Connect with us

BALIKPAPAN

Latihan Militer Program KDMP Berujung Duka, Dua Peserta Meninggal Dunia, Satunya di Balikpapan

Published

on

Peserta calon manager KDMP selain melakukan latihan baris berbaris, mereka juga kedapatan tengah diajarkan melakukan latihan memegang senjata api. (IST)

Duka mendalam menyelimuti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dua calon manajer dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) yang menjadi bagian dari program pembekalan, Selasa (23/6/2026). Salahsatunya di Balikpapan.

Kedua peserta tersebut merupakan bagian dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan untuk mendukung pengelolaan KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih. Kementerian Pertahanan RI membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para peserta.

Dua Peserta Alami Gangguan Kesehatan di Lokasi Pelatihan

Para peserta program KDMP saat mengikuti program latihan militer.

Berdasarkan keterangan resmi, kedua korban berasal dari lokasi pelatihan yang berbeda. Salah satu peserta, Anisa Muyassaroh, dilaporkan sempat mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latihan di Balikpapan. Ia kemudian mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan penyebab heat stroke.

Sementara itu, peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, mengikuti pelatihan di wilayah Baturaja. Ia juga mengalami penurunan kondisi kesehatan saat masa latihan dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung (cardiac arrest).

Pihak penyelenggara menyebut seluruh peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan.

Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program Pelatihan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Evaluasi mencakup aspek seleksi kesehatan, pengawasan medis selama pelatihan, hingga mekanisme penanganan peserta di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

Kemhan juga menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia nasional melalui pendekatan pembinaan yang terstruktur. Namun aspek keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama.

Hingga saat ini, proses evaluasi masih terus berjalan untuk menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi kondisi para peserta selama mengikuti latihan. (*/am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER