SEPUTAR KALTIM
Soroti Pembangunan IKN, Wakil Ketua DPRD Kaltim: Harus Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik

Pembangunan infrastruktur fisik IKN yang sedang gencar-gencarnya menuai kritik dari DPRD Kaltim. Karena pembangunan SDM belum terlalu terlihat. Padahal keduanya sama pentingnya.
Pemerintah sedang menggenjot pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU). Pembangunan infrastruktur senilai Rp40,6 triliun itu direncanakan meliputi Gedung Istana Negara, Kantor Presiden, serta penataan Sumbu Kebangsaan dan pembangunan kantor pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Di samping itu, terdapat juga pembangunan infrastruktur fisik pendukung kawasan IKN. Di antaranya pembangunan Prasarana Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Sungai Sepaku, Embung Mentawir, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), dan Bendungan Sepaku, hingga pembangunan bandara Very Very Important (VVIP) IKN yang baru saja dikunjungi Pj Gubernur.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Muhammad Samsun berharap pada Pemerintah Pusat maupun provinsi tidak hanya memprioritaskan pembangunan fisik saja, tetapi juga memperhatikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.
“Pengembangan IKN semoga tidak hanya fokus pada fisik, tapi juga non fisik. Yakni sisi sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Terlebih, banyaknya warga Kaltim yang merasa cemas dengan pembangunan IKN. Ada kekhawatiran jika kalah bersaing dengan pendatang baru dalam memajukan Kaltim.
“Tentu masyarakat cemas jika mereka tidak dilibatkan. Dengan adanya IKN di Kaltim, akan banyak yang berbondong -bondong datang ke sini untuk mencari peruntungan,” katanya.
Di satu sisi, Samsun mendorong masyarakat Kaltim dapat meningkatkan keterampilan untuk menghadapi perpindahan IKN ke Kalimantan Timur.
“Tujuannya tentu agar mereka dapat memperoleh sertifikasi dan lebih kompeten sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam mendukung pengembangan IKN dalam jangka panjang,” pungkasnya.
IKN Nusantara sendiri membutuhkan sedikitnya 200 ribu tenaga kerja. Dengan kuotase pekerja lokal, domestik, dan luar negeri. Sejauh ini, Badan Otorita dan sejumlah kementerian telah membuka beberapa kali pelatihan keterampilan. Menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.
Selain mengandalkan pelatihan dari pemerintah, Samsun berharap masyarakat Kaltim dapat meningkatkan keterampilannya secara mandiri. Tidak cuma menjadi ahli, namun memiliki dokumen yang memvalidasinya, seperti ijazah ataupun sertifikat. (dmy/gdc/fth)
-
BERAU3 hari agoKabut Asap Karhutla, Sekolah di Berau Terapkan Belajar dari Rumah hingga 19 September
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago134 Hotspot Terdeteksi di Kaltim, Asap Mulai Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga
-
BALIKPAPAN3 hari ago160 Masjid di 8Kalimantan Terhubung Internet Lewat Program Masjid Berdaya Indosat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoISPU Kaltim Memburuk, Kutai Barat Masuk Kategori Berbahaya dengan Nilai 363
-
PARIWARA9 jam agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
KUKAR1 hari agoErau Adat Kutai 2026 Masuk KEN, Budaya Kutai Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
-
NUSANTARA23 jam agoKaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026, Piala Bergilir Kembali ke Bumi Etam
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 jam agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg

