Grand Filano di Lokale Café Balikpapan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN10 jam ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
NUSANTARA3 hari agoClan of Classy Vol.3 Yogyakarta, Healing Sejenak Sambil Eksplorasi Kopeng dan Ambarawa
-
OLAHRAGA4 hari agoBangkit dari DNF, Sabian Fathul Ilmi Finis Keempat di Motegi
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
BERAU6 jam agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September

