SEPUTAR KALTIM
Mangrove Kaltim Diklaim Capai 239 Ribu Hektare

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengklaim mangrove di Benua Etam sudah mencapai 239 ribu hektare.
Pemprov Kaltim kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan peranan kunci dalam pelestarian lingkungan hidup, baik di tingkat nasional maupun global.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 3438 Tahun 2025 tertanggal 23 Desember 2025 tentang Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, luas ekosistem mangrove di Provinsi Kalimantan Timur tercatat seluas 239.805 hektar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, H. Joko Istanto, dalam rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 yang dipusatkan di Pantai Lamaru, Kota Balikpapan, Minggu (26/7/2026).
Pelaksanaan penanaman mangrove ini dirancang secara terukur sebagai bagian turunan dari implementasi Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (Renaksi-KKMD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025–2029.
Kegiatan penanaman massal ini dilaksanakan di area pesisir Pantai Lamaru, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, dengan rincian sebagai Pelaksanaan: 24 Juli 2026 s.d. 3 Agustus 2026. Luas Lahan: Kurang lebih 1,2 hektar. Total Bibit: Sebanyak 12.000 bibit mangrove yang terbagi dalam dua tahap penanaman:
Periode 24–26 Juli 2026 Telah dan akan ditanam sebanyak 3.200 bibit jenis Rhizophora mucronata. Periode 27 Juli – 3 Agustus 2026: Sebanyak 8.800 bibit, yang terdiri dari 7.800 spesies Rhizophora mucronata dan 1.000 spesies Rhizophora apiculata.
Upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tidak hanya dilakukan melalui aksi fisik di lapangan, namun juga ditanamkan secara berkelanjutan melalui jalur pendidikan karakter.
Sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap wawasan lingkungan di satuan pendidikan, dalam kesempatan yang sama juga diserahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.
Pada tahun ini, penghargaan tersebut berhasil diraih oleh 22 sekolah di Provinsi Kalimantan Timur atas komitmen dan konsistensinya dalam menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.
DLH Kaltim juga menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program pengelolaan lingkungan di Benua Etam tidak terlepas dari kepemimpinan, komitmen, serta kebijakan visioner dari Gubernur Kalimantan Timur beserta dukungan sinergis seluruh pihak dan komponen masyarakat. (*/am)










