Connect with us

NUSANTARA

Kepemimpinan Baru Kejati Kalsel, PLN Perkuat Koordinasi Kawal Pembangunan Ketenagalistrikan

Published

on

Jajaran PLN dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan berfoto bersama usai audiensi di Kantor Kejati Kalsel, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026). Sinergi antarlembaga terus dilanjutkan untuk mendukung kelancaran pembangunan, penyaluran, dan distribusi tenaga listrik di Kalimantan Selatan.

Pergantian pimpinan di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat kembali koordinasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di daerah.

Hal itu dibahas dalam audiensi PLN bersama Kepala Kejati Kalsel Sukarman Sumarinton, S.H., M.H., di Kantor Kejati Kalsel, Kota Banjarbaru, Rabu (26/8).

Pertemuan tersebut sekaligus melanjutkan komunikasi yang selama ini telah terjalin antara PLN dan Kejati Kalsel. Kehadiran pimpinan baru kejaksaan menjadi kesempatan untuk menyelaraskan kembali koordinasi, khususnya terkait berbagai kebutuhan dalam pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan.

Sukarman resmi menjabat sebagai Kepala Kejati Kalsel setelah dilantik Jaksa Agung Republik Indonesia pada 11 Agustus 2026. Ia menggantikan Tiyas Widiarto, S.H., M.H.

Audiensi diikuti jajaran Kejati Kalsel, termasuk Wakil Kepala Kejati Kalsel dan Asdatun beserta jajaran. Dari PLN hadir General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Dewanto, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan), serta jajaran masing-masing unit.

Koordinasi Dibutuhkan Sejak Tahap Pembangunan

Keterlibatan tiga unit PLN dalam pertemuan tersebut menggambarkan rangkaian sistem kelistrikan yang saling berkaitan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penyaluran listrik melalui jaringan transmisi, hingga distribusi kepada masyarakat dan pelanggan.Dalam proses pembangunan, koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi persoalan yang dapat memengaruhi pekerjaan di lapangan.

PLN memandang komunikasi dengan Kejati Kalsel dibutuhkan untuk mendukung pengawalan pembangunan, mitigasi potensi persoalan hukum, maupun penanganan kendala yang muncul selama pelaksanaan proyek.

General Manager PLN UIP KLT Dewanto mengatakan, hubungan yang telah terbangun dengan Kejati Kalsel akan terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan baru.

“Sinergi yang sudah terbangun tentu akan terus kami lanjutkan. Dengan adanya kepemimpinan baru di Kejati Kalsel, kami berharap komunikasi dan koordinasi yang selama ini berjalan dapat semakin kuat,” ujar Dewanto.

Menurut Dewanto, koordinasi sejak awal diperlukan agar berbagai proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah. Dengan komunikasi yang baik, potensi kendala di lapangan diharapkan dapat diantisipasi sebelum berdampak terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Bagi kami, koordinasi sejak awal penting agar setiap proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan potensi kendala di lapangan dapat diantisipasi dengan baik,” tambahnya.

Kejati Kalsel Siap Dukung Kelancaran Proyek PLN

Dukungan terhadap keberlanjutan sinergi juga disampaikan Kepala Kejati Kalsel Sukarman Sumarinton.

Ia mengatakan hubungan kerja sama antara Kejaksaan dan PLN telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pergantian kepemimpinan tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan kolaborasi yang sudah berjalan.

“Hubungan kerjasama antara Kejaksaan dengan PLN sudah terjalin lama. Kami siap mendukung proses pembangunan yang dilaksanakan oleh PLN agar dapat selesai tepat waktu dan segera dapat menunjang aktivitas masyarakat,” ujar Sukarman.

Bagi PLN, dukungan dan koordinasi lintas lembaga diperlukan karena pembangunan ketenagalistrikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik infrastruktur.

Jaringan transmisi yang dibangun harus terhubung dengan sistem penyaluran dan distribusi sehingga listrik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, pelanggan, serta sektor produktif.

Karena itu, keberlanjutan komunikasi dengan Kejati Kalsel diharapkan dapat membantu PLN melakukan mitigasi terhadap berbagai persoalan sekaligus menjaga agar pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan sesuai ketentuan.

Sinergi tersebut juga diarahkan untuk mendukung keandalan sistem listrik di Kalimantan Selatan. Dengan pembangunan infrastruktur yang berjalan lancar serta sistem transmisi dan distribusi yang semakin terintegrasi, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Audiensi ini pun menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan hubungan kelembagaan PLN dan Kejati Kalsel, sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi kebutuhan pembangunan ketenagalistrikan di masa mendatang. (Mi/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER