HIBURAN
Pemilik Sound Kiw Kiw Cukurukuk yang Mendunia Ternyata Orang Samarinda
Sound Kiw Kiw Cukurukuk Kugeru Empuk Jeru menjadi viral dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan sampai menembus dunia entertaint Korea Selatan. Siapa sangka, pemilik sound itu ternyata mas-mas Jawa yang tinggal di Damanhuri, Samarinda.
Kalau kamu punya media sosial, hampir mustahil kamu tidak mengenal sound Kiw Kiw Cukurukuk Kugeru Empuk Jeru. Sound ini mendadak viral saat Agustus lalu. Karena kerap dijadikan suara latar dari lomba ‘mencantolkan’ tempat nasi.
Saking fenomenalnya, reality game show asal Korsel, Running Man. Sampai menjadikannya sebagai permainan.
Walau familiar, tapi tak banyak yang tahu siapa sosok yang memiliki suara itu. Dan setelah beberapa bulan, akhirnya ketahuan juga. Sang pemilik sound adalah mas-mas Jawa yang tinggal di Damanhuri, Kota Samarinda.
Pria itu adalah Sandi, nama akun TikToknya @sandie01041986, dengan nick TRUNO LELE 1.
Video Kiw Kiw Cukurukuk Kugeru Empuk Jeru di akunnya, telah ditonton lebih dari 29 juta kali. Belum lama ini, ada seorang netizen yang mendapati ada plat KT (Kalimantan Timur) di konten Sandi. Ia lantas bertanya, “Sampean ng ndi?” atau Sampean di mana (tinggalnya).
Sandi lalu menjawab, “Samarinda aku, Damanhuri, Gang Sinar. Main-main ke sini, Mas. Ngopi,” dengan menggunakan bahasa Jawa.
Makna Kiw Kiw Cukurukuk Kugeru Empuk Jeru
Banyak asumsi dari apa makna di balik sound ini. Kebanyakan sih, menyoal karena itu adalah ungkapan negatif berbau pornografi – empuk jeru merujuk pada alat kelamin wanita.
Namun ternyata, Kiw Kiw Cukurukuk Kugeru Empuk Jeru adalah gabungan dari beberapa suara dan ungkapan.
Kiw Kiw adalah tiruan suara burung hantu. Cukurukuk, sudah jelas ini adalah suara ayam jago. Kugeru ternyata adalah kata serapan bahasa Jawa yang memiliki arti aku atau saya. Lalu Empuk Jeru, adalah olok-olokkan yang kerap dipakai untuk menyindir.
Samarinda kok Bahasa Jawa
Setelah ketahuan kalau pemilik sound itu adalah orang Samarinda. Banyak warganet yang bingung. Kok, dia memakai bahasa Jawa?
Nah, ini antara si warganet tersebut yang kurang literasi. Atau mainnya kurang jauh.
Samarinda sendiri adalah ibu kota Kalimantan Timur. Yang sejak awal berdirinya tidak memiliki suku asli. Penduduknya beragam suku. Dari suku Bugis, Kutai, Banjar, Jawa, dan lainnya.
Mayoritasnya memang berasal dari suku Jawa, Banjar, dan Bugis. Bahkan keberadaan suku Jawa di Samarinda terkonfirmasi sudah ada sejak lama. Dengan adanya sebuah kawasan bernama Kampung Jawa, di belakang kantor gubernur Kaltim.
Nah, uniknya lagi. Meski berasal dari suku manapun, bahasa ibu di Samarinda adalah bahasa Banjar yang tidak sepenuhnya Banjar. Logatnya sih, banjar. Kebanyakan bahasanya juga sama persis, namun Banjar-nya Samarinda sedikit berbeda dari aslinya. Karena mendapat pengaruh dari serapan bahasa suku lain di kota ini. (dra)
-
MAHULU4 hari agoBuka Isolasi Mahulu, Pembangunan Bandara Ujoh Bilang Sudah 89 Persen Ditargetkan Beroperasi Februari 2026
-
GAYA HIDUP5 hari agoKaltim Diprediksi Hujan Berangin Pekan ini, Berikut Tips Jaga Kesehatan Wajib
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPemprov Kaltim Kebut Cetak Sawah 20 Ribu Hektare, Targetkan Swasembada Pangan Mandiri pada 2026
-
SAMARINDA4 hari agoMinggu Malam, Ustaz Das’ad Latif Bakal Isi Tabligh Akbar di Penutupan Pekan Raya Kaltim 2026
-
NUSANTARA5 hari agoMemasuki 2026, Otorita IKN Tegaskan Arah Nusantara sebagai Ibu Kota Politik 2028
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoMembaca Arah Pariwisata 2026: Dimotori Gen Z, Ini 6 Tren Wisata yang Bakal Mendominasi
-
SAMARINDA4 hari agoPenumpang Melonjak, Bandara APT Pranoto Ajukan Perluasan “Area Safety” di Sisi Runway
-
HIBURAN4 hari agoLomba, Pameran, hingga Tabligh Akbar, Berikut Rangkaian Keseruan Pekan Raya Kaltim Gratis!

