EKONOMI DAN PARIWISATA
Harga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali mengalami penurunan pada periode 1–15 Juni 2026. Penurunan ini dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) yang menjadi komponen utama penetapan harga TBS di tingkat petani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menyampaikan tren penurunan harga terjadi hampir di seluruh perusahaan sumber data yang digunakan dalam penetapan harga TBS.
Harga CPO dan Kernel Turun
Muzakkir menjelaskan, pada periode 1–15 Juni 2026 harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp14.224,67 per kilogram. Sementara harga kernel berada pada angka Rp13.898,47 per kilogram.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap harga TBS sawit di tingkat petani, khususnya petani plasma yang bermitra dengan perusahaan pengolahan kelapa sawit.
“Penurunan harga TBS kali ini dipicu oleh turunnya harga CPO dan kernel hampir di seluruh perusahaan sumber data yang menjadi acuan penetapan harga,” ujar Muzakkir dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).
Adapun rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman sawit sebagai berikut:
- Umur 3 tahun: Rp2.989,34/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.084,42/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.169,41/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.239,06/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.285,93/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.339,12/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.379,73/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.403,83/kg
Sementara itu untuk tanaman yang lebih tua, harga TBS kembali mengalami penyesuaian menjadi:
- Umur 21 tahun: Rp3.355,43/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.289,25/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.217,94/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.182,30/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.153,03/kg
Petani Plasma Diharapkan Terlindungi
Muzakkir menegaskan harga yang ditetapkan pemerintah daerah tersebut merupakan standar harga bagi petani sawit yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik minyak sawit (PMS), terutama petani plasma.
Menurutnya, kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengolahan sawit sangat penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mencegah permainan harga oleh tengkulak.
“Dengan adanya kerja sama kelompok tani dengan pabrik minyak sawit, diharapkan harga TBS petani tetap sesuai harga normal dan tidak dipermainkan oleh tengkulak,” katanya.
Ia berharap pola kemitraan yang telah berjalan dapat terus diperkuat sehingga kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur dapat meningkat meskipun harga komoditas global sedang mengalami fluktuasi. (Am)
-
FEATURE5 hari agoDi Balik Dinding yang Mulai Rapuh, Semangat Belajar SD Negeri 002 Anggana Tetap Menyala
-
OLAHRAGA1 hari agoRider Yamaha Konsisten Kuasai Mandalika Racing Series 2026, Fahmi Basam, Rendi Oding dan M Abid Ashar Tetap Pimpin Klasemen
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPernah Tembus Rp25 Triliun, APBD Kaltim 2027 Diproyeksikan Turun Jadi Rp12,1 Triliun
-
HIBURAN24 jam agoCIMB Niaga Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026, Rayakan Kebersamaan dan Dukung Industri Kreatif Nasional

