EKONOMI DAN PARIWISATA
QRIS Meledak di Kaltim! Pengguna Tembus 859 Ribu, Uang Rp2,9 Triliun Mengalir ke Bank
Perkembangan pembayaran digital di Kalimantan Timur makin terasa di awal 2026. Penggunaan QRIS terus naik, baik dari sisi pengguna maupun pelaku usaha.
Data dari Bank Indonesia mencatat, jumlah pengguna QRIS di Kaltim sudah mencapai 859,2 ribu orang per Januari 2026. Angka ini naik dari 850,8 ribu pengguna di Desember 2025.
Bukan cuma penggunanya yang bertambah, jumlah merchant juga ikut naik. Dari sebelumnya 798,2 ribu, kini sudah ada 808 ribu pelaku usaha yang memakai QRIS untuk transaksi.
Kepala KPw BI Kaltim, Jajang Hermawan, bilang kalau tren ini menunjukkan pelaku usaha makin cepat beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.
“Perluasan merchant QRIS penting untuk memperkuat transaksi non-tunai dan bikin aktivitas ekonomi jadi lebih efisien,” jelasnya.
Menariknya, di tengah tren digital yang terus naik, uang tunai ternyata masih kuat. Pada Januari 2026, tercatat ada aliran uang masuk ke perbankan (net inflow) sebesar Rp2,9 triliun.
Artinya, likuiditas bank masih aman dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Jadi meskipun makin banyak yang pakai QRIS, transaksi tunai belum benar-benar ditinggalkan.
Kondisi ini menunjukkan kalau Kaltim lagi ada di fase peralihan—digital jalan, tapi tunai juga masih dipakai. Kombinasi ini jadi tanda ekonomi daerah tetap dinamis dan terus berkembang. (am/lim)

