NUSANTARA
Mengintip Istana Wapres di IKN: Berkonsep Rumah Panjang Dayak, Dilengkapi Kolam Renang Olimpiade
Pembangunan fisik Istana Wapres senilai Rp1,45 triliun di IKN telah mencapai 100 persen. Gibran dan Selvi Ananda dipastikan segera menempati istana yang dilengkapi kolam renang olimpiade tersebut.
Babak baru roda pemerintahan di jantung Kalimantan segera bergulir. Pembangunan fisik Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya menyentuh garis akhir. Proyek bernilai fantastis mencapai Rp1,457 triliun ini kini tinggal bersolek di bagian interior sebelum resmi beroperasi.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa pengerjaan struktur utama telah usai dan melewati fase serah terima sementara.
“Progres fisik Istana Wakil Presiden sudah capai 100 persen,” tutur Basuki saat memberikan keterangan terkait penyelesaian proyek tersebut, Selasa (3/2/2026).
Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 148.417 meter persegi dengan hamparan bangunan seluas 32.061 meter persegi ini sekarang bersiap memasuki tahap pengadaan mebel. Tak sekadar bangunan kosong, persiapan administratif kepindahan juga sudah mulai berjalan.
Sebanyak 50 orang staf Wakil Presiden dilaporkan telah berada di IKN untuk mengurus teknis penataan ruang kerja, termasuk di Menara ASN.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun dijadwalkan akan mulai berkantor secara penuh di IKN pada tahun ini.
Kolam Renang Olimpiade dan Lampu Hijau Penghuni
Ada satu fasilitas yang cukup mencolok di dalam kediaman resmi orang nomor dua di republik ini. Basuki mengungkapkan, bangunan tersebut dilengkapi dengan area relaksasi kelas wahid, yakni kolam renang berukuran olimpiade sepanjang 50 meter.
Fasilitas penunjang ini rupanya sudah mendapat restu dari penghuninya kelak. Gibran bersama sang istri, Selvi Ananda, diketahui telah meninjau langsung ke lokasi dan mengaku puas dengan hasil pengerjaan serta desain bangunan tersebut.
“Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran. Beliau sudah merasa cocok, ada kolam renang olympic size di dalam. Ibu (Selvi Ananda) kemarin juga sudah ke sini melihat,” ungkap Basuki.
Filosofi Dayak di Balik Kemegahan
Di balik fasilitas mewahnya, arsitektur Istana Wakil Presiden dirancang sarat akan makna budaya lokal. Digarap oleh firma SHAU Architects, desain bangunan ini mengusung tajuk “Huma Betang Umai”.
Sebagai informasi, Huma Betang merupakan sebutan untuk Rumah Panjang khas masyarakat Dayak yang melambangkan kebersamaan, kesetaraan, dan semangat gotong royong. Sementara kata Umai berarti ibu, yang merepresentasikan kasih sayang dan pengayoman.
Konsep inklusif “Rumah Ibu” ini diterjemahkan ke dalam gaya arsitektur tropis modern. Alih-alih tertutup rapat, bangunan didesain memiliki rongga dan sirkulasi udara alami yang melimpah.
Pendekatan ini sengaja dipilih untuk menekan penggunaan energi sekaligus menghargai topografi asli lahan, sebuah langkah teknis yang diklaim sejalan dengan visi besar IKN sebagai kota hutan pintar. (ens)
-
BALIKPAPAN5 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA4 hari agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN3 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoHeboh Anggaran Rp25 Miliar! Pemprov Kaltim Bongkar Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur
-
BALIKPAPAN2 hari agoKomisi IV DPRD Balikpapan Mediasi Sengketa Lahan PJHI, Dorong Penyelesaian Damai
-
SAMARINDA4 jam agoPemprov Kaltim Klarifikasi Isu BPJS Samarinda: Bukan Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
PARIWARA1 hari agoBidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal

