Connect with us

KUKAR

Industri Kaca dan Keramik Jadi Sasaran Pengembangan Pasir Kuarsa Kukar

Published

on

Potensi pasir kuarsa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka peluang pengembangan industri manufaktur, khususnya sektor kaca dan keramik. Pemerintah daerah mulai menawarkan investasi pembangunan fasilitas pemurnian untuk menyiapkan bahan baku yang dapat dimanfaatkan oleh kedua sektor tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, mengatakan pasir kuarsa memiliki sejumlah produk turunan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pengolahan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menarik investor yang berminat membangun fasilitas pemurnian di Kukar.

“Kalau kita melihat dari turunannya, kan banyak. Bisa buat keramik, bisa buat kaca,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Menurut Alfian, potensi pemanfaatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menawarkan proyek investasi pasir kuarsa. Pengembangan industri tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan bahan mentah, tetapi juga membuka peluang agar komoditas tersebut dapat diproses sesuai kebutuhan industri lanjutan.

Untuk tahap awal, pemerintah memprioritaskan penawaran pembangunan fasilitas pemurnian atau refinery. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan rantai industri berbasis pasir kuarsa di wilayah Kukar.

“Yang pertama kita tawarkan itu pemurniannya dulu,” katanya.

Alfian menyebut, rencana tersebut juga merupakan bagian dari harapan Bupati Kukar agar kegiatan pemurnian pasir kuarsa dapat dilakukan di dalam daerah. Dengan begitu, potensi sumber daya mineral yang tersedia memiliki kesempatan untuk memberikan nilai ekonomi lebih besar melalui proses pengolahan.

“Pak Bupati berharap paling tidak untuk pasir kuarsa itu ada refinery-nya, paling tidak pemurniannya yang ada di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

DPMPTSP Kukar kini berupaya memperkenalkan peluang tersebut kepada calon penanam modal. Pemerintah berharap investor yang memiliki pengalaman dalam industri pengolahan mineral maupun manufaktur dapat melihat prospek pengembangan pasir kuarsa di Kukar.

Kendati demikian, realisasi investasi tetap membutuhkan kesesuaian antara kebutuhan pengembangan fasilitas dan karakteristik pasir kuarsa yang tersedia di daerah.

“Syukur-syukur kalau ada investor yang nanti cocok dengan kondisi pasir kuarsa yang ada di Kutai Kartanegara. Harapan kita seperti itu,” tutup Alfian. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER