EKONOMI DAN PARIWISATA
Tembus 17 Miliar Transaksi, Pengguna QRIS di Indonesia Capai 60 Juta Orang
Gubernur BI Perry Warjiyo ungkap pengguna QRIS tembus 60 juta dengan 17 miliar transaksi. Kini QRIS juga bisa dipakai belanja di 8 negara, termasuk Jepang dan Arab Saudi.
Gelombang digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia kian tak terbendung. Bank Indonesia (BI) mencatat, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini telah menembus angka 60 juta orang.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa lonjakan pengguna ini dibarengi dengan partisipasi masif dari sisi pedagang. Hingga saat ini, tercatat ada 44 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mengadopsi metode pembayaran nirsentuh tersebut.
“QRIS kini telah mencatatkan 17 miliar transaksi, mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital. Oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Perry dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia, Rabu 28 Januari 2026.
Menurut Perry, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata perubahan perilaku masyarakat. Ada pergeseran tren transaksi dari uang tunai (cash) menuju non-tunai yang dianggap lebih praktis dan aman.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan kota besar, tetapi sudah merambah hingga ke pasar tradisional dan sentra UMKM di daerah.
“Pengguna QRIS tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga tumbuh pesat di daerah,” tambahnya.
Bisa Dipakai di 8 Negara
Selain mendominasi transaksi domestik, layanan QRIS kini makin “sakti” digunakan di luar negeri. Perry menyebut, sistem pembayaran ini telah terintegrasi dengan sistem pembayaran di delapan negara mitra.
Masyarakat Indonesia yang bepergian ke Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, India, hingga Arab Saudi kini tidak perlu repot menukar uang tunai dalam jumlah besar. Cukup memindai kode QR, transaksi bisa dilakukan secara real-time.
“Ini memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pelaku usaha Indonesia dalam melakukan pembayaran di luar negeri, sekaligus memperluas ekosistem ekonomi digital nasional,” jelas Perry.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan QRIS agar semakin inklusif, menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani akses perbankan formal. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTahun Baru Islam 1448 H, Wagub Kaltim Serukan Semangat Hijrah dan Perubahan
-
OLAHRAGA2 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
PARIWARA4 hari agoSapu Bersih! Yamaha Raih 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKabar Baik untuk Media Lokal, Belanja Media Pemprov Kaltim Segera Aktif Lagi
-
PARIWARA1 hari agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya
-
NUSANTARA1 hari agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar

