Connect with us

NUSANTARA

Dari Konten ke Aksi Nyata, Kreator Kaltim Tanam 1.000 Pohon di Tahura Soeharto

Published

on

Suasana penanaman 1.000 bibit pohon dalam gerakan Save Our Forest yang digelar Borneo Kind bersama Otorita IKN di Tahura Bukit Soeharto. (Instagram @basukihadimuljono)

Kepedulian terhadap lingkungan tak cukup hanya disuarakan lewat unggahan media sosial. Sejumlah kreator konten dan komunitas anak muda di Kalimantan Timur membuktikannya dengan turun langsung ke kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), mereka menanam 1.000 bibit pohon di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026).

Aksi bertajuk Save Our Forest yang digagas Borneo Kind bersama Otorita IKN ini melibatkan sekitar 400 relawan dan mahasiswa dari Samarinda. Mereka datang ke kawasan Tahura yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membawa bibit untuk membantu memulihkan kembali tutupan hutan.

Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa komunitas kreator konten bisa mengambil peran lebih luas. Tidak hanya menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat peduli melalui platform digital, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Berawal dari Konten, Berlanjut Menjadi Gerakan Lingkungan

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ikut menanam bibit pohon di kawasan Tahura Bukit Soeharto yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Borneo Kind, Wawan Irawan, mengatakan gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap dampak karhutla yang dirasakan masyarakat Kalimantan. Salah satu dampak yang paling nyata adalah asap kebakaran yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Karhutla ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan. Dampak negatif yang paling kita rasakan adalah asapnya,” ujar Wawan, dikutip dari Media Kaltim.

Menurutnya, penanaman pohon di Tahura Bukit Soeharto bukan kegiatan yang berhenti pada satu hari pelaksanaan. Borneo Kind menyiapkan gerakan lanjutan agar upaya pemulihan hutan bisa berjalan berkelanjutan.

“Ini enggak cuma hari ini saja. Kami akan terus berkelanjutan. Ini baru volume satu, akan ada volume dua, tiga, dan empat,” katanya.

Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis tanaman yang disiapkan antara lain balangeran, bangris, tengkawang, kapur, gaharu, nyamplung, meranti, hingga durian.

Pemilihan Tahura Bukit Soeharto bukan tanpa alasan. Kawasan hutan lindung ini menjadi salah satu lokasi yang perlu dipulihkan setelah terdampak kebakaran. Selain mengembalikan tutupan vegetasi, pemulihan hutan juga diharapkan membantu menyediakan kembali habitat bagi satwa dan menjaga ekosistem di dalamnya.

Wawan berharap kawasan konservasi tersebut bisa kembali memiliki kondisi hutan yang baik, sehingga flora dan fauna yang hidup di dalamnya dapat terjaga.

Basuki: Menanam Pohon Harus Jadi Gaya Hidup

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berfoto bersama kreator konten dan peserta kegiatan Borneo Kind dalam aksi penanaman pohon di Tahura Bukit Soeharto, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono turut hadir dan ikut menanam bibit pohon bersama para relawan. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi seremoni sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat.

“Saya challenge, bahwa ini tidak hanya sebagai seremonial saja, tapi justru menjadi lifestyle kita, pola hidup kita, khususnya di Kalimantan Timur ini,” kata Basuki, dikutip dari detikKalimantan.

Ratusan peserta mengikuti aksi pemulihan hutan melalui penanaman pohon di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kaltim.

Basuki juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, gerakan pelestarian hutan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama, bukan hanya mengandalkan satu pihak.

“Inisiatif seperti ini sangat diharapkan, kalau sendirian tidak akan efektif. Jadi kebiasaan seperti ini harus kita teruskan dengan kolaborasi bersama untuk melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan Save Our Forest menjadi langkah awal untuk mengembalikan kondisi kawasan yang terdampak karhutla. Namun, pekerjaan tidak selesai setelah bibit ditanam. Perawatan dan pemantauan menjadi bagian penting agar pohon-pohon tersebut bisa tumbuh dan memberi manfaat bagi ekosistem.

Pada akhirnya, gerakan dari para kreator konten ini membawa pesan sederhana: kepedulian terhadap hutan tidak cukup berhenti sebagai konten yang dibagikan. Ia perlu diwujudkan menjadi tindakan nyata dan dilakukan secara berkelanjutan. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER