Connect with us

KUKAR

Kukar Matangkan Tiga Paket Investasi, Pasir Kuarsa hingga Pulau Kumala Jadi Andalan

Published

on

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan tiga proyek unggulan untuk menarik minat investor, yakni pengelolaan pasir kuarsa, pengembangan rumput laut, dan revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala. Ketiganya tengah dimatangkan melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) agar dapat dipromosikan dengan dukungan informasi dan dokumen yang memadai.

Penyiapan proyek tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Kukar memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Muhammad Iriyanto, menyampaikan hal itu saat menghadiri Mahakam Investment Forum 2026 Business Forum and One-on-One Meeting, Rabu (21/10/2026).

Menurut Iriyanto, forum investasi tersebut menjadi kesempatan bagi Kukar untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat kesiapan proyek yang akan ditawarkan kepada pihak luar.

“Kami ingin berpartisipasi aktif menyampaikan investasi apa saja yang bisa ditawarkan kepada pihak luar,” ungkapnya.

Meski memiliki sejumlah potensi sumber daya dan pariwisata, pemerintah daerah menilai promosi saja belum cukup untuk meyakinkan calon investor. Setiap proyek perlu disertai informasi yang jelas agar pihak yang berminat dapat menilai peluang, kebutuhan modal, serta kemungkinan pengembangannya.

Karena itu, penyusunan IPRO menjadi salah satu pekerjaan yang sedang diprioritaskan. Dokumen tersebut dipersiapkan untuk memberikan gambaran proyek secara menyeluruh, mulai dari data teknis hingga kepastian lahan dan aspek legalitas.

Iriyanto menyebut tiga proyek yang masuk dalam agenda penyiapan saat ini masih melalui pembahasan dan rapat teknis. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap penawaran memiliki landasan informasi yang cukup sebelum dipresentasikan kepada calon investor.

“Harapannya, IPRO yang kami susun benar-benar matang dan lengkap. Jadi, calon investor bisa mempelajari seluruh informasi yang dibutuhkan sejak awal,” jelasnya.

Ketiga proyek tersebut menawarkan karakter investasi yang berbeda. Pasir kuarsa dan rumput laut berkaitan dengan pengelolaan potensi sumber daya daerah, sedangkan Pulau Kumala diarahkan menjadi peluang pengembangan sektor pariwisata.

Melalui penyiapan yang lebih terstruktur, Ia menginginkan agar potensi itu tidak berhenti sebagai daftar peluang semata, tetapi dapat ditawarkan dalam bentuk proyek yang lebih konkret.

“Kelengkapan administrasi dan data pendukung juga menjadi bagian penting agar pembicaraan dengan calon investor dapat berlanjut ke tahap berikutnya,” papar Iriyanto.

Ia berujar partisipasi dalam Mahakam Investment Forum 2026 juga dimanfaatkan untuk mempelajari pengalaman daerah lain dalam menyiapkan proyek investasi. Pertemuan dalam forum itu memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memahami pendekatan penawaran sekaligus membangun komunikasi dengan calon investor.

Ia berharap pematangan ketiga proyek dapat segera diselesaikan sehingga Kukar mempunyai materi penawaran yang lebih kuat pada agenda investasi berikutnya.

“Kukar ingin lebih siap pada tahun depan. Karena itu, sekarang kami mempertajam persiapan agar proyek yang ditawarkan benar-benar matang dan memiliki daya tarik bagi investor,” pungkasnya. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

POPULER